• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sjamsoe’oed Sadjad - Bapak Benih Indonesia

Sjamsoe’oed Sadjad - Bapak Benih IndonesiaProf. Dr. Sjamsoe’oed Sadjad (lahir 24 Juni 1931) atau yang sering dikenal sebagai Bapak Benih Indonesia merupakan peneliti dan akademisi dengan keahlian di bidang teknologi benih yang terkenal karena telah menulis 356 artikel di media massa tentang pertanian, sosial dan lingkungan. Dia merupakan mantan dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada periode 1965-1966 dan profesor emeritus IPB. Pada tahun 2010, ia mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie Award.

Sadjad lahir di Madiun pada tanggal 24 Juni 1931. Dia bersekolah di Sekolah Menengah Atas Budi Utomo Jakarta dan melanjutkan studi di Jurusan Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang lulus pada tahun 1961. Sadjad pernah mengikuti program pendidikan untuk staf pengajar pada tahun 1957 ke Universitas Kentucky yang merupakan program kerja sama dengan Universitas Indonesia yang bernama Kentucky Contract. Program ini juga mendapatkan bantuan dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Sadjad melanjutan studi magisternya di Mississippi State University dan lulus pada tahun 1963 di jurusan Teknologi Benih dengan gelar Master of Agronomy.[6] Sadjad meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya berjudul Kertas merang untuk uji viabilitas benih beberapa penemuan dalam bidang teknologi benih dengan promotor Hari Suseno dan lulus pada tahun 1972 di IPB.

Sadjad menikah dengan Retno Winarni yang meninggal pada tahun 2000 dan memiliki empat orang anak, yaitu Dr. Ir. Rhiza S. Sadjad yang menjadi Doktor lulusan Universitas Wiconsin yang saat ini masih menjabat sebagai dosen di Universitas Hasanuddin, Mirza S Sadjad, Elza S Sadjad dan Roza S Sadjad yang merupakan lulusan Doktor dari Universitas Negeri Oregon.[8] Roza meninggal dalam peristiwa Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 bersama kedua anaknya, Maureen dan Tazkia. Namanya diabadikan menjadi sebuah nama ruang seminar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala.

Sadjad menjadi asisten dosen untuk Prof. Ir Gunawan Satari pada tahun 1957. Dia diangkat menjadi staf pengajar selama setahun pada tahun 1958 atas perintah Dekan Pertanian Thoyib Hadiwidjaja. Sadjad menjadi salah satu dosen yang selamat dari fenomena pemecatan dosen pada kejadian G30S yang mengenai rekan-rekannya di IPB. Sadjad menjadi Dekan Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1965 sampai tahun 1966 sekaligus menjadi Kepala Laboratorium ilmu Benih 1964 pada tahun 1996. Lalu, diangkat menjadi Guru Besar Ilmu pertanian pada tahun 1981 dan pensiun pada tahun 1996. Dia sempat menjabat sebagai Guru Besar tetap di Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi di Surakarta dari tahun 1997 sampai tahun 2005 dan mendapatkan gelar Profesor Emeritus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1997 sampai sekarang di Fakutas Pertanian IPB.

Sadjad menerima penghargaan Cendekiawan Berdedikasi dari Harian Kompas karena menjadi perintis ilmu dan teknologi benih di Indonesia yang pemikirannya mampu memuat berbagai aspek pertanian sosial, ekonomi, dan politik dalam bentuk tulisan yang dia tulis sejak tahun 1977 di Harian Kompas. Sadjad menerima penghargaan Achmad Bakrie Award pada tahun 2010 di bidang teknologi atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi benih dan pertanian di Indonesia.

Penerimaan penghargaan ini oleh Sadjad diikuti dengan komentarnya terhadap penolakan oleh Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef "Jangan sampai ada pemahaman sepertinya yang menerima selalu berada di bawahnya yang memberi, apalagi ditambahkan kata-kata 'yang memberi berlumpur". Dia juga menganggap penghargaan ini secara terpisah dari bisnis Bakrie. Sadjad menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi) yang bekerja sama dengan IPB pada tahun 2019 atas dedikasinya dalam pengembangan benih yang ada di Indonesia.

Profesor Rapee Sagarik Bapak Anggrekologi

Profesor Rapee Sagarik Bapak Anggrekologi ThailandRapee Sagarik ( Thailand : ระ พี สา ค ริก , 4 Desember 1922 - 17 Februari 2018) adalah seorang ahli hortikultura , ahli botani dan anggrek Thailand. Dia adalah seorang profesor di Universitas Kasetsart dan menjabat sebagai presidennya dari tahun 1972 hingga 1980. Selain mempelajari secara ilmiah dan membuat katalog anggrek, yang kemudian dikenal sebagai "Bapak Anggrekologi Thailand", dia juga bekerja dalam pengembangan kultivar padi dan penelitian pertanian , dan menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Koperasi.

Universitas Kasetsart ( Thailand : มหาวิทยาลัย เกษตรศาสตร์ ; RTGS : Mahawitthayalai Kasetsat ) (KU) adalah universitas riset publik di Bangkok, Thailand . Itu adalah universitas pertanian pertama Thailand dan universitas tertua ketiga di Thailand. Ini didirikan pada 2 Februari 1943 untuk mempromosikan mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pertanian . Sejak itu, Universitas Kasetsart telah memperluas bidang studi untuk mencakup ilmu kehidupan , sains , teknik , ilmu sosial , dan humaniora . Kampus utama Universitas Kasetsart adalah di Bangkhen, utara Bangkok, dengan beberapa kampus lain di seluruh Thailand. Ini adalah universitas terbesar di Thailand.

María Ylagan Orosa - Ahli Teknologi Pangan

María Ylagan Orosa - Ahli Teknologi Pangan FilipinaMaría Orosa e Ylagan (1893–1945) adalah seorang teknolog makanan Filipina, ahli kimia farmasi, tokoh kemanusiaan dan pahlawan perang. Ia bereksperimen dengan makanan asli Filipina, dan selama Perang Dunia II mengembangkan Soyalac (dari kedelai) dan Darak (dari bekatul), yang ia juga membantu menyelundupkan ke kamp-kamp interniran yang dikelola Jepang dan yang membantu menyelamatkan nyawa ribuan orang. Filipina, Amerika, dan warga negara lainnya. Meskipun menawarkan pekerjaan sebagai asisten ahli kimia oleh pemerintah negara bagian Washington, Orosa kembali ke Filipina pada tahun 1922. Dia awalnya mengajar ekonomi rumah tangga di Universitas Escolar Centro , kemudian dipindahkan ke divisi pelestarian makanan Biro Ilmu Pengetahuan Filipina.

