• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Kedokteran. Show all posts
Showing posts with label Kedokteran. Show all posts

Penemu Vaksin Hepatitis B Peradangan Hati

Baruch Samuel Blumberg Penemu Vaksin Hepatitis Bdr. Baruch Samuel Blumberg (lahir 28 Juli 1925; umur 93 tahun) adalah ilmuwan Amerika Serikat yang memenangkan Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1976 karena keberhasilannya menemukan vaksin Hepatitis B pada tahun 1967. Hadiah itu dibaginya bersama Carleton Gajdusek yang mendapatkan Nobel Kedokteran untuk penemuannya pada virus penular penyakit kuru.

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa, tetapi dapat menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Seorang bayi dapat terinfeksi dari ibunya selama proses kelahirannya. Juga dapat menyebar melalui kegiatan seksual, penggunaan berulang jarum suntik, dan transfusi darah dengan virus di dalamnya.

Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia. Infeksi karena Hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi, di mana injeksi diberikan untuk membuat tubuh kebal terhadapnya. Direkomendasikan pada semua masyarakat untuk mendapat 3 vaksinasi (0, 1 bulan, dan 6 bulan) terutama ketika masih bayi untuk memberikan proteksi yang baik terhadap virus ini. Bagaimanapun, vaksinasi hanya memberikan proteksi maksimal sekitar 90 persen, dan tidak menyingkirkan sama sekali risiko infeksi.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini dapat dengan cepat mengalahkan virusnya. Kebanyakan akan terinfeksi untuk seumur hidup. Biasanya terdapat sedikit atau tanpa gejala sama sekali. Kadang-kadang hati rusak berat, menyebakan gagal hati. Gejala yang umum dari gagal hati adalah jaundice, di mana kulit dan mata penderita menjadi kuning, karena zat-zat yang diproduksi tumbuh dan seharusnya disaring oleh hati tidak dilakukan. Masalah lainnya adalah hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. Tes darah dapat menemukan tanda-tanda proses kerusakan hati. Jika penderita memiliki tanda-tanda tersebut, pengobatan hepatitis B dapat mencegah kerusakan hati yang disebakan virusnya. Pengobatan anti virus diberikan, untuk mencegah virus memperbanyak diri dengan meng-kopi-nya. Bagaimanapun, sekali virus masuk, maka tidak mungkin untuk menyingkirkannya semuanya hingga tuntas.

Boenjamin Setiawan | Pendiri PT Kalbe Farma

Biografi Boenjamin Setiawan | Pendiri PT Kalbe Farma GroupDokter Boenjamin Setiawan PHD yang lahir pada 23 September 1933 di Tegal atau lebih dikenal dengan Dokter Boen adalah seorang pengusaha Indonesia yang menjadi salah satu pendiri Kalbe Farma Group.

Dokter Boen memiliki latar belakang akademis, khususnya di bidang farmakologi dan farmakinetik. Ia meraih gelar dokter dari Universitas Indonesia dan PHD bidang farmakologi dari University of California Amerika.

Sebelum terjun ke bidang bisnis, dia sempat beberapa tahun menjadi dosen. Sepulang dari sekolah di Amerika, ia mencoba peruntungan dengan menggeluti dan mengembangkan bisnis farmasi, dengan mendirikan Kalbe Farma Group.

Awalnya, Kalbe didirikan oleh 6 bersaudara: Khow Lip Tjoen, Theresia Harsini Setiady, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, dan Fransiscus Bing Aryanto di sebuah garasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 10 September 1966.

Awalnya Kalbe menggarap obat-obat etikal (obat dengan resep dokter), dan berlanjut memproduksi obat-obat bebas (over the counter/OTC). Beberapa produk yang dikembangkan antara lain Promag, obat batuk Wood's, Neuralgin, Mixagrip, Komix, Extra Joss dan Prenagen .

PT Kalbe Farma berkembang menjadi Kalbe Group bergerak di beberapa lini, diantaranya: farmasi, makanan kesehatan, bisnis pengepakan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan dan rumah sakit.

Pada 2008, jabatannya di Kalbe digantikan oleh Bernadette Ruth Irawati Setiady, keponakan dari Dokter Wen. Pada 2013, majalah Forbes menobatkan Dokter Boen sebagai orang terkaya nomer 7 di Indonesia.

Boenjamin Setiawan meninggal dunia pada Selasa (4/4/2023) dalam usia 80 tahun. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa di RSPAD Gatot Soebroto. Boenjamin dimakamkan di Sandiego Hills pada Sabtu (8/4/2023).

Profil Sarah Gilbert Ilmuwan Vaksin AstraZeneca

Profil Sarah Gilbert - Ilmuwan Vaksin AstraZenecaDame Sarah Catherine Gilbert (lahir pada April 1962) adalah seorang ahli vaksinasi berkewarganegaraan Inggris yang juga merupakan seorang profesor Vaksinologi di Universitas Oxford dan salah satu pendiri Vaccitech. Gilbert spesialis dalam pengembangan vaksin melawan influenza dan patogen virus yang muncul.Dia juga menjadi pemimpin dalam pengembangan dan pengujian vaksin influenza, yang menjalani uji klinis pada tahun 2011. Tanggal 30 Desember 2020, Vaksin COVID-19 Oxford–AstraZeneca yang dia kembangkan bersama dengan Vaksin Oxford Grup telah disetujui untuk digunakan di Britania Raya.

Gilbert mengikuti pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kettering High School, kota Kettering, Northamptonshire, Inggris, dan di SMA ini dia menyadari bahwa kelak dia ingin bekerja di bidang kedokteran. Kemudian, Sarah lulus dengan mendapat gelar Bachelor of Science atau Sarjana Sains (penghargaan kelas satu atau first class honours) bidang ilmu biologi dari University of East Anglia di Norwich, Inggris. Sarah melanjutkan studinya ke University of Hull untuk mendapat gelar doktor, dalam bidang menyelidiki genetika dan biokimia dari ragi Rhodosporidium toruloides. Pada tahun 1998, Gilbert melahirkan anak kembar tiga. Sementara pasangan memutuskan untuk meninggalkan karirnya dan menjadi orang tua utama yang mengurus rumah tangga mereka. Pada bulan Maret 2021, Gilbert menerima anugerah penghargaan Albert Medal untuk jasanya dalam mengembangkan vaksin Oxford-AstraZeneca.

Ada hal menarik yang terjadi di turnamen tenis bergengsi Wimbledon 2021 yang baru berakhir pekan lalu. Para penonton memberikan standing ovation kepada salah satu ilmuan Inggris Dame Sarah Gilbert yang menjadi otak terciptanya vaksin Covid-19 dari AstraZeneca/Oxford. Dame Sarah Gilbert termasuk salah satu penonton spesial diundang menyaksikan pertandingan Wimbledon. Dame Sarah Gilbert hadir di hari pertama Wimbledon 2021 pada 29 Juni. Panitia Wimbledon memang menyediakan 100 tiket harian untuk sosok yang berjasa selama pandemi Covid-19. Mereka ditempatkan di tempat terbaik, Centre Court dan Court One. Dame Sarah Gilbert menyaksikan pertandingan antara Novak Djokovic melawan Jack Draper. Kehadiran Dame Sarah Gilbert kemudian diumumkan penyiar di stadion.

Gilbert terlibat dalam pengembangan vaksinasi baru untuk melindungi manusia dari Koronavirus sejak awal terjadinya pandemi COVID-19. Dia menjadi pemimpin dalam pekerjaan ini untuk mencari kandidat vaksin baru, bersama dengan Andrew Pollard, Teresa Lambe, Sandy Douglas, Catherine Green dan Adrian Hill. Seperti pekerjaan sebelumnya, vaksin COVID-19 menggunakan vektor adenoviral, yang dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh terhadap lonjakan protein koronavirus. Rencana awal uji klinis pada hewan dilakukan awal bulan Maret 2020, dan kemudian merekrut 510 peserta manusia untuk tujuan uji coba fase I / II yang dimulai pada 27 Maret 2020. Pada September 2020, Gilbert menyatakan bahwa vaksin AZD1222, sudah diproduksi oleh perusahaan AstraZeneca sementara uji coba fase III sedang berlangsung bulan September 2020.[26] Karena hasil penelitian vaksin tersebut, Gilbert tampil di majalah The Times bertajuk Science Power List terbitan bulan Mei 2020.

Prof Sukardi Penemu Ramuan Herbal Probiotik

Prof Sukardi Penemu Ramuan Herbal Probiotik asal Pandaan Tutup UsiaProf Sukardi adalah Ahli Mikrobiologi asal Pandaan dan Penemu Ramuan Herbal Probiotik yang diklaim bisa menaikkan imunitas saat pandemi Covid-19. Professor Sukardi dikabarkan meninggal dunia pada jumat 16 Juli 2021 pada pukul 5.30 WIB.

“Inna lillahi wa Inna ilaihi rrojiuun…. Menyampaikan berita duka … Turut berduka yang sedalam-dalam nya.. Bapak Prof Sukardi ( Probiotik ) meninggal dunia, jumat 16 Juli jam 5.30…. Semoga Khusnul khotimah…. Diampuni dosa2nya dan diterima amal ibadahnya… Aamiin,” bunyi pesan Whatsapp tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan kemudian membenarkan terkait kabar ini. Ia juga menyampaikan pertemuannya beberapa waktu lalu dengan Prof Sukardi. “Saya bertemu sebulan lalu, pesannya, ..Pak Dion ojok susah, gak usah sumpek, sing ceria, sing sabar, tulung masyarakat dijaga, jangan bosen bosen ngilingno masyarakat untuk menjaga diri, jaga kesehatan, saaken masyarakat, sebentar lagi situasi Pandemi Covid ini sangat gawat dan parah,” katanya.

Untuk diketahui, Prof Sukardi merupakan Ahli Mikrobiologi. Salah satu penemuannya yakni ramuan probiotik yang diklaim bisa membantu menambah imun pasien Covid-19. Probiotik ini sempat naik daun dan dibagi-bagikan saat awal pandemi Covid-19. Turut berduka cita atas meninggalnya Prof Sukardi. Semoga amal ibadah diterima di sisi Tuhan, dan keluarga diberi ketabahan. 

Dr Li Meng Yan - Ilmuwan Ahli Virologi China

Dr Li Meng Yan Biography - wikipedia Ilmuwan Ahli Virologi ChinaDr Li Meng Yan adalah ilmuwan China terkemuka, seorang spesialis virologi di Hong Kong's School of Public Health yang melarikan diri ke Amerika Serikat (AS). Dia sempat membuat heboh ketika tiba di Amerika dan menuduh bahwa pemerintahnya menutup-nutupi pandemi Covid-19. Dia mengatakan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Dia bilang virus itu bukan berasal dari pasar basah di Wuhan seperti yang dikatakan pemerintah Beijing. 

Dr Li Meng-Yan mengatakan bahwa dia sudah "dengan jelas menilai" bahwa virus corona baru diciptakan di laboratorium yang terhubung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Dia menekankan bahwa ketika dia melaporkan temuannya kepada atasannya, dia tidak dianggap serius dan diabaikan. Dia mengklaim bahwa itu adalah tanggung jawabnya untuk mengeluarkan informasi sebelum "menghilang". Namun, Beijing telah membantah tuduhan itu. 

Dr Yan menunjukkan bahwa dia telah dibesarkan dan dididik di bawah rezim Partai Komunis China dan tahu hal-hal apa yang akan dilakukan pemerintah China. Namun, dia tidak berani menebak seberapa rendah Partai Komunis China akan membungkuk. Ahli virologi ini berjanji bahwa dia akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang rezim Bejing dan pandemi Covid-19 dengan harapan mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim dan membantu orang-orang China untuk menggulingkannya.

Sebelum berbicara, dia melarikan diri ke AS pada bulan April dari Hong Kong karena khawatir akan keselamatannya. Dia mengklaim bahwa dia memilih untuk pergi karena tahu bagaimana otoritas China memperlakukan pelapor untuk menyembunyikan epidemi. Dia menekankan bahwa pelariannya untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Covid-19 kepada dunia. Yan mengatakan bahwa dia adalah salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona.

Dia diduga diminta oleh atasannya di laboratorium rujukan Universitas/WHO, Dr. Leo Poon, untuk melihat cluster aneh kasus mirip SARS yang terjadi di Wuhan pada akhir Desember 2019. Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong, melakukan penelitian di China. Setelah mempresentasikan temuannya, Dr Yan mengklaim bahwa atasannya pada awalnya menyarankannya untuk melanjutkan penyelidikan tetapi kemudian dia berkata untuk "tetap diam dan berhati-hati".

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara Hong Kong's School of Public Health mengatakan bahwa Dr Li Meng Yan saat ini bukan karyawan. "Dr Li Meng Yan tidak lagi menjadi anggota staf universitas," kata juru bicara kampus tersebut. "Karena menghormati karyawan kami yang sekarang dan mantan, kami tidak mengungkapkan informasi pribadi tentang dia. Pemahaman Anda sangat dihargai."

Hadi Pranoto Penemu Obat Herbal Covid-19

Biografi Profil Biodata - wikipedia - Hadi Pranoto Penemu Obat Herbal Covid-19
Hadi Pranoto yang mengaku seorang peneliti dari Indonesia mengklaim telah menemukan formula atau antibody Covid-19. Hal tersebut diungkapkannya dalam pembicaraannya bersama Anji di kanal youtubenya Dunia MANJI. Dikatakannya, Hadi Pranoto mengurai herbal yang sudah dia teliti semejak puluhan tahun lalu. Hadi Pranoto menyebut, herbal yang dia ciptakan berbentuk cairan. Dimana, seluruh bahannya tersedia di Indonesia.

Herbal ini bisa menyembuhkan dan juga bisa mencegah. Kalau vaksin itu kan disuntikkan kalau ini kan diminum. Ini berupa cairan tapi dalam cairan itu ada berapa kandungan yang bisa membunuh covid-19. Hadi Pranoto menyebut, tujuannya membuat herbal tersebut yakni untuk menyelamatkan masyarakat yang saat ini terkena covid-19 maupun sebagai upaya pencegahan dari penularan virus itu.

Hadi menyebut, sudah ribuan orang bisa disembuhkan dari Covid-19 setelah meminum ramuan herbal yang dia ciptakan itu. Bahkan, ia sudah mengirim herbal ke berbagai kota, termasuk ke Wisma Atlet Kemayoran. Hasilnya, pasien yang terinveksi corona bisa disembuhkan.

Hadi Pranoto menjelaskan, Covid-19 sistem penularannya sangat cepat sekali, maka ia menyebut virus ini begitu ganas. Kita hanya memerlukan waktu dua sampai tiga hari sudah selesai. Setelah itu antibody kita sudah kuat kemudian memapuan kita melawan covid-19 sudah bisa maksimal.

Ia menyebut, Coronavirus disease 2019 (Covid-19) adalah perkembangan dari jenis virus corona yang telah ada sebelumnya. Corona sudah ada tahun 1940. Ada beberapa jenis virus corona yang telah mewabah sebelum Covid-19, yakni SARS dan MERS-Cov. Covid-19 sebenarnya perjalanan panjang dari perang semenanjung Korea pada 1940an. Itu sebenarnya tidak banyak perbedaan. Hanya dosisnya saja berbeda.

Ia juga membuat pernyataan, sulit menemukan vaksin untuk jenis covid-19 yang saat ini ada. Sebab, jenis virus yang saat ini beredar mempunyai perbedaan dengan virus sebelumnya. Adapun jika vaksin yang diciptakan tidak tepat, justru bisa berisiko tinggi bagi kehidupan orang yang menggunakannya. Ia juga berkomentar tentang adanya vaksin yang kini sudah masuk ke Indonesia dan sedang dilakukan pengujian lebih lanjut.

Namun, nama Hadi Pranoto kini menjadi viral karena banyak pihak yang meragukan apa yang telah lakukannya karena tidak adanya latar belakang akademisi yang disandangnya atas penelitian tersebut. Bahkan ada yang melaporkannya karena dianggap menyebar konten hoax. Hadi Pranoto pun balik menuntut pihak yang melaporkannya karena dia tidak merasa semua yang dia katakan merupakan hoax.

René Favaloro Perintis Bedah Jantung Koroner

René Favaloro Perintis Bedah Jantung KoronerDr. René Gerónimo Favaloro adalah seorang ahli bedah jantung Argentina yang terkenal karena karya perintisnya dalam bedah bypass arteri koroner. Favaloro menjadi tertarik pada perkembangan intervensi kardiovaskular, dan mengembangkan antusiasme untuk pembedahan toraks. Dalam satu kunjungan ke La Plata, ia bertemu dengan Profesor Mainetti, yang mengarahkannya ke arah Klinik Cleveland. Meskipun pada awalnya dia ragu meninggalkan profesinya sebagai dokter pedesaan, dia berpikir bahwa dia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat sekembalinya dari Amerika Serikat. Dengan sedikit sumber daya dan bahasa Inggris yang belum sempurna, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Cleveland. Dia pertama kali bekerja sebagai residen dan kemudian sebagai anggota tim bedah, bekerja dengan Donald B. Effler, kepala bedah kardiovaskular, F. Mason Sones, Jr., yang bertanggung jawab atas Laboratorium Angiografi dan William L. Proudfit, kepala Departemen Kardiologi.

Pada awalnya, bagian utama dari karyanya berkisar pada penyakit valvular dan bawaan; kemudian dia menjadi tertarik pada bidang lain. Setiap hari, setelah hampir selesai bekerja di ruang operasi, Favaloro akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk meninjau angiogram koroner dan mempelajari arteri koroner dan hubungannya dengan otot jantung. Laboratorium Sones, bapak angiografi koroner, memiliki koleksi angiogram terbesar di Amerika Serikat. Pada awal 1967, Favaloro mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk menggunakan vena saphenous dalam pembedahan koroner. Dia mempraktikkan ide-idenya untuk pertama kalinya pada bulan Mei tahun itu. Prinsip dasar adalah untuk memotong segmen yang sakit (terhambat) di arteri koroner untuk memberikan aliran darah secara distal. Standarisasi teknik ini, yang disebut bedah bypass arteri koroner, adalah pekerjaan mendasar dalam karirnya, dan memastikan bahwa prestise-nya akan melampaui batas-batas negaranya, karena prosedur ini secara radikal mengubah pengobatan penyakit jantung. Pada tahun 1970 ia menerbitkan salah satu volumenya yang paling terkenal, Bedah Pengobatan Arteriosklerosis Koroner.

Menjelang tahun 2000, Argentina tenggelam dalam krisis ekonomi dan politik, dan Favaloro Foundation memiliki utang US $ 18 juta. Pada kesempatan yang berulang, Favaloro mengajukan petisi kepada pemerintah Argentina untuk membantu Yayasan, tetapi ia tidak pernah menerima tanggapan resmi. Direktur agensi asuransi kesehatan publik PAMI, Horacio Rodríguez Larreta, juga tidak setuju untuk membayar hutang agensi kepada Yayasan. Pada 29 Juli tahun itu, Favaloro bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dada. Setelah bunuh diri, terungkap bahwa ia telah menulis surat kepada Presiden Argentina Fernando de la Rúa, yang belum pernah dibaca, di mana ia menyatakan bosan dengan "menjadi pengemis di negaranya sendiri," dan meminta de la Rúa membantu mengumpulkan uang untuk membantu Yayasan. Meskipun bunuh diri sering dikaitkan dengan kesulitan keuangan Yayasan, surat itu jelas menunjukkan Favaloro diliputi oleh korupsi sistem kesehatan dan merasa bahwa ia tidak dapat melawan organisasi yang kuat ini. Dalam beberapa bagian surat itu, ia menyebut dirinya "Don Quijote" dalam pertempuran kesepiannya melawan para raksasa. Yang memperparah situasi ini adalah bahwa Favaloro tidak pernah pulih dari kematian istrinya pada tahun 1998. Setelah kematiannya, ia memutuskan untuk menikahi salah satu rekan lama dan rekan penulis, Diana Truden; dia tinggal bersama Favaloro selama hari-hari terakhirnya dan berada di rumah lingkungan Palermo ketika dia bunuh diri.