Orosa ingin membantu Filipina menjadi swasembada, serta untuk memberdayakan keluarga Filipina. Dia mengorganisasi klub 4-H di pulau-pulau (yang memiliki lebih dari 22.000 anggota pada tahun 1924), serta melakukan perjalanan ke barrios untuk mengajar para wanita cara memelihara ayam, melestarikan produk lokal dan merencanakan makanan sehat. Orosa menciptakan oven palayok untuk memungkinkan keluarga tanpa akses listrik untuk memanggang, serta mengembangkan resep untuk produk lokal, termasuk singkong, pisang, dan kelapa. Kecap pisangnya menjadi bumbu favorit dan bahan masakan di pulau-pulau itu. Dia juga mengembangkan anggur dan calamansi nip, bentuk kering dan bubuk dari buah jeruk yang juga digunakan untuk membuat jus calamansi, saus pisang, dan resep lainnya. Orosa akhirnya menjadi kepala Divisi Ekonomi Rumah Tangga dan mengorganisasi Divisi Pelestarian Makanannya. Menggunakan pengetahuan lokal dan teknisnya, Orosa juga membuat kontribusi kuliner dan mengajarkan metode pelestarian yang tepat untuk hidangan asli seperti adobo , dinuguan , kilawin , dan escabeche .

Selama Perang Dunia II, Orosa menggunakan latar belakang ilmu makanannya untuk menciptakan Soyalac (produk kedelai bubuk kaya protein) dan Darak (bubuk bekatul yang kaya thiamine dan vitamin lain yang juga bisa mengobati beri-beri ). Ia juga menjadi kapten di Gerilyawan Marking , pasukan lokal Filipina yang diorganisir oleh Marcos V. Augustin Marking [5] yang membantu pasukan AS melawan pasukan pendudukan Jepang, termasuk dengan menggunakan tukang kayu yang telah memasukkan Soyalac dan Darak ke batang bambu berlubang yang mereka dibawa ke warga sipil yang dipenjara di Universitas Santo Tomas di ibu kota serta tahanan kamp-kamp perang yang dikelola Jepang di Capas dan Corregigor. Bubuk menyelamatkan nyawa banyak gerilyawan dan tentara AS yang kelaparan. Kue "Tiki-Tiki" -nya (dibuat menggunakan Darak) juga menyelamatkan banyak nyawa warga sipil selama kekurangan makanan selama masa perang.

Meskipun keluarga dan teman-teman mendesak "Tia Maria" untuk meninggalkan Manila ke kampung halamannya ketika pasukan Amerika dan Jepang berjuang untuk menguasai kota, Orosa menolak, bersikeras bahwa sebagai seorang prajurit ia harus tetap di posnya. Pada 13 Februari 1945, Orosa meninggal karena luka-luka pecahan peluru setelah dipukul pertama kali di kantor pemerintahnya selama serangan bom Amerika, kemudian rumah sakit tempat dia dibawa dibom dan pecahan pecahan peluru lain menusuk jantungnya, membunuhnya secara instan. Palang Merah Amerika memberi Orosa penghargaan kemanusiaan atas upaya penyelundupan makanannya. Keponakannya Helen Orosa del Rosario pada tahun 1970 menerbitkan Maria Orosa: kehidupan dan pekerjaannya , yang juga termasuk 700 resep Orosa.

Filipina telah secara resmi mengakui kontribusi Orosa. Rumahnya, provinsi Batangas, memasang patung dan tanda sejarah (gambar). Sebuah jalan di Ermita, Manila (di mana Pengadilan Banding Filipina berada), dinamai menurut namanya, seperti juga bangunan di Biro Tanaman dan Industri. Selama peringatan 65 tahun Institut Sains dan Teknologi, ia menjadi salah satu dari 19 ilmuwan yang menerima pengakuan khusus. Pada 29 November 1983, National Historical Institute memasang spanduk untuk menghormatinya di Biro Industri Tanaman di San Andrés, Manila. Untuk memperingati ulang tahun keseratusnya, Perusahaan Pos Filipina mengeluarkan perangko untuk menghormatinya. Kampung halamannya di Taal, Batangas juga merayakan ulang tahun ke 125 kelahirannya pada tanggal 29 November 2018.

Francesco Redi - Anti Generatio Spontanea

Francesco Redi - Penentang Teori AbiogenesisFrancesco Redi (1626 -1697) adalah seorang dokter, ahli bedah, dan ilmuwan yang terkenal dengan eksperimennya yang menentang teori generasi spontan (Spontaneous Generation). Ia juga dikenal sebagai seorang penulis soneta, salah satu karyanya yang terkenal berjudul Bacco in Toscano (1685). Francesco Red lahir 18 Februari 1626 di Arezzo, Italia dari pasangan bangsawan Cecelia de'Ghinci dan Gregorio Redi. Ayahnya adalah dokter yang bekerja untuk Adipati (Grand Duke) Ferdinand II dan putranya, Casimo III. Di masa mudanya, Redi dididik oleh imam Yesuit yang ajarannya berpegangan pada filosofi Aristoteles. Setelah dewasa, Redi menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Pisa dan juga menjadi dokter di pengadilan setelah mendapatkan panggilan dari Adipati.

Setelah mengunjungi Roma, Naples, Bologna, Padua, dan Venice, Redi memulai praktik sebagai dokter di Florence. Dari tahun 1657 hingga 1667, Redi menjadi anggota dari Akademi Eksperimen (Accademia del Cimento). Selanjutnya, dia juga menjadi anggota aktif "Trusca", "Arcadia", membantu penyusunan kamus Tuscan, mengajar bahasa Tuscan di Florence (1666). Beberapa karya sastra yang ditulis oleh Redi selama hidupnya adalah Letters, puji-pujian Bacco in Toscana, dan Arianna Inferma. Karya sastranya yang paling puitis, Bacco in Toscana dianggap sebagai salah satu karya sastra terbaik pada abad ke-17. Mendekati akhir hidupnya, kondisi kesehatan Redi semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada 1 Maret 1967 di Pisa.

Percobaan biogeneis - Francesco Redi hidup di era yang penuh ajaran Aristoteles, namun pemikirannya dipengaruhi oleh teori Galileo serta Bruno dan Kepler. Ketertarikannya terhadap penelitian ilmiah terinspirasi setelah membaca tulisan Giuseppe Aromatari dari Assisi dan William Harvey yang membantah teori generasi spontan (abiogenesis). Aromatari dan Harvey mengemukakan teori yang menyatakan bahwa serangga, cacing, dan katak tumbuh dari benih atau telur yang terlalu kecil untuk dilihat. Pada masa itu, belatung dipercaya muncul dari daging busuk sesuai teori generasi sponatan yang dipengaruhi oleh ajaran Aristoteles. Redi tertarik untuk mencari tahu tentang kebenaran hal tersebut, dia menyimpan berbagai macam daging ke dalam tabung satu per satu dan mengamati belatung yang memakan daging busuk dan menemukan bahwa belatung tersebut berkembang menjadi lalat. Sebelum belatung muncul, dia mengamati bahwa lalat terlebih dahulu mengerumuni daging busuk tersebut dan dari sana, ditarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang menyebabkan terjadi produksi belatung.