Willem Einthoven Penemu Elektrokardiogram

Biography Willem Einthoven - Penemu EKG ElektrokardiogramWillem Einthoven (21 Mei 1860 - 28 September 1927) menemukan elektrokardiogram (EKG) pada 1903 dan menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 1924 karena itu. Ia lahir di Semarang, Jawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) dan meninggal di Leiden, Belanda. Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.

Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung
EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut
EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia)
EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang berkas kanan dan kiri)
EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung
EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia)

Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas.

Sebelum zaman Einthoven, diketahui bahwa detak jantung menghasilkan arus listrik, tetapi instrumen waktu tidak dapat secara akurat mengukur fenomena ini tanpa menempatkan elektroda langsung ke jantung. Mulai tahun 1901, Einthoven menyelesaikan serangkaian prototipe string galvanometer. Perangkat ini menggunakan filamen kawat konduktif yang sangat tipis yang melintas di antara elektromagnet yang sangat kuat. Ketika arus melewati filamen, medan magnet yang diciptakan oleh arus akan menyebabkan string bergerak. Sebuah cahaya yang menyinari string akan membuat bayangan pada gulungan kertas foto yang bergerak, sehingga membentuk kurva kontinu yang menunjukkan pergerakan string. Mesin asli membutuhkan pendingin air untuk elektromagnet yang kuat, membutuhkan 5 orang untuk mengoperasikannya dan beratnya sekitar 270 kilogram. Perangkat ini meningkatkan sensitivitas galvanometer standar sehingga aktivitas listrik jantung dapat diukur meskipun ada isolasi daging dan tulang.

Meskipun kemajuan teknologi kemudian menghasilkan perangkat EKG yang lebih baik dan lebih portabel, banyak terminologi yang digunakan dalam menggambarkan EKG berasal dari Einthoven. Penugasannya huruf P, Q, R, S dan T untuk berbagai defleksi masih digunakan. Segi tiga istilah Einthoven dinamai untuknya. Ini mengacu pada segitiga sama sisi imajiner terbalik yang berpusat di dada dan titik-titik yang menjadi standar pada lengan dan kaki. Setelah pengembangan string galvanometer, Einthoven melanjutkan untuk menggambarkan fitur elektrokardiografi dari sejumlah gangguan kardiovaskular. Di kemudian hari, Einthoven mengalihkan perhatiannya pada studi akustik, khususnya bunyi jantung yang ia teliti bersama Dr. P. Battaerd. Pada tahun 1924, Einthoven dianugerahi Hadiah Nobel dalam Kedokteran karena menciptakan sistem praktis elektrokardiografi pertama yang digunakan dalam diagnosis medis.

Georgios Papanikolaou dan Methode Pap Smear

Georgios Papanikolaou - Penemu Methode Pap SmearGeorgios Nicholas Papanikolaou (atau George Papanicolaou; bahasa Yunani: Γεώργιος Παπανικολάου; Kymi, pulau di Euboea, Yunani, 13 Mei 1883 – 19 Februari 1962) adalah seorang dokter asal Yunani yang merintis cytology, pendeteksian penyakit kanker dini, dan penemu methode "Pap smear". Papanikolau menempuh pendidikan di Universitas Athena dan mendapat gelar medis pada tahun 1904. Pada tahun 1910 dia mendapat gelar Ph.D-nya dari Universitas Munich di Jerman.

Pada tahun 1913 dia bermigrasi ke Amerika Serikat dan bekerja di Departemen Patologi RS New York serta Departemen Anatomi di Universitas Cornell. Papanicolau melaporkan penelitiannya pertama kali tentang Diagnosa Kanker Uterin dengan Vaginal Smear pada tahun 1928. Walaupun demikian pentingnya hasil penelitian ini baru dirasakan pada tahun 1943. Pada tahun 1961, ia pindah ke Miami, Florida dan mendirikan Institut Penelitian Kanker di Universitas Florida, Miami. Walaupun kemudian dia meninggal pada tahun 1962 sebelum pembukaan institut tersebut.

Di dalam publikasinya bersama Herbert Traut tersebut ia mendiskusikan preparasi vaginal dan cervical smears, perubahan fisiologi, cytology dari masa-masa menstruasi wanita dan pengaruh macam-macam kondisi patologis. Oleh itu dia terkenal dengan penemuannya/methode Tes Papanicolaou atau lebih dikenal sebagai Pap test atau Pap smear. Methode ini dipakai di seluruh dunia untuk mendeteksi dan usaha pencegahan kanker cervis dan penyakit-penyakit cytology dari sistem reproduksi wanita. Papanikolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium.

Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif disarankan menjalani Pap smear sekali setahun. Dokter atau perawat memasukkan speculum ke pasien untuk mengambil sample dari cervix. Pap smear biasanya tidak dilakukan selama menstruasi. Prosedur ini dapat menimbulkan sedikit rasa sakit, namun hal ini bergantung kepada anatomi pasien, faktor psikologi, dan lain-lain. Sample kemudian diuji di laboratorium dan hasil diperoleh dalam waktu sekitar 3 minggu. Sedikit pendarahan, kram, dan lain-lain dapat terjadi sesudahnya.

Tokoh Perintis Profesi Dokter Gigi di Indonesia

Goermilang Soeria SoemantriProf. drg. Raden Goermilang Soeria Soemantri M.P.A., F.A.C.D., M.R.S.H. (lahir di Ciamis, Hindia Belanda, 18 Mei 1914; umur 104 tahun) adalah perintis profesi dokter gigi di Indonesia. Selain Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, banyak institusi lain yang turut ia bidani kelahirannya, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dinas Kesehatan Gigi Kota Bandung, serta Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL).

Soeria Soemantri menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran selama 3 tahun dari tahun 1959 sampai 1961, kemudian naik jabatan menjadi Presiden Universitas Padjadjaran sampai tahun 1964. Soeria Soemantri yang merupakan guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki banyak pemikiran. Hasil pemikiran beliau setelah terealisasi ternyata sangat bermanfaat, seperti kurikulum sistem spiral yang mengintegrasikan teori dan praktek, Dana Sakit yang sekarang menjadi JPKM, pendirian Direktorat Kesehatan Gigi, dan pendirian Dinas Kesehatan Gigi; sayang kedua institusi ini dibubarkan pada masa otonomi daerah.

Selain aktif di keprofesiannya, Soeria Soemantri juga merupakan salah satu tokoh masyarakat Kota Bandung yang banyak jasanya di bidang sosial kemasyarakatan, sehingga tak heran apabila kini namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Bandung. Beliau aktif menjadi pengurus Yayasan Budaya Mukti, Yayasan Kawaluyaan, Perkumpulan Bandung Permai, Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasoetion, Yayasan Kesehatan Gigi Rakyat, serta di berbagai kegiatan lainnya.

Soeria Soemantri yang merupakan guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki banyak pemikiran. Hasil pemikiran setelah terealisasi ternyata sangat bermanfaat, seperti kurikulum sistem spiral yang mengintegrasikan teori dan praktik, Dana Sakit yang sekarang menjadi JPKM. Selain aktif di keprofesiannya, Soeria Soemantri juga merupakan salah satu tokoh masyarakat Kota Bandung yang banyak jasanya di bidang sosial kemasyarakatan, sehingga tak heran apabila kini namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Bandung. Soeria Soemantri menghabiskan waktu senjanya di Jl. Cimandiri no 12 dari 1965 sampai 1982-an, sebelumnya tinggal di Jl.Bungsu dan Merdeka Lio.

Penemu Vaksin Penyakit Polio Pertama Kali

Penemu Vaksin Penyakit Polio PertamaJonas Salk yang lahir di New York City, 28 Oktober 1914 dan meninggal di La Jolla,23 Juni 1995 pada umur 80 tahun ialah seorang peneliti medis dan virolog Amerika Serikat. Jonas Salk paling dikenal melalui penemuan dan pengembangan vaksin polio pertama yang aman dan efektif.

Dia lahir di New York City, di mana orang tuanya adalah imigran Yahudi-Rusia. Meskipun mereka tidak begitu terdidik secara formal, mereka ingin melihat putera-puteri mereka berjaya. Ketika menempuh sekolah medis diUniversitas New York, dia keluar dari perkumpulan kawan sebayanya tidak hanya karena keunggulan akademisnya, tetapi lebih kepada keinginannya untuk melakukan penelitian medis, bukan untuk menjadi seorang dokter praktik.

Hingga 1955, ketika vaksin Salk diperkenalkan, polio dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang paling menakutkan di Amerika Serikat pascaperang. Wabah tahunan selalu saja memburuk dan korbannya adalah anak-anak. Pada 1952, dilaporkan bahwa polio menjadi penyakit yang cukup membunuh dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, dengan lebih dari 300.000 kasus dan 58.000 kematian, sebagian besar anak-anak.

"Reaksi masyarakat kepada bencana ini," ujar sejarawan William O'Neill. "Penduduk perkotaan merasa ketakutan setiap musim panas tiba ketika tamu yang mengerikan ini kembali lagi." Hasilnya, para ilmuwan berpacu semangat untuk menemukan media penyembuhannya. Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt ialah yang paling diakui di dunia sebagai korban penyakit ini dan mendirikan lembaga untuk mendanai dan menciptakan vaksin.

Pada 1947, Salk menerima perjanjian dengan Sekolah Medis Universitas Pittsburgh. Sembari bekerja di sana, dengan National Foundation for Infantile Paralysis yang kini menjadiMarch of Dimes, Salk melihat peluang untuk mengembangkan vaksin yang mampu melawan polio, dan memastikan dirinya untuk melakukan pekerjaan ini delapan tahun kemudian.

Pengujian-pengujian lapangan yang dilakukan Salk menurut O'Neill adalah, "program yang paling saksama dikerjakan sepanjang sejarah di bidang ini, melibatkan 20.000 dokter praktis dan petugas kesehatan masyarakat, 64.000 pegawai sekolah, dan 220.000sukarelawan." Ketika berita penemuan dirilis pada 12 April 1955, Salk menyambutnya sebagai "pekerja ajaib", dan hari itu hampir menjadi "hari libur nasional".

Dia kemudian menunjukkan rasa cinta kasihnya kepada masyarakat dengan menolak untuk mematenkan vaksin semata-mata demi keuntungan pribadinya, sebab dia berharap untuk melihat vaksin ini dapat diperbanyak secepat, seluas, dan sebanyak mungkin dan proses pematenan hanyalah akan menunda percepatan ini. Ketika ditanyakan tentang siapa yang memiliki paten ini, Salk menjawab: "Tidak ada paten. Dapatkah kalian mematenkan matahari?"

Pada 1963, dia mendirikan Institut Salk untuk Pengkajian Biologi di La Jolla, yang kini menjadi pusat penelitian medis dan sains. Dia senantiasa melakukan penelitian dan menerbitkan buku, termasuk di antaranya "Man Unfolding" (1972), "The Survival of the Wisest" (1973), "World Population and Human Values: A New Reality" (1981), dan "Anatomy of Reality" (1983). Tahun-tahun terakhir Dr. Salk dihabiskan untuk upaya pencarian vaksin yang mampu menangkal HIV.

Louis Pasteur Penemu Imunisasi & Vaksinasi

Penemu Tehnik Imunisasi dan VaksinasiLouis Pasteur lahir pada tanggal 27 Desember 1822, di Dole, Jura, Prancis. Dia adalah anak ketiga dari Jean-Joseph Pasteur dan Jeanne-Etiennette Roqui. Pada tahun 1827, keluarganya pindah ke Arbois, di sana ia masuk sekolah dasar pada tahun 1831. Pastel dan potret kedua orang tua dan teman-temannya yang dibuat ketika ia berusia 15 disimpan di museum Pasteur Institut di Paris. Pada 1838, ia berangkat ke Paris untuk bergabung dengan Lembaga Barbet, tapi kembali pada bulan November. Pada tahun 1839, ia memasuki Royal College de Besançon dan meraih gelar baccalauréat ( BA ) pada tahun 1840. Dia diangkat menjadi asisten pengajar di perguruan tinggi Besançon sambil kursus matematika khusus. Dia gagal ujian pertamanya pada tahun 1841. Ia berhasil lulus scientifique baccalauréat (ilmu pengetahuan umum) pada tahun 1842 dari Dijon dengan nilai kimia jelek. Setelah gagal tes untuk masuk École Normale Supérieure di Paris pada tahun 1842, dia berhasil pada tahun 1844.

Pada tahun 1845 ia menerima ès Licenci ilmu (Bachelor of Science). Pada 1846, ia diangkat sebagai profesor fisika di College de Tournon di Ardèche, tapi Antoine Jérome Balard (salah satu penemu dari bromin elemen) ingin dia kembali di École Normale Supérieure sebagai asisten (preparateur) untuk kursus kimia. Dia bergabung dengan Balard dan sekaligus memulai penelitiannya dalam kristalografi dan pada tahun 1847, ia menyerahkan dua tesisnya, satu dalam kimia dan lainnya dalam fisika. Setelah bekerja sebagai profesor fisika di Dijon Lycée pada tahun 1848, ia menjadi profesor kimia di University of Strasbourg, di sana ia bertemu dengan Marie Laurent, putri dari universitas Rektor pada tahun 1849. Mereka menikah pada tanggal 29 Mei 1849, dan dikaruniai lima orang anak, hanya dua di antaranya selamat sampai dewasa; tiga lainnya meninggal karena tifus. Hal tersebut merupakan tragedi pribadi yang memotivasinya dalam menyembuhkan penyakit menular.

Asimetri molekul - Dalam karya awal Pasteur sebagai ahli kimia, ia memutuskan permasalahan mengenai sifat asam tartarat (1848). Larutan senyawa ini berasal dari makhluk hidup (khususnya ampas anggur). Asam tartarat yang diperoleh dari sintesis kimia tidak memiliki efek seperti itu, meskipun reaksi kimia yang identik dan komposisi unsur yang sama. Ini adalah pertama kalinya seseorang telah menunjukkan kiral molekul. Teori fermentasi kuman - Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi disebabkan oleh pertumbuhan mikro-organisme, dan pertumbuhan bakteri dalam kaldu bukan oleh reaksi spontan namun karena adanya bakteri dari luar yang masuk dan tumbuh dalam kaldu. dari situlah teori biogenesis ( Omne vivum ex vivo "semua kehidupan berasal dari kehidupan) muncul. Saran untuk dibaca: "Francesco Redi - Penentang Teori Abiogenesis" Dalam percobaannya, Pasteur membuat sebuah bejana yang terbuat dari kaca yang berbentuk leher angsa. Air kaldu tersimpan di dalam bejana yang berisi filter untuk mencegah semua partikel nasuk ke dalam media pertumbuhan melalui jalur berliku.

Tidak ada kehidupaa yang tumbuh dalam kaldu, hal ini menunjukkan bahwa organisme yang hidup dan tumbuh di kaldu tersebut berasal dari luar, seperti spora pada debu, bukan secara spontan yang dihasilkan oleh kaldu. Ini adalah salah satu eksperimen terakhir dan paling penting menyanggah teori generasi spontan (abiogenesis). Pasteur bukanlah peneliti pertama yang mengusulkan teori kuman (Girolamo Fracastoro, Agostino Bassi, Friedrich Henle dan lain-lain telah menyarankan itu sebelumnya), ia mengembangkan dan melakukan percobaan yang jelas menunjukkan kebenaran dan berhasil meyakinkan sebagian besar Eropa bahwa hal itu bena . Hari ini ia sering dianggap sebagai bapak dari teori kuman. Penelitian Pasteur juga menunjukkan bahwa pertumbuhan mikroorganisme dapat memperlambat pembusukan, seperti b!r, anggur dan susu. Dengan teorinya, ia menemukan sebuah proses yakni cairan seperti susu dipanaskan untuk membunuh sebagian besar bakteri dan jamur yang sudah ada dalam cairan tersebut. Pasteur dan Claude Bernard menyelesaikan tes pertama pada tanggal 20 April 1862. Proses ini disebut dengan pasteurisasi.

Kontaminasi Minuman mengilhami Pasteur pada sebuah gagasan yang menunjukkan bahwa mikro-organisme menginfeksi hewan dan manusia dan menyebabkan penyakit. Ia mengusulkan mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh manusia, hal ini menginspirasi Joseph Lister untuk mengembangkan metode antiseptik dalam operasi. Pada tahun 1865, dua penyakit parasit yang disebut pébrine dan flacherie membunuh sejumlah besar ulat sutra di Alais (sekarang Alès). Pasteur bekerja beberapa tahun untuk membuktikan bahwa penyakit ini disebabkan oleh mikroba menyerang telur ulat sutera, dia berpendapat bahwa menghilangkan mikroba pada saat pembibitan ulat akan memberantas penyakit tersebut. Pasteur juga menemukan teori anaerobiosis, yakni teori yang menyebutkan bahwa beberapa mikro-organisme dapat berkembang dan hidup tanpa udara atau oksigen, yang disebut efek Pasteur. Imunologi dan vaksinasi - Selanjtnya Pasteur meneiti tentang penyakit kolera pada ayam. Pasteur membuat bakteri tersebut lemah, kemudian disuntikkan ke badan ayam, selanjutnya ayam tersebut menjadi kebal terhadap penyakit kolera. Pada 1870-an, ia menerapkan metode imunisasi ini untuk anthrax, yang mempengaruhi ternak dan membangkitkan minat dalam memerangi penyakit lainnya.

Vaksin rabies pada awalnya diciptakan oleh Emile Roux, seorang dokter Perancis dan rekan Pasteur. Vaksin telah diuji hanya pada 11 anjing sebelum diujicoba pada manusia. Vaksin ini pertama kali digunakan pada Joseph Meister yang berusia 9 tahun pada tanggal 6 Juli 1885, setelah anak itu parah digigit oleh anjing gila. Tiga bulan kemudian ia memeriksa Meister dan menemukan bahwa ia berada dalam kesehatan yang baik. Pasteur dielu-elukan sebagai pahlawan. Keberhasilan ini menjadi dasar untuk pembuatan berbagai vaksin lainnya. Pasteur Institute dibangun atas dasar prestasi ini. Kematian - Pasteur sering dilanda stroke sejak tahun 1868, dan tahun 1894 merupakan saat yang sangat mengganggu kesehatannya. Ia meninggal pada tahun 1895, dekat Paris. Pemakamannya dilakukan secara kenegaraan dan dimakamkan di Katedral Notre Dame, tapi jenazahnya reinterred dalam crypt di Institut Pasteur di Paris, crypt tersebut terukir dengan karya-karya yang menyelamatkan hidupnya.

Penemu Obat Bius - Dokter William T.G. Morton

Penemu Obat Bius - Dokter William T.G. MortonWilliam Thomas Green Morton (9 Agustus 1819 - 15 Juli 1868) adalah seorang dokter gigi Amerika yang pertama kali secara terbuka menunjukkan penggunaan inhalasi eter sebagai anestesi bedah tahun 1846. Morton dilahirkan di Chariton, Massachusetts pada 9 Agustus tahun 1819, di Charlton, Massachusetts, William TG Morton adalah anak dari seorang petani bernama James Morton dan Rebecca (Needham) Morton. William bekerja sebagai petugas printer, dan salesman di Boston sebelum memasuki Baltimore College of Dental Surgery pada tahun 1840.