Pada tahun 1688, Redi mempublikasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Percobaan pada asal usul serangga". Eksperimen dalam buku tersebut berhasil mematahkan teori abiogenesis (kehidupan berasal dari benda mati) dan memunculkan teori biogenesis.
Pernyataan Omne vivum ex ovo (Semua kehidupan berasal dari telur) dicetuskan berdasarkan percobaan yang dilakukan Redi. Teori biogenesis mengemukakan bahwa kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya. Dalam percobaanya, dia menggunakan dua wadah berisi daging, yang pertama dibiarkan terbuka, sedangkan yang lainnya ditutup. Pada wadah yang terbuka, belatung tumbuh pada daging sedangkan pada wadah lainnya tidak ada pertumbuhan belatung. Konsep biogenesis tersebut belum sepenuhnya dapat diterima hingga muncul percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur pada tahun 1859.

Semasa hidupnya, Redi juga mematahkan kesalahpahaman dan kepercayaan tentang ular berbisa. Eksperimen yang dilakukannya menunjukkan bahwa empedu ular berbisa tidak beracun, menelan bisa atau gigi ular tidak berbahaya, namun apabila bisa tersebut masuk melalui luka terbuka atau diinjeksikan ke bawah kulit maka akan berakibat fatal. Selain itu, redi juga menyatakan bahwa bisa ular adalah cairan kuning yang diproduksi oleh kelenjar pada bagian kepala ular dan diinjeksikan hanya melalui dua gigi, bukan diproduksi oleh roh liar. Dia juga mematahkan mitos yang menyatakan bahwa kekuatan bisa ular dipengaruhi oleh makanannya, ular meminum anggur, dan beberapa mitos yang salah lainnya. Namun, pemikirannya tidak sepenuhnya diterima hingga publikasi yang dilakukan oleh Felice Fontana pada tahun 1781, dimana kesimpulan Redi dapat diterima sepenuhnya.

Penemu IPA Sejarah Ilmu Pengetahuan Alam

Penemu IPA - Sejarah Ilmu Pengetahuan AlamIlmu alam (bahasa Inggris: natural science; atau ilmu pengetahuan alam) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11)

Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.

Archimedes hidup pada masa 287 SM sampai 212 SM bersal dari Syracusa. Ia belejar di kota Alexandria, Mesir. Menurut ukuran dunia lama ia bukan pintar sekedar pintar tetapi paling pintar di bidangnya yaitu bidang matematika. Dia kadangkala dianggap penemu prinsip pengungkit dan konsep gaya berat tertentu. Tetapi nyatanya pengungkit itu sudah dikenal dan digunakan orang berabad sebelum ada Archimedes. Tampaknya dia orang pertama yang jelas menerangkan formula hal-ihwal pengungkit meskipun insinyur-insinyur mesin sudah berulang kali dan mampu menggunakan pengungkit jauh sebelum Archimedes.

Konsep tentang kepadatan (berat per volume unit) dari sesuatu benda sebagai lawan berat keseluruhan sesuatu obyek tampaknya sudah diketahui sebelum Archimedes dan mahkota (cerita tentang dia melompat dari tempat mandinya dan berlari-lari sepanjang jalan sambil teriak "Eureka" artinya "aku sudah menemukannya"), apa yang ditemukan Archimedes bukanlah barang baru melainkan sekedar pemakaian terang-terangan dari konsep yang sudah dikenal terhadap sesuatu masalah spesifik.

Selaku matematikus tak syak lagi Archimedes memang terkemuka. Buktinya dia hampir sampai pada memformulasikan "kalkulus integral" lebih dari delapan belas abad sebelum Isaac Newton berhasil melaksanakannya. Malangnya sistem yang mudah untuk melukiskan lambang-lambang jumlah masih kurang di masa Archimedes. Begitu pula malangnya tak ada pelanjut-pelanjutnya yang cukup bermutu selaku matematikus. Akibatnya kebrilianan pandangan matematika Archimedes menjadi semakin berkurang daya cekamnya seperti sebelumnya.

Archimedes meninggal dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari Jendral Romawi Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah. Ia mendasarkan penemuannya dengan eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak Ilmu Pengetahuan Alam Eksperimental.

Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik dan nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni. Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam, akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah, berbeda dengan filsafat alam. Di sekolah, ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA).

Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti. Di samping penggunaan secara tradisional di atas, saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. Dari sudut ini, "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi, terlibat dalam proses-proses biologis, dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta). Cabang-cabang utama dari ilmu alam adalah: Astronomi, Biologi, Ekologi, Fisika, Geologi, Geografi fisik berbasis ilmu, Ilmu bumi dan Kimia.

Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA) - Ilmu berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Ilmu-ilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences) (Jujun. S. 2003). Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi), kimia (mempelajari substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth sciences) yang mempelajari bumi kita.

Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar - Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisika) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.

IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).

IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen. Mata pelajaran ini pula digunakan dalam UN dan UASBN. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.

Sejarah alam adalah penelitian ilmiah tentang tumbuhan maupun hewan, lebih menuju ke metode belajar pengamatan daripada eksperimental, dan mencakup lebih banyak penelitian yang diterbitkan di majalah daripada jurnal akademik, sehingga istilah ini dianggap kuno di kalangan masyarakat ilmiah akibat revolusi ilmiah. Seseorang yang ahli di bidang sejarah alam disebut sebagai naturalis. Akar sejarah alam dapat dilacak dari masa Aristoteles dan filsuf klasik lainnya yang menganalisis keragaman dunia alam. Ketika Eropa memasuki Abad Pertengahan, sejarah alam dikembangkan di dunia Islam oleh ilmuwan seperti al-Jahizh, ad-Dinawari, Ibnu al-Baithar, dll. Di masa Renaisans, banyaknya organisme yang mulai diketahui mulai membuka jalan bagi taksonomi, yang berpuncak pada sistem yang dikembangkan Carolus Linnaeus dari Swedia.

Filsafat alam (dari bahasa Latin philosophia naturalis) adalah istilah yang melekat pada pengkajian alam dan semesta fisika yang pernah dominan sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Filsafat alam dipandang sebagai pendahulu ilmu alam semisal fisika. Bentuk-bentuk ilmu pengetahuan per sejarahnya berkembang di luar filsafat, atau lebih khususnya filsafat alam. Di universitas-universitas yang lebih tua, Kursi-Kursi Filsafat Alam yang sudah mapan kini sebagian besar dikuasai oleh para guru besar fisika. Catatan modern ilmu pengetahuan dan ilmuwan merujuk pada abad ke-19 (Webster's Ninth New Collegiate Dictionary menuliskan bahwa asal mula kata "ilmuwan" adalah dari tahun 1834). Sebelumnya, kata "ilmu pengetahuan" sekadar berarti pengetahuan dan gelar ilmuwan belumlah wujud. Karya ilmiah Isaac Newton dari tahun 1687 dikenal sebagai Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica.

Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Penemuannya - Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah tanpa berpakaian. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnya dihukum mati. Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan rasi bintang di langit. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai pi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

Ynés Mexía - Ynés Enriquetta Julietta Mexía

Ynés Mexía Biography - Ynés Enriquetta Julietta MexíaYnes Mexia yang bernama lengkap Ynés Enriquetta Julietta Mexía (24 Mei 1870 - 12 Juli 1938) adalah seorang ahli botani Meksiko-Amerika yang dikenal karena koleksi spesimen tanaman baru dari daerah Meksiko dan Amerika Selatan. Dia menemukan genus baru Compositae dan bisa dibilang adalah kolektor tanaman paling sukses di masanya. Mexia memulai karirnya pada usia 55 dengan perjalanan 1925 ke Meksiko barat di bawah pengawasan Roxanna Ferris , seorang ahli botani di Universitas Stanford. Mexía jatuh dari tebing dan terluka, menghentikan perjalanan, yang menghasilkan 500 spesimen, termasuk beberapa spesies baru. Spesies pertama yang dinamai menurut namanya, Mimosa mexiae , ditemukan pada perjalanan ini.

Selama 12 tahun berikutnya, ia melakukan perjalanan ke Argentina , Chili , Gunung McKinley (tahun 1928), Brasil (tahun 1929), Ekuador (tahun 1934), Peru dan Selat Magellan (tahun 1935), dan Meksiko barat daya (tahun 1937) pada tujuh perjalanan pengumpulan yang berbeda, menemukan satu genus baru, Mexianthus , dan banyak spesies baru di antara total 150.000 sampelnya. Ia sering bepergian sendirian, yang jarang terjadi pada wanita di abad ke-20. Selama perjalanannya ke Meksiko Barat, ia mengumpulkan lebih dari 33.000 sampel, termasuk 50 spesies baru. Di Ekuador, Mexía bekerja dengan Biro Industri dan Eksplorasi Tanaman, bagian dari Departemen Pertanian Ekuador. Di sana, ia mencari pohon aren, cinchona , dan rempah-rempah yang mengikat tanah. Meksiko pernah melakukan perjalanan menyusuri Sungai Amazon ke sumbernya di pegunungan Andes dengan seorang pemandu dan tiga pria lainnya dalam sebuah kano. Ia juga menghabiskan tiga bulan tinggal bersama Araguarunas, sebuah kelompok asli di Amazon. Semua kunjungan ini didanai oleh penjualan spesimennya kepada kolektor dan institusi. Spesimen dari perjalanan ini disimpan di Gray Herbarium di Universitas Harvard dan Field Museum of Natural History di Chicago.

Dia sering memberi kuliah di San Francisco Bay Area , berbagi cerita dan foto perjalanannya. Catatan tentang ekspedisinya muncul secara teratur di The Gull, buletin Audubon Society of Pacific, antara 1926 dan 1935. Sierra Club Bulletin menerbitkan dua akun petualangannya, "Three Thousand Miles up Amazon "(SCB, 18: 1 [1933], 88-96), dan" Berkemah di Ekuator "(SCB, 22: 1 [1937], 85-91). Beberapa akun ekspedisinya dipublikasikan di Madrono , jurnal dari California Botanical Society . Itu juga menerbitkan catatan biografi setelah kematiannya pada tahun 1938 (Madrono, Oktober 1938, Vol. IV, No. 8, 274-275). Ia adalah anggota Masyarakat Botani California , Sierra Club , Asosiasi Audubon Pasifik, Sociedad Geografica de Lima, Peru , dan telah menjadi anggota seumur hidup Akademi Ilmu Pengetahuan California . Dia juga anggota kehormatan Departamento Forestal y de Casa y Pesca de Mexico. Mexía dikenang oleh rekan-rekannya karena keahliannya dalam kehidupan di lapangan dan ketahanannya dalam kondisi yang sulit, juga karena sifatnya yang impulsif dan kepribadiannya yang pemalu tetapi dermawan. Mereka memuji pekerjaannya yang cermat, cermat, dan keterampilannya sebagai seorang kolektor.

Ada kesepakatan substansial bahwa Mexía mengumpulkan sekitar 150.000 spesimen dalam masa hidupnya. Perkiraan spesies baru berkisar dari dua hingga 500. Sierra Club Bulletin memberinya kredit dengan dua genera baru. Mexianthus , dinamai untuk Mexía, adalah genus Asteraceae . Koleksi spesimennya dapat dilihat di California Academy of Sciences. Bagian-bagian digandakan di Akademi Ilmu Pengetahuan Alam , Philadelphia; Universitas Katolik, Washington, DC ; Field Museum of Natural History, Chicago ; Grey Herbarium , Universitas Harvard; Universitas California , Berkeley; dan museum serta taman botani penting di London, Kopenhagen, Jenewa, Paris, Stockholm, dan Zurich. Makalah pribadinya berada di Akademi Ilmu Pengetahuan California dan di Perpustakaan Bancroft di UC Berkeley.

Hans Christian Gram - Bakteriologi Denmark

Hans Christian Gram - Ahli Bakteriologi DenmarkHans Christian Joachim Gram (September 13, 1853 - November 14, 1938) adalah seorang bakteriologi Denmark. Dia adalah anak dari Frederik Terkel Julius Gram, seorang profesor hukum, dan Louise Christiane Roulund. Gram belajar botani di University of Copenhagen dan asisten dalam botani untuk ahli zoologi Japetus Steenstrup. Studinya tanaman memperkenalkannya kepada dasar-dasar farmakologi dan penggunaan mikroskop.

Ia masuk sekolah kedokteran pada tahun 1878 dan lulus pada tahun 1883. Dia melakukan perjalanan di seluruh Eropa antara 1878 dan 1885. Di Berlin, pada tahun 1884, ia mengembangkan metode untuk membedakan antara dua kelompok utama bakteri. Teknik ini, noda Gram, terus menjadi prosedur standar dalam mikrobiologi medis. Pada tahun 1891, Gram menjadi dosen di farmakologi, dan kemudian tahun itu diangkat sebagai profesor di University of Copenhagen. Pada tahun 1900 ia mengundurkan diri kursinya dalam farmakologi untuk menjadi profesor kedokteran.

Karya yang mendapat reputasi internasional Gram adalah pengembangan metode pewarnaan bakteri , untuk membuatnya lebih terlihat di bawah mikroskop . Noda kemudian memainkan peran utama dalam mengklasifikasikan bakteri . Gram adalah orang yang sederhana, dan dalam publikasi awalnya ia berkata, "Karena itu saya telah menerbitkan metode ini, meskipun saya sadar bahwa itu masih sangat rusak dan tidak sempurna; tetapi diharapkan juga di tangan penyelidik lain itu akan ternyata bermanfaat. " Pewarnaan Gram dibuat menggunakan pewarnaan utama kristal ungu dan countartain safranin . Bakteri yang berubah menjadi ungu ketika bernoda disebut 'Gram-positif', sedangkan yang berubah merah ketika bernoda disebut 'Gram-negatif'.