Pada tahun 1841, ia terkenal dalam pengembangan proses baru untuk menambal gigi palsu. Pada tahun 1842, ia meninggalkan perguruan tinggi tanpa lulus untuk belajar di Hartford, Connecticut dengan dokter gigi Horace Wells dan berbagi kemitraan singkat. Pada tahun 1843 Morton menikahi Elizabeth Whitman of Farmington, Connecticut , keponakan dari mantan anggota Kongres Lemuel Whitman. Orangtuanya keberatan dengan profesi Morton dan menyutujui untuk pernikahan Morton setelah ia berjanji untuk belajar kedokteran. Pada musim gugur 1844, Morton masuk Harvard Medical School dan menghadiri kuliah kimia Dr Charles T. Jackson yang memperkenalkan Morton terhadap sifat anestesi eter. Morton meninggalkan Harvard tanpa lulus.

Penggunaan pertama eter sebagai anestesi pada tahun 1846 oleh Morton. Ketika ia membuka praktek pengobatan gigi, banyak pasien yang merasakan kesakitan yang amat sangat ketika gigi yang lama harus dicabut untuk diganti dengan yang baru. Hal tersebut mendorong Morton untuk menemukan suatu zat yang dapat membuat tak sadar pasien saat giginya dicabut, sehingga ia tidak merasakan kesakitan. Bekerja sama dengan seorang dokter gigi yang lain, yaitu dokter Horace Wells yang juga tertarik masalah anesthasia, mereka mengadakan percobaan demi percobaan.

Anesthesia yang pertama kali ditemukan adalah Nitrous Oxide atau sering disebut gas ketawa, namun hasilnya kurang begitu menggembirakan. Morton mencoba mencari jenis pembius lain. Dari buku-buku yang ia pelajari, tiga ratus tahun sebelumnya telah diketahui ada suatu zat yang dapat membuat orang menjadi tidak sadar untuk waktu sementara yang bernama ether. Namun zat tersebut tidak pernah dicobakan untuk pembiusan pada waktu dilakukan operasi. Percobaan pembiusan pertama, Morton melakukannya pada beberapa binatang dengan menggunakan ether, hasilnya sungguh memuaskan. Maka Morton pun memutuskan untuk melakukannya pada manusia.

Replika dari inhaler yang digunakan oleh William TG Morton pada tahun 1846 dalam demonstrasi publik pertama dari operasi menggunakan eter. Percobaan pertama yang dilakukan yang dilakukan kepada manusia pada tanggal 30 September 1846, Morton melakukan pencabutan gigi tanpa rasa sakit setelah pemberian eter untuk pasien. Seorang ahli bedah Boston, Henry Jacob Bigelow yang mengetahui percobaan tersebut membuat suatu demonstrasi eter pada 16 Oktober 1846 di ruang operasi Rumah Sakit Umum Massachusetts, atau MGH. Pada demonstrasi ini Dr John Collins Warren tanpa rasa sakit berhasil menghilangkan tumor dari leher Mr Edward Gilbert Abbott.

Untuk temuannya tersebut. Morton memintakan hak paten atas penemuannya. Namun rupanya Dr. Charles T Jackson pun memintakan hak paten terhadap ether. Dr. Charles T Jackson adalah seorang ahli yang telah mengetahui bahwa ether merupakan bahan obat pembius, namun ia tak berani melakukan percobaan-percobaan dan peragaan-peragaan sebagaimana Morton. Karena mereka saling bersikeras, maka masalah tersebut kemudian dibawa ke pengadilan. Dan akhirnya perkara tersebut dimenangkan oleh Morton.

William Thomas Green Morton meninggal 15 Juli 1868 (umur 48) di kota New York tanpa sempat menikmati hasil temuannya.

Penemu Antiseptik untuk Operasi Pembedahan

Joseph Lister, 1st Baron Lister - Penemu Antiseptik untuk PembedahanJoseph Lister, 1st Baron Lister dikenal sebagai Sir Joseph Lister. Ia adalah seorang ahli bedah dan pelopor bedah antiseptik asal Inggris. Dengan menerapkan kemajuan mikrobiologi Louis Pasteur, ia mempromosikan ide operasi steril saat bekerja di Glasgow Royal Infirmary. Lister berhasil memperkenalkan karbol (sekarang dikenal sebagai fenol) untuk mensterilkan instrumen bedah dan untuk membersihkan luka yang menyebabkan penurunan infeksi pasca operasi dan membuat operasi lebih aman bagi pasien.

Awal kehidupan dan pendidikan - Lister lahir pada tanggal 5 April 1828 di Upton. Ia putra dari Joseph Jackson Lister, pelopor lensa objek achromatic untuk mikroskop. Saat remaja, Lister sekolah di Grove House Tottenham School, untuk belajar matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa. Saat di sekolah, ia merupakan pembaca bahasa Perancis dan Jerman yang fasih, yang merupakan bahasa utama penelitian medis.

Setelah lulus sekiolah menengah ia melanjutkan ke University College London. Pada awalnya Ia belajar botani dan memperoleh gelar sarjana seni pada tahun 1847. Dia terdaftar sebagai mahasiswa kedokteran dan lulus dengan penghargaan sebagai Sarjana Kedokteran, kemudian memasuki Royal College of Surgeons pada usia 26. Pada tahun 1854, Lister menjadi asisten dan teman ahli bedah James Syme di University of Edinburgh, Edinburgh Royal Infirmary di Skotlandia.

Pada tahun 1867, Lister memperjuangkan penggunaan asam karbol sebagai antiseptik sehingga karbol menjadi bahan yang pertama banyak digunakan sebagai antiseptik dalam operasi. Dia kemudian meninggalkan Quaker, bergabung dengan Gereja Episkopal Skotlandia, dan akhirnya menikahi putri Syme, Agnes.

Penemuan Antiseptik - Tahun 1861 dia jadi ahli bedah di rumah sakit Kerajaan Glasgow, kedudukan yang dijabatnya selama delapan tahun. Di rumah sakit ini Lister mendapat tugas di blok baru barak operasi. Di sini dia dikejutkan oleh tingginya angka kematian. Infeksi serius seperti kelumpuhan bagian anggota badan karena kekurangan penyaluran darah merupakan kejadian umum setelah operasi berlangsung.

Lister mencoba menjaga agar barak senantiasa dalam keadaan bersih, namun angka kematian masih tetap tinggi. Banyak dokter menganggap uap udara tak sehat yang keluar dari tanah "miasmas" (noxious vapors) yang berada di sekitar rumah sakitlah yang menjadi penyebabnya. Pendapat ini tidak memuaskan Lister.

Pada tahun 1865 Lister membaca sebuah makalah yang diterbitkan oleh kimiawan Perancis, Louis Pasteur yang pembusukan dan fermentasi makanan disebabkan oleh mikroorganisme yang ada di udara. Pasteur menyarankan tiga metode untuk menghilangkan mikro-organisme yang merusak yakni dengan: filtrasi, paparan panas, atau paparan kimia. Lister memahami kesimpulan Pasteur dengan bereksperimen sendiri dan memutuskan untuk menggunakan temuannya untuk mengembangkan teknik "antiseptik" untuk luka. dari ketiga metode yang pasteur sarankan, Lister bereksperimen dengan yang ketiga.

Friedlieb Runge (1797-1867) menemukan "creosote", yang kemudian diolah menjadi Carbolik acid (asam karbol). Meskipun Runge tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana dekomposisi terjadi, namun asam karbol telah digunakan untuk mengobati kayu yang digunakan untuk menghubungan kereta api dan kapal untuk melindungi kayu dari pembusukan. Kemudian digunakan untuk mengobati limbah di Inggris, Belgia dan Belanda. Bahan kimia yang sama juga digunakan untuk melawan parasit dan mengurangi bau selama wabah kolera dan wabah ternak.

Carbolik acid (asam karbol) yang ditemukan oleh Friedlieb Runge, dicoba Lister dengan menyemprotkannya pada instrumen, sayatan bedah, dan pakaian. Lister menemukan bahwa larutan asam karbol yang diseka pada luka sangat mengurangi kejadian gangren, infeksi. Pada bulan Agustus 1865, Lister merendam sepotong benang yang dicelupkan dalam larutan asam karbol untuk diseka ke luka dari seorang anak sebelas tahun di Glasgow Infirmary, yang telah menderita patah tulang. Setelah empat hari, ia menemukan bahwa tidak ada infeksi yang berkembang pada luka tersebut, dan enam minggu dia kagum karena tulang anak itu telah menyatu kembali. Hasil percoban Lister tentang antiseptik dalam pembedahan diterbitkan dalam The Lancet dalam serangkaian 6 artikel, berjalan dari bulan Maret sampai Juli 1867.

Ia memerintahkan ahli bedah di bawah tanggung jawabnya untuk memakai sarung tangan bersih dan mencuci tangan mereka sebelum dan setelah operasi dengan 5% larutan asam karbol. Instrumen juga dicuci dalam larutan yang sama dan asisten disemprotkan dalam ruang operasi. Salah satu saran tambahan adalah untuk berhenti menggunakan bahan-bahan alami berpori dalam pembuatan pegangan instrumen medis.

Pada tahun 1869 Lister meninggalkan Glasgow, kembali ke Edinburgh sebagai pengganti Syme sebagai Profesor Bedah di University of Edinburgh dan terus mengembangkan metode peningkatan antisepsis dan asepsis. Ketenarannya telah menyebar pada saat itu, dan tak kurang dari 400 orang sering datang untuk mendengar kuliahnya. S

Akhir hayat - Lister pensiun dari praktek setelah istrinya meninggal pada tahun 1892 di Italia. Lister meninggal pada 10 Februari 1912 di Walmer, Kent pada usia 84. Setelah upacara pemakaman di Westminster Abbey, ia dimakamkan di Pemakaman West Hampstead, London.

Penemu Peredaran Darah dan Fungsi Jantung

Biografi William Harvey - Penemu Peredaran Darah dan Fungsi JantungWilliam Harvey adalah dokter yang mendeskripsikan sistem peredaran darah yang dipompakan sekeliling tubuh manusia oleh jantung. Hal tersebut merupaka pengembangan dari gagasan René Descartes, ia mendeskripsi tentang Tubuh Manusia, bahwa arteri dan vena ialah pipa yang mambawa makanan ke seluruh tubuh. Namun sebenarnya ia hanya mengembangkan gagasan ilmu kedokteran muslim awal khususnya karya Ibnu Nafis, yang telah menyusun asas arteri dan vena besar di abad ke-13.