Pekerjaan awal Gram berkaitan dengan penelitian sel darah merah pada pria. Dia adalah orang pertama yang mengakui bahwa makrosit adalah karakteristik anemia pernisiosa. Gram diangkat sebagai profesor kedokteran di University of Copenhagen pada tahun 1900. [2] Sebagai seorang profesor, ia menerbitkan empat volume ceramah klinis yang menjadi banyak digunakan di Denmark . Ia pensiun dari Universitas Kopenhagen pada tahun 1923, dan meninggal pada tahun 1938.

Lucy Wills - Ilmuwan Hematologi asal Inggris

Lucy Wills Biography Ilmuwan Hematologi asal InggrisLucy Wills yang lahir 10 Mei 1888 dan meninggal 26 April 1964 adalah ahli hematologi Inggris terkemuka yang melakukan pekerjaannya di India pada akhir 1920-an dan awal 1930-an tentang anemia makrositik kehamilan. Pengamatannya mengarah pada penemuannya faktor nutrisi dalam ragi yang mencegah dan menyembuhkan gangguan ini. Anemia makrositik ditandai oleh pembesaran sel darah merah dan mengancam jiwa. Wanita hamil miskin di daerah tropis dengan diet yang tidak memadai sangat rentan. Faktor gizi yang diidentifikasi oleh Lucy Wills ('Faktor Wills') kemudian terbukti folat, bentuk alami asam folat.

Lucy Wills lahir pada 10 Mei 1888 di Sutton Coldfield dekat Birmingham. Kakek buyut dari pihak ayah, William Wills, adalah seorang pengacara Birmingham yang makmur dari keluarga Unitarian yang tidak menurut. Putranya, kakeknya, telah membeli bisnis alat canggih di Nechells, AW Wills & Son, yang memproduksi barang-barang seperti sabit dan arit dan yang terus dijalankan ayahnya. Keluarga itu merasa nyaman. Ayah Lucy Wills, William Leonard Wills (1858–1911), adalah lulusan sains di Owens College Manchester. Ibunya, Gertrude Annie Wills née Johnston (1855–1939), adalah satu-satunya anak perempuan (dengan enam saudara laki-laki) dari dokter Birmingham yang terkenal, Dr James Johnston. Keluarga itu memiliki minat yang kuat dalam masalah ilmiah.

Kakek buyut Lucy Wills, William Wills, telah terlibat dengan Asosiasi Inggris untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan menulis makalah tentang meteorologi dan pengamatan ilmiah lainnya. Ayah Lucy Wills terutama tertarik pada botani, zoologi, geologi, dan ilmu alam secara umum, serta dalam pengembangan ilmu fotografi. Saudara laki-lakinya, Leonard Johnston Wills membawa minat ini pada geologi dan ilmu alam ke dalam kariernya sendiri dengan sukses besar. Lucy Wills dibesarkan di negara dekat Birmingham, awalnya di Sutton Coldfield, dan kemudian dari 1892 di Barnt Green ke selatan Birmingham. Mula-mula ia pergi ke sekolah lokal bernama Tanglewood yang dikelola oleh Miss Ashe, mantan pengasuh keluarga Chamberlain di Birmingham.

Pada 1928, Lucy Wills memulai penelitiannya di India tentang anemia makrositik pada kehamilan. Ini lazim dalam bentuk yang parah di antara wanita miskin dengan kekurangan makanan, terutama di industri tekstil. Dr Margaret Balfour dari Layanan Medis India memintanya untuk bergabung dengan Maternal Mortality Enquiry yang disponsori oleh Asosiasi Dana Penelitian India di Institut Haffkine di Bombay (sekarang Mumbai). Yayasan Lady Tata juga memberikan dukungan keuangan. Lucy Wills berada di India antara 1928 dan 1933, sebagian besar berbasis di Institut Haffkine di Bombay.

Pada musim panas 1929, dari April hingga Oktober, ia memindahkan pekerjaannya ke Institut Pasteur India di Coonoor (di mana Sir Robert McCarrison adalah Direktur Riset Nutrisi), dan pada awal 1931 ia bekerja di Rumah Sakit Kasta dan Gosha di Madras. Dalam setiap musim panas tahun 1930, 1931 dan 1932 dia kembali ke Inggris selama beberapa bulan dan melanjutkan pekerjaannya di laboratorium patologi di Royal Free. Dia kembali di Royal Free penuh waktu pada tahun 1933, tetapi ada lagi kunjungan kerja sepuluh minggu ke Institut Haffkine dari November 1937 hingga awal Januari 1938. Pada kesempatan ini, dan untuk pertama kalinya, Lucy Wills bepergian dengan pesawat ke Karachi dan selanjutnya melalui laut.

Perjalanan udara pada bulan Oktober 1937 adalah di kapal terbang Imperial Airways, pada rute yang baru-baru ini diresmikan membawa surat dan beberapa penumpang. Kapal terbang itu adalah kapal terbang pendek ‘C’ Kekaisaran Kelas, Calypso, G AEUA. Rute dimulai di Southampton dan melibatkan pendaratan di atas air untuk mengisi bahan bakar di Marseilles, Bracciano dekat Roma, Brindisi, Athena, Alexandria, Tiberias, Habbaniyah di sebelah barat Baghdad, Basra, Bahrein, Dubai, Gwador dan Karachi, dengan pemberhentian semalam di Roma, Alexandria, Basra dan Sharjah (di luar Dubai). Penerbangan lima hari adalah yang pertama dari penerbangan Imperial Airways yang melampaui Alexandria.

Lucy Wills diperkenalkan dengan baik di India, mungkin melalui Dr. Margaret Balfour dan Sir Robert McCarrison. Di Bombay dia sedang makan malam dengan para Gubernur dan istri-istri mereka di Kantor Pemerintah - Sir Leslie Wilson pada tahun 1928 dan Sir Frederick Sykes pada tahun 1929. Pada tahun 1929 dia mengunjungi Mysore dan menulis kepada saudaranya bahwa 'Aku paling beruntung berada di bawah sayap. dari Sir Charles Todhunter, yang merupakan orang yang sangat penting di sana '. Todhunter telah menjadi Gubernur Madras dan pada tahun 1929 menjadi sekretaris Maharajah Mysore, yang saat itu merupakan salah satu orang terkaya di dunia.

Yuan Longping - Bapak Padi Hibrida Tiongkok

Yuan Longping - Bapak Padi Hibrida TiongkokYuan Longping (Tionghoa: 袁隆平; Pinyin: Yuán Lóngpíng; lahir di Beijing, 7 September 1930; umur 88 tahun) adalah tokoh pertanian asal Tiongkok dan dikenal sebagai "Bapak Padi Hibrida". Padi hibrida yang dikembangkannya sejak akhir 1960-an telah mengubah peta produksi padi di Tiongkok dan Asia. Teknologi padi hibrida yang dikembangkannya sekarang juga ditanam di Afrika dan Amerika.

Berbeda dengan jagung hibrida, pembuatan padi hibrida merupakan tantangan tersendiri karena padi bersifat menyerbuk sendiri dan bunganya sempurna. Pembuatan kultivar hibrida memerlukan persilangan untuk menghasilkan benih. Dengan demikian teknologi mandul jantan mutlak diperlukan untuk menekan biaya persilangan dengan tangan (manual). Yuan menemukan perilaku mandul jantan yang terpengaruh suhu (dikenal sebagai TMS, thermic male sterility) pada beberapa galur yang dikembangkannya. Dengan mengembangkan material ini, ia dapat melakukan komersialisasi padi hibrida.

Pada awal abad ke-21, 90% padi yang ditanam di Cina menggunakan kultivar hibrida. Kultivar rakitannya, disebut "Super Rice", menghasilkan 30% lebih tinggi daripada padi galur biasa. Yuan Longping mendapat banyak penghargaan nasional maupun internasional. Di antaranya adalah

State Preeminent Science and Technology Award dari pemerintah Cina, 2000
Penghargaan Wolf dalam bidang agrikultur , 2004
World Food Prize, 2004
Mahathir Science Award, 2011

Jabatan penting yang pernah didudukinya adalah direktur jenderal pusat penelitian dan pengembangan padi hibrida Cina, guru besar di Universitas Pertanian Hunan, Changsa, anggota Akademi Rekayasa Cina, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika Serikat (2006), dan konsultan utama FAO, 1991.

Lazzaro Spallanzani Penentang Abiogenesis

Biografi Lazzaro Spallanzani - Penentang Teori Generasi SpontanLazzaro Spallanzani adalah seorang ahli biologi dan fisiologi Italia yang membuat kontribusi penting untuk studi eksperimental fungsi tubuh, reproduksi hewan, dan echolocation hewan. Penelitiannya tentang biogenesis menumbangkan teori preformationisme (gagasan yang menyatakan bahwa organisme berkembang dari versi miniatur dari diri mereka sendiri). Bersama dengan Francesco Redi dan Louis Pasteur menentang Teori Abiogenesis.

Spallanzani lahir 10 Januari 1729 di Scandiano provinsi Reggio Emilia Italia dari pasangan Gianniccolò, seorang pengacara, dan Lucia Zigliani. Ia dididik di Jesuit College dan mulai belajar hukum di University of Bologna, dan beralih ke ilmu pengetahuan. Pada tahun 1753, Spallanzani mendapatkan gelar doktor di bidang filosofi. Pada 1754, pada usia 25 ia menjadi profesor logika, metafisika danYunani di University of Reggio. Ia juga menjadi direktur museum, yang sangat diperkaya oleh koleksi banyak perjalanan di sepanjang tepi Laut Mediterania.

Pada Juni 1768 Spallanzani terpilih sebagai Fellow of the Royal Society dan pada tahun 1775 terpilih sebagai anggota dari Royal Swedish Academy of Sciences. Pada 1788 ia mengunjungi Vesuvius dan gunung berapi dari Kepulauan Lipari dan Sisilia, dan mewujudkan hasil penelitiannya dalam sebuah karya besar (Viaggi alle karena Sicilie ed di alcune dell'Appennino parti), diterbitkan empat tahun kemudian.

Penemuan - Salah satu penelitiannya yang penting di dalam ilmu Biologi adalah teori generasi spontan (Spontaneous Generation). Dia mengemukakan bahwa pemanasan dapat mensterilisasi (membunuh mikroorganisme) di dalam kaldu yang digunakan, namun apabila pemanasan hanya dilakukan beberapa menit maka tidak akan membunuh semua mikroorganisme yang ada di dalamnya. Hal lain yang dibuktikan oleh Spallanzani adalah mikroorganisme yang ada di udara dapat masuk ke kaldu menyebabkan pembusukan atau kerusakan kaldu.

Laporan terakhir yang ditulis oleh Spallanzani muncul pada tahun 1978 mengenai pengamatan tanaman yang disimpan dalam air dan sinar matahari memberikan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Lazzaro Spallanzani meninggal karena kanker kandung kemih pada 12 Februari 1799, di Pavia. Setelah kematiannya, kandung kemihnya diambil untuk dipelajari oleh rekan-rekannya, setelah itu ditempatkan di layar publik di sebuah museum di Pavia.

Penemu Mikroba - Antony van Leeuwenhoek

Antony van Leeuwenhoek - Bapak Mikrobiologi Penemu Lensa OptikAntonie Philips van Leeuwenhoek (24 Oktober 1632 - 26 Agustus 1723) adalah seorang berkebangsaan Belanda, pedagang dan ilmuwan. Dia dikenal sebagai " Bapak Mikrobiologi ", dan dianggap sebagai yang pertama menekuni ilmu mikrobiologi. Ia juga dikenal untuk karyanya pada peningkatan mikroskop dan untuk kontribusi terhadap pembentukan mikrobiologi.

Dibesarkan di Delft , Belanda, di masa mudanya Leeuwenhoek bekerja sebagai pedagang kain, dan tahun 1654 mendirikan toko sendiri. Dia membuat nama untuk dirinya sendiri dalam politik kota, dan akhirnya mengembangkan minat dalam lensmaking. Menggunakan mikroskop buatan tangan, dia adalah orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan organisme bersel tunggal, yang awalnya disebut sebagai animalcules, dan yang sekarang disebut sebagai mikroorganisme. Dia juga yang pertama merekam pengamatan mikroskopis serat otot, bakteri, spermatozoa, dan darah mengalir di kapiler (kecil pembuluh darah ). Penemuan Leeuwenhoek terungkap melalui korespondensi dengan Royal Society , yang menerbitkan surat-suratnya.

Awal kehidupan dan karir

Antony van Leeuwenhoek lahir di Delft , Belanda , pada 24 Oktober 1632. Dibaptis Thonis, ayahnya, Philips Antonysz van Leeuwenhoek, adalah pembuat keranjang yang meninggal ketika Antony berusia lima tahun. Ibunya, Margaretha (Bel van den Berch). Antony memiliki empat kakak perempuan, Margriete, Geertruyt, Neeltge, dan Catharina. Antony bersekolah di dekat Leyden untuk waktu yang singkat sebelum dikirim untuk tinggal di Benthuizen dengan pamannya, seorang pengacara dan petugas kota.

Pada bulan Juli 1654 Ia menikah dengan Barbara de Mey, dan memiliki satu anak perempuan, Maria (empat anak lainnya meninggal saat masih bayi). Barbara meninggal pada tahun 1666, kemudian pada 1671 Leeuwenhoek menikah lagi dengan Cornelia Swalmius. Antony bekerja sebagai bendahara untuk sheriff Delft 'ruang perakitan pada tahun 1660, posisi tersebut bertahan selama hampir 40 tahun. Pada tahun 1669 ia diangkat menjadi surveyor oleh Pengadilan Belanda; kemudian ia "wine-Gauger" yang bertanggung jawab atas impor anggur kota..