Kehidupan awal dan pendidikan

William Harvey lahir pada tanggal 1 April 1578 di Folkestone, Inggris. Ayah William, yakni Thomas Harvey, adalah Jurat dari Folkestone di mana ia menjabat di kantor walikota tahun 1600. William dilahirkan di Folkestone, Inggris. Pendidikan awal Harvey dilakukan di Folkestone, di sana ia belajar bahasa Latin. Ia kemudian masuk ke Sekolah Raja (Canterbury ). Harvey tinggal di Sekolah Raja selama lima tahun, setelah itu ia bergabung dengan Gonville dan Caius College di Cambridge pada 1593. Harvey lulus sebagai Bachelor of Arts (BA) dari Caius pada tahun 1597. Dia kemudian melakukan perjalanan ke Italia melalui Perancis dan Jerman untuk masuk ke University of Padua, pada tahun 1599.

Selama belajar di sana, ia berkenalan dengan Fabricius dan membaca Fabricius ' De Venarum Ostiolis. Harvey lulus sebagai Doctor of Medicine pada usia 24 tahun dari University of Padua pada tanggal 25 April 1602. Setelah lulus dari Padua, Harvey segera kembali ke Inggris di mana ia memperoleh gelar Doctor of Medicine dari University of Cambridge pada tahun yang sama. Setelah ini, Harvey membuktikan dirinya di London , bergabung dengan College of Physicians pada tanggal 5 Oktober 1604. Beberapa minggu setelah pengakuannya, Harvey menikahi Elizabeth Browne, "putri Lancelot Browne Dr Physic ". Mereka tidak punya anak. Ia menjadi dokter di Rumah Sakit St.Bartholomew di London (1609-43) dan anggota Royal College of Physicians.

Model baru peredaran Darah

William Harvey dikenal sebagai penemu peredaran darah dan fungsi jantung setelah menerbitkan bukunya yang terkenal yakni An Anatomical Treatise on the Movement of the Heart and Blood in Animals (Gerak otomatis anatomi jantung dan darah binatang) terbit tahun 1628. Pada mulanya buku Harvey tersebut banyak ditolak oleh dokter, mereka menolak pendapat bahwa darah dalam tubuh manusia secara tetap berputar dalam saluran pada sistem yang tetap, dan jantung menyediakan tenaga untuk mengalirkan darah itu.

Harvey pertama-tama menyusun pendapat tentang sirkulasi darah itu dengan jalan membuat perhitungan secara arithmatik yang sederhana. Dia memperkirakan bahwa jumlah darah yang dipancarkan oleh tiap denyut jantung sekitar 2 ons. Karena jantung berdenyut 72 kali per menit, penjumlahannya dapat disimpulkan sekitar 540 pon darah dipancarkan tiap jam ke dalam aorta. Tetapi, jumlah yang 540 pon melebihi jumlah berat badan seorang manusia normal, bahkan jauh melebihi jumlah berat badan itu sendiri. Karena itu jelas buat Harvey bahwa darah yang sama secara tetap berputar lewat jantung. Sesudah merumuskan hipotesa ini, sembilan tahun lamanya dia pergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dan melakukan penyelidikan teliti untuk menentukan perincian peredaran darah.

Dalam bukunya, Harvey menyatakan bahwa arteri membawa darah dari jantung sedangkan vena membawa darah kembali ke jantung. Karena ketiadaan mikroskop, Harvey tidak dapat melihat kapiler, urat darah terkecil yang membawa darah dari arteri terkecil ke vena, tetapi dengan persis dia menyimpulkan adanya itu. (Kapiler diketemukan oleh biolog Itali Malpighi, beberapa tahun sesudah matinya Harvey). Harvey juga menandaskan bahwa fungsi jantung ialah memompa darah ke dalam arteri.

Embriologi - Pada akhir karier, Harvey mengadakan penelitian dalam embriologi, ia menulis On the Generation of Animals (De Generatione) pada tahun 1651. Ia mendukung teori Aristoteles bahwa embrio terbentuk secara berangsur-angsur dan tak memiliki ciri-ciri dewasa dalam tahap awal. Ia juga memiliki hipotesis tentang adanya telur mamalia, dan membedah lusinan kijang di taman perburuan raja dengan harapan menemukannya, walau ia gagal melakukannya.

Kritik atas karya Harvey - Gagasan Harvey akhirnya diterima selama masa hidupnya. Karyanya diserang, khususnya oleh Jean Riolan dalam Opuscula anatomica (1649) yang memaksa Harvey membela diri dalam Exercitatio anatomica de circulatione sanguinis (juga pada tahun 1649) di mana ia membantah bahwa posisi Riolan berlawanan dengan seluruh fakta pengamatan. Harvey tetap dianggap sebagai dokter unggul, ia merupakan dokter pribadi James I (1618-25) dan Charles I (1625-47) dan lektor Lumleian pada Royal College of Physicians (1615-56). Belakangan Marcello Malpighi bahwa gagasan Harvey pada struktur anatomi benar; Harvey telah tidak bisa membedakan kerja jaringan kapiler dan hanya dapat berteori pada bagaimana transfer darah dari arteri ke vena terjadi.

Walau begitu, karya Harvey memiliki pengaruh yang kecil pada prakter kedokteran umum saat itu — blood letting, gagasan berdasar teori Galen yang salah, terus menjadi praktik terkenal (dan terus begitu juga setelah gagasan Harvey diterima).

Wilder Penfield - Ahli Bedah Otak dan Syaraf

Wilder Penfield - Wikipedia IndonesiaWilder Graves Penfield OM CC CMG FRS (26 Januari 1891 - 5 April 1976) adalah seorang ahli bedah saraf perintis Amerika Kanada yang pernah dijuluki sebagai "orang Kanada yang hidup paling hebat." Ia memperluas metode dan teknik operasi otak, termasuk memetakan fungsi berbagai daerah otak seperti homunculus kortikal. Kontribusi ilmiahnya pada stimulasi saraf berkembang di berbagai topik termasuk halusinasi, ilusi, dan déjà vu. Penfield mencurahkan banyak pemikirannya pada proses mental, termasuk kontemplasi apakah ada dasar ilmiah untuk keberadaan jiwa manusia.

Pada tahun 1960, tahun ia pensiun, Penfield dianugerahi Medali Lister atas kontribusinya terhadap ilmu bedah. Dia menyampaikan Orasi Lister yang sesuai, "Aktivasi Rekaman Pengalaman Manusia", di Royal College of Surgeons of England pada tanggal 27 April 1961. Pada tahun 1967, dia diangkat menjadi Sahabat Ordo Kanada dan, pada tahun 1994, anumerta dilantik menjadi Canadian Medical Hall of Fame. Sebagian besar materi arsipnya tersimpan di Perpustakaan Osler di McGill University.

Di tahun-tahun berikutnya, Penfield mengabdikan dirinya untuk kepentingan umum, terutama untuk mendukung pendidikan universitas. Bersama teman-temannya, Gubernur Jenderal Georges Vanier dan Pauline Vanier , dia mendirikan Institut Keluarga Vanier "untuk mempromosikan dan membimbing pendidikan di kelas pertama rumah tangga." Dia juga merupakan pendukung awal bilingualisme masa kecil. Penfield meninggal pada tanggal 5 April 1976, menderita kanker perut di Royal Victoria Hospital di Montreal.

Penemu Pil KB Pertama - Alat Kontrasepsi

Penemu Pil KB Pertama - Alat KontrasepsiDr Gregory Goodwin Pincus adalah seorang ahli biologi, Endokrinolog dan peneliti Amerika yang ikut menemukan pil KB. Dia penulis lebih dari 250 kertas kerja ilmiah begitu juga sebuah buku The Conquest of Fertility, tentang penaklukan kesuburan, terbit tahun 1965. Gregory Pincus lahir 9 April 1903 di Woodbine, New Jersey, AS, putera peranakan Rusia-Yahudi. pasangan Elizabeth (née Lipman) dan Joseph Pincus, seorang guru pertanian. ia lulus dari Cornell tahun 1924, dan peroleh gelar doktor dari Harvard tahun 1927. Sesudah itu dia melibatkan diri dalam kerja penyelidikan di berbagai lembaga, termasuk di Harvard dan Cambridge dan menjadi profesor di Clark selama beberapa tahun.

Tahun 1944 dia bantu Worcester Foundation untuk penyelidikan biologi, dan bertahun-tahun sesudah itu memimpin laboratoriumnya. Dia penulis lebih dari 250 kertas kerja ilmiah begitu juga sebuah buku The Conquest of Fertility, tentang penaklukan kesuburan, terbit tahun 1965. Selama hidupnya Pincus peroleh banyak penghargaan atas hasil kerja ilmiahnya; tetapi, baik dia maupun mereka yang terlibat dalam penemuan pil kontrasepsi ini mendapat Hadiah Nobel. Tatkala Pincus meninggal dunia di Boston, tahun 1967, kematiannya hampir tidak diketahui publik dan para ilmuwan.

Pada awal karirnya Dr Pincus mulai mempelajari hormon steroid dan hormonal. Dia tertarik pada sistem hormon yang mempengaruhi reproduksi mamalia. Terobosan pertamanya datang lebih awal, ketika ia mampu menghasilkan fertilisasi in vitro pada kelinci pada tahun 1934. Pada tahun 1936, ia menerbitkan penemuannya setelah eksperimennya. Eksperimen yang melibatkan partenogenesis menghasilkan kelinci yang muncul di sampul majalah pada tahun 1937, yang mungkin menjadi alasan untuk Harvard telah membantah kepemilikan Pincus.