Penemuan lensa optik - Kendati perangkat mikroskop sudah ditemukan orang sebelum Leeuwenhoek lahir, namun Ia tidak menggunakannya. Sebaliknya, dengan cermat dan tepat ia menggosok lensa berukuran kecil. Leeuwenhoek mampu menghasilkan mikroskop yang punya daya kekuatan pengamatan yang jauh lebih baik dari mikroskop yang sudah ada. Salah satu dari lensa yang masih ada memiliki kapasitas membesarkan sekitar 270 kali, bahkan ada tanda-tanda bahwa ia berhasil membuat lebih sempurna dari itu.

Leeuwenhoek membuat lebih dari 500 lensa optik. Dia juga menciptakan sedikitnya 25 mikroskop, dari jenis yang berbeda, yang hanya sembilan bertahan. Mikroskopnya terbuat dari frame perak atau tembaga, dengan lensa buatan tangan. Antony van Leeuwenhoek mampu membuat perbesaran hingga 275 kali. Bukan mustahil bila Leeuwenhoek memiliki beberapa mikroskop yang dapat memperbesar hingga 500 kali.

Mikroskop adalah perangkat yang relatif kecil, yang terbesar memiliki panjang sekitar 5 cm. Mikroskop tersebut digunakan dengan menempatkan lensa yang sangat dekat di depan mata, sambil melihat ke arah matahari. Sisi lain dari mikroskop memiliki pin, di mana sampel telah terpasang agar tetap dekat dengan lensa. Ada juga tiga sekrup yang memungkinkan untuk memindahkan pin, dan sampel, sepanjang tiga sumbu: satu sumbu untuk mengubah fokus, dan dua sumbu lain untuk menavigasi melalui sampel.

Adapun Penemuan dari Antony Van Leeuwenhoek adalah:

The Infusoria (protists in modern zoological classification), in 1674
The Bacteria, (e.g. large Selenomonads from the human mouth), in 1676
The Spermatozoa in 1677. Van Leeuwenhoek had troubles with Dutch theologists about his practice.
The Banded Pattern of Muscular Fibers, in 1682.
Pada tahun 1687 dia meneliti biji kopi. Dia merebus biji kopi, dan memotong menjadi beberapa bagian dan melihat spons didalamnya, ia belum pernah melihat gejala ini sebelumnya. Biji tersebut ditekan dan setelah itu minyak keluar dari biji tersebut. Kemudian direbus lagi dengan air sebanyak dua kali, sisihkan (dan mungkin meminumnya perlahan-lahan).

Kematian dan warisan

Pada akhir hidupnya, Leeuwenhoek telah menulis sekitar 560 surat kepada Masyarakat dan lembaga-lembaga ilmiah lainnya tentang pengamatan dan penemuannya. Bahkan ketika dalam keadaan sakit, Leeuwenhoek terus mengirim surat pengamatan penuh ke London. Beberapa surat terakhir berisi deskripsi yang tepat dari penyakitnya sendiri. Dia menderita penyakit langka, gerakan tak terkendali dari perut , yang kini bernama penyakit Van Leeuwenhoek. Ia meninggal pada usia 90, pada 26 Agustus 1723 dan dimakamkan empat hari kemudian di Oude Kerk (Delft ) .

Pada tahun 1981 microscopist Inggris Brian J. Ford menemukan bahwa spesimen asli Leeuwenhoek selamat dalam koleksi dari Royal Society of London. Spesimen tersebut ditemukan berkualitas tinggi, dan semua terpelihara dengan baik. Ford melakukan pengamatan dengan berbagai mikroskop, menambah pengetahuan kita tentang pekerjaan Leeuwenhoek.

Zacharias Janssen - Sang Penemu Mikroskop

Penemu Mikroskop - Zacharias JanssenZacharias Janssen dilahirkan pada tahun 1580 di negara Kincir Angin, Belanda, dan meninggal dunia pada usia 58 tahun atau tepatnya pada tahun 1638. merupakan seorang ilmuwan yang berasal dari Belanda. Penemuannya yang paling terkenal yaitu mikroskop pertama yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil ukurannya dan sulit dijangkau bila menggunakan mata. Penemuan mikroskop ini memberikan pengaruh besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak sedikit penemuan-penemuan besar yang sangat bermanfaat bagi peradaban dunia diteliti dengan menggunakan mikroskop.

Beliau menyadari betul bahwa di dunia ini terdapat benda-benda dengan ukuran yang lebih kecil dan sulit dijangkau dengan kasat mata. Pada tahun 1590, bersama dengan ayahnya, beliau berhasil menciptakan sebuah mikroskop dengan menggunakan lensa cembung dan cekung untuk memperbesar tampilan benda-benda yang sangat kecil ukurannya. Mekanisme penyetelan fokus yang pertama untuk mikroskop tersebut dibuat dan disempurnakan oleh Campini, seorang ilmuwan yang berasal dari Italia, pada tahun 1668. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610.

Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.

Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat pada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi.

Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil.

Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa.

Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi. Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa buku-buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail.

Charles Darwin Teori Evolusi dan Seleksi Alam

Biografi Charles Darwin - Penemu Teori EvolusiCharles Robert Darwin adalah ahli biologi, geologi dan ekologi Inggris, penemu teori evolusi, pengarang, penyelidik, dan peneliti alam. Ia adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu kedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya. Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin.

Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang. Buku ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam. Darwin diangkat menjadi Fellow of the Royal Society, melanjutkan penelitiannya, dan menulis serangkaian buku tentang tanaman dan binatang, termasuk manusia, dan yang menonjol adalah The Descent of Man, and Selection in Relation to S3x dan The Expression of the Emotions in Man and Animals. Bukunya yang terakhir adalah tentang cacing tanah.

Awal kehidupan dan Pendidikan - Charles Darwin dilahirkan di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, di rumah keluarganya, the Mount House pada tanggal 12 Februari 1809. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara dari seorang dokter yang kaya, Robert Darwin dan Susannah Wedgwood. Kakeknya, Erasmus Darwin(penyair, dokter, ahli filsafat, dan penemu termasyhur) dari pihak ayah dan Josiah Wedgwood dari pihak ibunya. Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin - Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika Charles masih berusia delapan tahun. Ketika pada tahun berikutnya ia bersekolah di Sekolah Shrewsbury yang tidak begitu jauh, ia tinggal di asrama sekolah itu.

Selepas ditinggal oleh ibunya, Ia lalu dipelihara kakak perempuannya yang bernama Carolin. Carolin mendidik Darwin menjadi anak yang suka menolong sesama. Ketika itu Darwin suka melamun dan bohong kecil. Kegemarannya mengumpulkan benda-benda seperti cap, sejenis perangko, batu-batuan dan benda-benda yang terbuat dari logam. Pada umur 9 tahun ia masuk SD di Shrewsbury. Tapi, seperti Edison, ia membenci semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Maka ia termasuk anak orang kaya yang bodoh atau anak bodoh yang kelak jadi termasyhur di seluruh dunia. Pada umur 16 tahun Darwin dimarahi ayahnya. Kata ayahnya, "Kau bersekolah tapi malas belajar. Yang kau utamakan hanya berburu dan menangkap tikus. Yang kau perlihatkan hanya anjing. Kau hanya membuat malu orang tua. Seharusnya kau merasa malu juga".