Perkembangan pil baru dimulai sekitar tahun 1950 tatkala Gregory Pincus, mulai menggarap masalah ini. Margaret Sanger adalah seorang penganjur pembatasan kelahiran yang memberi dorongan moril kepada Pincus. Dia memilih Gregory Pincus karena ahli dalam bidang "steroid metabolisme" dan di bidang fisiologi pembiakan makhluk memamah biak dan juga direktur laboratorium Worcester Foundation for Experimental Biology di Shrewsbury, Massachusetts, laboratorium percobaan biologi.

Pincus dibantu oleh Dr. Min-Chueh Chang, seorang penyelidik di Worcester Foundation, melakukan percobaan "progesteron" terhadap binatang-binatang laboratorium, untuk melihat apakah hal itu dapat menekan pembuahan meskipun ditelan lewat mulut. Percobaan Chang ternyata sukses. Ini betul-betul suatu permulaan yang memberi harapan, khusus dari sudut kenyataan bahwa beberapa tahun sebelumnya seorang ahli kimia bernama Russel Marker sudah menemukan cara untuk membuat "progesterone" sintetis yang lebih murah harganya.

Penyumbang pikiran lainnya adalah Dr. John Rock, seorang gyneacolog yang atas anjuran Pincus melakukan percobaan. Percobaan ini menunjukkan bahwa "progesterone" yang ditelan dapat mencegah pembuahan pada wanita. Tetapi, penyelidikan Rock juga menimbulkan dua masalah akibat penggunaan "progesterone" sebagai kontrasepsi yang ditelan. Pertama, hanya menekan sekitar 85% pembuahan. Kedua, diperlukan dosis yang tak layak besarnya untuk mengatasi soal itu.

Pada Bulan Desember 1953 dia meminta ke berbagai perusahaan bahan kimia agar mengirim contoh "steroids" sintetis yang mereka produksi yang serupa secara kimiawi dengan "progesterone." Pincus mencoba bahan-bahan kimia yang diterimanya, dan salah satunya adalah "norethynodrel" buatan G.D. Searle dan ternyata efektif.

Ini merupakan jalan keluar yang menguntungkan buat Pincus, karena tatkala dia mulai penyelidikannya, sejak tahun 1950, norethynodrel bahkan tak pernah ada! Ini sudah disintetiskan tahun 1952 oleh Dr. Frank B. Colton, seorang ahli biokimia yang bekerja di laboratorium Searle, dan kemudian mempatenkan atas namanya. Tetapi, baik Colton ataupun para pengawasnya di G.D. Searle tidak bermaksud mencoba menciptakan alat kontrasepsi yang ditelan, bahkan tidak pada saat mereka sadar bahwa mereka sebenarnya sudah berhasil membuatnya.

Percobaan-percobaan berikutnya yang dilakukan oleh kelompok penyelidik yang sudah dihimpun oleh Pincus menunjukkan bahwa "norethynodrel" itu masih bisa lebih efektif bila ditambah dengan sedikit campuran kimia yang disebut "mestranol." Kombinasi obat inilah yang kemudian dilempar ke pasar oleh G.D. Searle dan perusahaannya yang disebut "Enovid."

Menjelang tahun 1955 Pincus mulai melakukan percobaan pil secara besar-besaran. Percobaan dimulai bulan April tahun 1956, di kota San Yuan, Puerto Rico, di bawah pengawasan Dr. Edris Rice-Wray. Dalam tempo sembilan bulan, percobaannya menunjukkan keberhasilan pil kontrasepsi yang ditelan. Tetapi, percobaan diteruskan lagi hingga tiga tahun sebelum dinas pengawasan makanan dan obat-obatan menyetujui pemasaran "Enovid" pada bulan Mei 1960.

Gregory Pincus tidak mengembangkan pil kontrasepsi sendirian. Frank Colton adalah orang yang sesungguhnya menciptakan "norethynodrel"; jelas, Colton dan para ahli kimia yang merintis jalan untuk hasil karyanya layaklah jasa-jasanya diperhitungkan. Begitu pula banyak orang yang bekerja bersama dalam kelompok Pincus, termasuk John Rock, Min-Chueh Chang, dan Dr. Celso-Ramon Garcia kesemuanya ini tak bisa dikesampingkan sumbangan pikirannya.

Untuk hal,itu, Dr. Edris Rice-Wray, Margaret Sanger, dan banyak lagi yang tak bisa saya sebut, mereka masing-masing memegang peranan dalam keseluruhan hasil kerja. Tetapi, tampaknya tak bisa diragukan lagi bahwa Gregory Pincus merupakan tokoh terpenting dan tenaga penggerak utama dari seluruh proyek. Dia seorang ilmuwan yang tak berkeputusan mengabdikan segenap waktu dan usahanya dalam perjuangan penyelidikan kontrasepsi lewat mulut; dia adalah orang yang memiliki kemampuan ilmiah dan pengorganisasian yang memungkinkan berhasilnya proyek itu; dia menelaah gagasan dasar, mengusahakan dana untuk biaya penyelidikan, dan mengajak orang-orang berbakat bekerja sama dalam proyeknya. Dia punya pandangan dan kepastian mendorong proyek hingga rampung dan rapi, dan dialah seorang yang menerima penghargaan utama dari hasil kerja besar ini.

Dia telah menerima sejumlah penghargaan. Beberapa penghargaan ini termasuk Bird Prize Oliver pada tahun 1957, Julius A. Koch Award pada 1962, dan Achievement Award Ilmiah American Medical Association pada tahun 1967. Pincus menikahi Elizabeth Notkin pada tahun 1924 dan mereka memiliki tiga anak bersama-sama. Dia meninggal pada tahun 1967 akibat metaplasia myeloid, penyakit darah yang langka, di Boston, Massachusetts. Dia berusia 64 tahun dan tinggal di Northborough, Massachuset . Pemakaman Dr Pincus diadakan Jumat 25 Agustus 1967 di Temple Emanuel di Worcester, Massachusetts.

Penemu Sinar X - Wilhelm Conrad Rontgen

Biografi Wilhelm Conrad Rontgen Penemu Sinar XWilhelm Conrad Röntgen (27 Maret 1845 – 10 Februari 1923) ialah fisikawan Jerman yang merupakan penerima pertama Penghargaan Nobel dalam Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik. Wilhelm Conrad Rontgen penemu sinar X dilahirkan tahun 1845 di kota Lennep, Jerman. Dia peroleh gelar doktor tahun 1869 dari Universitas Zurich. Selama sembilan belas tahun sesudah itu, Rontgen bekerja di pelbagai universitas, dan lambat laun peroleh reputasi seorang ilmuwan yang jempol. Tahun 1888 dia diangkat jadi maha guru bidang fisika dan Direktur Lembaga Fisika Universitas Wurburg. Di situlah, tahun 1895, Rontgen membuat penemuan yang membuat namanya kesohor.

Tanggal 8 Nopember 1895 Rontgen lagi bikin percobaan dengan "sinar cathode." Sinar cathode terdiri dari arus electron. Arus diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Sinar cathode sendiri tidak khusus merembes dan sudah distop oleh beberapa sentimeter udara. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup dia punya tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung.

Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan. Karena ini merupakan hal yang misterius, dia sebut radiasi yang tampak itu "sinar X." Adapun "X" merupakan lambang matematik biasa untuk sesuatu yang tidak diketahui.

Tergiur oleh penemuannya, Rontgen menyisihkan penyelidikan lain dan pusatkan perhatian pada yang terkandung dalam "sinar X." Sesudah beberapa minggu kerja keras, dia menemukan bukti lain seperti ini: (1) sinar X bisa membikin sinar pelbagai benda kimia selain "barium platinocyanide." (2) sinar X dapat menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Rontgen menemukan bahwa sinar X dapat menembus langsung dagingnya tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen dapat melihat di layar bayangan dari tulang tangannya. (3) sinar X berjalan menurut garis lurus; tidak seperti partikel bermuatan listrik, sinar X tidak terbelokkan oleh bidang magnit.

Bulan Desember 1895 Rontgen menulis kertas kerja pertamanya mengenai sinar X. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, beratus ilmuwan melakukan penyelidikan sinar X, dan dalam tempo setahun sekitar 1000 kertas kerja diterbitkan tentang masalah itu! Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya langsung bersandar dari hasil penemuan Rontgen adalah Antoine Henri Becquerel. Orang ini, meskipun maksud utamanya menyelidiki sinar X, justru menemukan fenomena penting tentang radioaktivitas.

Secara umum, sinar X bekerja bilamana enerji tinggi elektron mengenai sasaran. Sinar X itu sendiri tidak mengandung elektron, tetapi gelombang elektron magnetik. Oleh karena itu pada dasarnya dia serupa dengan radiasi yang dapat terlihat mata (yaitu gelombang cahaya), kecuali panjang gelombang sinar X jauh lebih pendek. Penggunaan sinar X yang paling dikenal --tentu saja-- di bidang pengobatan dan diagnosa gigi. Penggunaan lain adalah di bidang radioterapi, di mana sinar X digunakan untuk menghancurkan tumor ganas atau mencegah pertumbuhannya.

Sinar X juga banyak digunakan di pelbagai keperluan industri. Misalnya, bisa digunakan buat ukur tebal sesuatu benda atau mencari kerusakan yang tersembunyi. Sinar X juga berfaedah di banyak bidang penyelidikan ilmiah, mulai dari biologi hingga astronomi. Khususnya, sinar X menyuguhkan para ilmuwan sejumlah besar informasi yang berkaitan dengan atom dan struktur molekul.

Penggunaan sinar X telah membawa banyak manfaat meski Sinar ultraviolet (yang panjang gelombangnya lebih pendek ketimbang cahaya yang tampak oleh mata) telah diketahui orang hampir seabad sebelumnya. Keberadaan sinar X --yang punya persamaan dengan gelombang ultraviolet, kecuali panjang gelombangnya masih lebih pendek-- masih berada dalam kerangka fisika klasik. Hingga akhir hayatnya Rontgen tak punya anak, karena itu dia dan istrinya mengangkat anak seorang gadis. Tahun 1901 Rontgen menerima Hadiah Nobel untuk bidang fisika, yang untuk pertama kalinya diberikan untuk bidang itu. Dia tutup usia di Munich, Jerman tahun 1923.

Penemu Aspirin dan Biografi Felix Hoffmann

Biografi Felix Hoffmann - Penemu AspirinFelix Hoffmann lahir di Ludwigsburg, Jerman pada 21 Januari 1868, Ia adalah seorang kimiawan Jerman. Ia belajar kimia di Universitas Ludwig Maximilian München. Pada tahun 1894, ia bergabung dengan perusahaan farmasi Bayer di Elberfeld. Ia banyak dikenal atas sintesis asam salisilat dalam bentuk stabil untuk pertama kalinya pada tanggal 10 Agustus 1897, yang digunakan di bidang kedokteran.

Felix Hoffmann lahir pada 21 Januari 1868 di Ludwigsburg. Pada tahun 1889 ia mulai belajar kimia di Ludwig-Maximilians-University of Munich untuk belajar farmasi dan berakhir pada tahun 1890 dengan ujian negara farmasi. Pada tahun 1891 ia lulus magna cum laude dari University of Munich. Dua tahun kemudian ia menerima gelar doktornya, juga magna cum laude, setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul "On derivatif tertentu dihydroanthracene." Pada tahun 1894, ia bergabung dengan Bayer sebagai ahli kimia.

Penemuan asam asetilsalisilat (ASA) dalam bentuk kimia murni dan stabil - Hoffman berusaha untuk menemukan cara alternatif dalam mengobati arthritis tanpa menggunakan natrium salisilat, natrium salisilat yang digunakan untuk mengobati arthritis sering menyerang lapisan lambung dan menyebabkan pasien sakit yang cukup akibat iritasi. Karena keasaman membuat salisilat keras pada perut, ia mulai mencari formasi asam yang menyebabkan dia untuk mensintesis asam asetilsalisilat, suatu senyawa yang berbagi sifat terapeutik salisilat lain tetapi tidak memiliki keasaman yang kuat yang menyebabkan iritasi lambung.

Hal ini dicapai dengan menempatkan senyawa melalui serangkaian reaksi kimia yang menutupi salah satu bagian asam, meninggalkan gugus asam karboksilat, dengan kelompok ASETIL mengubahnya menjadi asam asetilsalisilat. Jadi dengan acetylating asam salisilat dengan asam asetat, ia berhasil menciptakan asam asetilsalisilat (ASA) dalam bentuk kimia murni dan stabil. Pada tanggal 10 Agustus 1897, Hoffmann berhasil mensintesis asam asetilsalisilat (ASA) untuk pertama kalinya dalam bentuk stabil yang dapat digunakan untuk aplikasi medis. Dengan acetylating asam salisilat dengan asam asetat, ia berhasil menciptakan asam asetilsalisilat (ASA) dalam bentuk kimia murni dan stabil.

Pada awalnya, ahli Farmasi, yang bertanggung jawab untuk memverifikasi hasil ini belum yakin, namun setelah beberapa kali dilakukan penelitian dalam skala besar untuk menyelidiki kemanjuran substansi dan tolerabilitas telah selesai ditemukan, Hoffmann telah menemukan sakit-relieving, zat penurun demam dan anti-inflamasi. Perusahaan ini kemudian bekerja untuk mengembangkan proses produksi yang akan memfasilitasi bahan aktif yang menjanjikan yang harus diberikan sebagai produk farmasi. Pada tahun 1899, obat Hoffmann dipasarkan untuk pertama kalinya dengan nama dagang Aspirin, Pada awal dibuat dalam bentuk serbuk dalam botol kaca. Aspirin merupakan akronim dari:

A : Gugus asetil
spir : nama bunga tersebut dalam bahasa Latin
spiraea : suku kata tambahan yang sering kali digunakan
in : untuk zat pada masa tersebut.

Bayer meluncurkan senyawa tersebut dengan nama aspirin. Senyawa ini sebenarnya pernah disintesis sebelumnya, namun tak digunakan untuk kedokteran. Asam salisilat sudah disintesis oleh Charles Frédéric Gerhardt dari Strossburi pada tahun 1853. Setelah penemuan aspirin tersebut, Félix Hoffmann dimutasi ke bagian pemasaran obat, hingga pensiun pada tahun 1928. Pada tahun 2002, namanya dimasukkan ke National Inventors Hall of Fame. Hoffman tidak pernah menikah dan meninggal di Swiss pada tanggal 8 Februari 1946 pada umur 78 tahun.

Penemu Bakteri Penyakit TBC Tuberkulosis

Penemu Bakteri Penyakit TBC TuberkulosisRobert Heinrich Herman Koch (lahir di Clausthal, Kerajaan Hanover, Jerman, 11 Desember 1843 meninggal di Karlsruhe Grand Duchy of Baden, 27 Mei 1910 pada umur 66 tahun), dianggap sebagai pendiri modern bakteriologi, dikenal karena perannya dalam mengidentifikasi agen penyebab spesifik TB,, kolera, dan antraks dan untuk memberikan dukungan eksperimental untuk konsep penyakit menular.

Selain studi rintisannya pada penyakit ini, Koch yang diciptakan dan ditingkatkan teknologi laboratorium yang signifikan dan teknik di bidang mikrobiologi, dan membuat sejumlah penemuan kunci yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Penelitiannya menyebabkan penciptaan postulat Koch, serangkaian empat prinsip umum menghubungkan mikroorganisme spesifik untuk penyakit tertentu yang tetap hari ini "standar emas" dalam medis mikrobiologi. Sebagai hasil dari terobosan penelitian pada TB, Koch menerimaPenghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1905.

Robert Koch lahir di Klausthal, Hanover, Jerman pada tanggal 11 Desember 1843 hingga Hermann Koch dan Mathilde Julie Henriette Biewand. Koch unggul di bidang akademik sejak usia dini. Sebelum masuk sekolah pada tahun 1848, Koch telah belajar sendiri cara membaca dan menulis.

Dia lulus dari sekolah tinggi pada tahun 1862, setelah unggul dalam ilmu pengetahuan dan matematika. Pada usia 19, Koch memasuki Universitas Göttingen, mempelajari ilmu alam. Namun, setelah dua semester, Koch memutuskan untuk mengubah daerahnya studi untuk obat-obatan, karena ia bercita-cita menjadi dokter.

Selama Koch semester kelima sekolah kedokteran, Jacob Henle, seorang ahli anatomi yang telah menerbitkan sebuah teori penularan pada tahun 1840, Koch meminta untuk berpartisipasi dalam proyek penelitiannya pada struktur saraf uterus. Pada semester keenam, Koch mulai melakukan penelitian di Fisiologis Institute, di mana ia belajar sekresi asam suksinat.

Hal ini pada akhirnya akan membentuk dasar dari disertasinya. Pada bulan Januari 1866, Koch lulus dari sekolah kedokteran, mendapatkan kehormatan penghargaan tertinggi. Pada bulan Juli 1867, setelah lulus dari sekolah kedokteran, Koch menikahi Emma Adolfine Josephine Fraatz, dan dua memiliki seorang putri, Gertrude, pada tahun 1868.

Setelah lulus pada tahun 1866, ia bekerja sebagai ahli bedah di Franco-Prusia, dan mengikuti dinasnya, bekerja sebagai dokter di Wollstein (sekarang Wolsztyn, Polandia). Pernikahan Koch dengan Emma Fraatz berakhir pada tahun 1893, dan kemudian pada tahun yang sama, ia menikah dengan aktris Hedwig Freiberg. Dari 1885-1890, Koch menjabat sebagai administrator dan profesor di Universitas Berlin.

Koch menderita serangan jantung pada tanggal 9 April 1910 pernah membuat pemulihan lengkap. Pada tanggal 27 Mei, hanya tiga hari setelah memberikan ceramah tentang tuberkulosis penelitian di Berlin Academy of Sciences, Robert Koch meninggal di Baden Baden pada usia 66. Setelah kematiannya, Institut bernama pendiriannya setelah dia di menghormatinya.Kontribusi Penelitian

Robert Koch secara luas dikenal karena karyanya dengan antraks, menemukan agen penyebab penyakit fatal menjadi "Bacillus anthracis". Koch menemukan spora formasi bakteri anthrax, yang bisa tetap aktif dalam kondisi tertentu. Namun, di bawah kondisi yang optimal, ia menemukan bahwa spora yang diaktifkan dan menyebabkan penyakit.

Untuk menentukan agen ini penyebab, ia mengkultur kering tetap bakteri ke slide kaca, pewarna yang digunakan untuk mewarnai kultur, dan kemudian mengamati mereka melalui mikroskop. Karya Koch dengan anthrax adalah penting dalam bahwa ia adalah yang pertama untuk menghubungkan suatu mikroorganisme tertentu dengan penyakit tertentu, menolak gagasan generasi spontan dan membuktikan kuman teori penyakit. Selama waktunya sebagai penasihat pemerintah dengan Imperial Departemen Kesehatan di Berlin pada tahun 1880, Robert Koch menjadi tertarik pada TB penelitian. Pada saat itu, secara luas diyakini bahwa TBC adalah penyakit bawaan.

Namun, Koch yakin bahwa penyakit itu disebabkan oleh bakteri dan menular, dan diuji empat postulat menggunakan kelinci percobaan. Melalui percobaan ini, Koch menemukan bahwa eksperimen dengan tuberkulosis puas keempat postulat nya. Pada tahun 1882, ia menerbitkan penemuannya tentang TBC, di mana ia menemukan agen penyebab penyakit menjadi lambat tumbuh "Mycobacterium tuberculosis". Karyanya dengan penyakit ini memenangkan Koch Nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1905. Selain itu, penelitian Koch pada tuberkulosis, bersama dengan studi tentang penyakit tropis, dia memenangkan Orde Prusia Pour le Kemuliaan pada tahun 1906 dan Robert Koch medali, didirikan untuk menghormati dokter hidup terbesar, pada tahun 1908.