Karena orang tuanya kaya dan terpandang, Darwin menikmati kenyamanan dan mempunyai akses untuk mengenyam fasilitas-fasilitas pendidikan yang bagus, serhingga Darwin dapat masuk Universitas Edinburgh jurusan kedokteran. Di sini ia tidak mau belajar. Waktunya ia habiskan untuk bermain-main di pantai. Ia mengumpulkan bintang-binatang laut seperti kepiting, rajungan, dan kerang. Ia sering ikut para nelayan mengumpulkan kerang mutiara. Kadang-kadang ia menguliti burung dan mengisinya dengan kapas, lalu mengeringkannya. Tentu saja kuliahnya gagal. Karena gagal ia pindah ke Cambridge supaya belajar jadi pendeta. Di sini ia terpaksa banyak membaca Alkitab. Ia berkenalan dengan bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta, tumbuhan, hewan, dan manusia, menurut Alkitab. Setiap kali Tuhan bersabda, terciptalah apa yang disabdakannya. Di dalam otak Darwin mulai timbul pertanyaan semacam ini, "Benarkah manusia tercipta dengan tiba-tiba?" Tapi hampir seluruh waktunya ia hamburkan untuk naik kuda dan berburu. Akibatnya kuliahnya gagal lagi. Untunglah ia berkenalan dengan John Stevens Henslow, professor botani, yang mendidik Darwin menjadi pencinta biologi.

Pernikahan dan anak-anak - Pada 29 Januari 1839, Darwin menikahi sepupunya Emma Wedgwood di Maer dalam sebuah upacara Anglikan yang diatur agar sesuai dengan kaum Unitarian. Setelah pertama-tama tinggal di Gower Street, London, pasangan ini pindah pada 17 September 1842 ke Down House di Downe (yang kini terbuka untuk kunjungan masyarakat, di selatan Orpington). Keluarga Darwin mempunyai sepuluh orang anak, tiga di antaranya meninggal dalam usia dini. Banyak dari mereka dan cucu-cucu mereka kelak menjadi terkenal.

Beberapa dari anak-anak mereka menderita penyakit atau lemah tubuhnya. Charles Darwin kuatir bahwa hal ini mungkin disebabkan karena garis keturunannya dengan Emma cukup dekat. Hal ini diungkapkannya dalam tulisan-tulisannya tentang akibat-akibat buruk yang ditimbulkan dari perkawinan antar kerabat dekat dan keuntungan dari perkawinan silang. Charles Robert Darwin meninggal: 19 April 1882 (umur 73)di Rumah Down, Downe, Kent, Inggris Raya. Sebagai tanda pengakuan terhadap kehebatan Darwin, ia dikebumikan di Westminster Abbey, bersama dengan William Herschel dan Isaac Newton.

Mary Anning - Penemu Fosil Laut Jurassic

Penemu Fosil Laut Jurassic Mary AnningMary Anning lahir 21 Mei 1799 meninggal l9 Maret 1847 pada umur 47 tahun adalah seorang paleontolog dan kolektor fosil berkebangsaan Inggris yang dikenal di seluruh dunia sebagai penemu sejumlah fosil laut Jurassic di perairan Lyme Regis, Dorset, tanah kelahiran sekaligus tempat tinggalnya.

Penemuannya ini bersumbangsih terhadap perubahan fundamental yang terjadi dalam pemikiran ilmiah mengenai kehidupan prasejarah dan sejarah Bumi. Penemuannya termasuk kerangka ichthyosaurus pertama, yang ditemukannya bersama kakaknya, Joseph, saat masih berusia dua belas tahun; ia juga menemukan kerangka plesiosaurus pertama yang berlokasi di luar Jerman, serta sejumlah fosil ikan. Ia juga turut berperan penting dalam penemuan fosil koprolit dan belemnoidea, yang kemudian menjadi bukti kunci dalam menjelaskan kepunahan dinosaurus.

Sebagai wanita dan kelas sosial Anning mencegahnya untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam komunitas ilmiah Inggris pada abad ke-19, yang pada saat itu didominasi oleh para pria Anglikan terpandang. Ia mengalami kesulitan finansial sepanjang hidupnya. Keluarganya yang miskin dan dianggap sebagai pengingkar agama menjadi sasaran diskriminasi hukum. Ayahnya, seorang pembuat lemari, meninggal dunia ketika ia berusia sebelas tahun.

Anning mulai dikenal oleh kalangan geolog Britania, Eropa, dan Amerika setelah menulis mengenai masalah anatomi dan pengumpulan fosil. Meskipun demikian, sebagai seorang wanita, ia tetap tidak memenuhi syarat untuk bergabung dengan Geological Society of London, dan masih belum mendapat pengakuan penuh atas karya-karya ilmiahnya. Dalam sebuah surat, ia menulis: "Dunia ini telah memperlakukan saya dengan sangat tidak baik, dan hal itu membuat saya mencurigai semua orang".

Satu-satunya tulisan ilmiahnya yang diterbitkan semasa hidupnya muncul dalam "Magazine of Natural History" pada tahun 1839, yang ditujukannya kepada editor majalah tersebut untuk mempertanyakan penemuan fosilnya yang diklaim oleh orang lain. Mary Anning melakukan pencarian fosil di wilayah tebing Blue Lias, terutama saat musim dingin ketika terjadi tanah longsor yang memunculkan fosil baru dan harus cepat diambil sebelum menghilang ke dalam lautan. Pekerjaan ini cukup berbahaya, bahkan ia nyaris kehilangan nyawanya pada tahun 1833 dalam longsor yang menewaskan anjingnya, Tray.

Penemuannya termasuk fosil ichthyosaurus pertama yang sukses diidentifikasi, fosil plesiosaurus pertama di luar Jerman, dan membuktikan bahwa korpolit, yang pada saat itu dikenal dengan batu bezoar, merupakan fosil kotoran hewan purba. Ia juga berhasil membuktikan bahwa belemnoidea memiliki kantung tinta seperti sefalopoda modern. Ketika geolog Henry De la Beche melukis "Duria Antiquior", lukisan pertama yang menjelaskan mengenai kehidupan prasejarah berdasarkan rekonstruksi fosil, ia merujuk pada fosil yang ditemukan oleh Anning.

Setelah kematiannya akibat kanker pada tahun 1847, kisah hidupnya yang tidak biasa mulai menarik perhatian banyak orang. Charles Dickens menulis tentang dirinya pada tahun 1865, Dickens mengungkapkan bahwa "Si anak tukang kayu telah meraih nama atas perjuangannya, dan layak mendapatkannya." Pada tahun 2010, 163 tahun setelah kematiannya, Royal Society memasukkan nama Anning dalam daftar sepuluh wanita Britania yang paling berpengaruh dalam sejarah sains.

Gregor Mendel - Penemu Genetika Modern

Biografi Gregor Mendel - Penggagas Teori Genetika ModerenGregor Johann Mendel adalah ilmuwan yang meraih ketenaran sebagai pendiri ilmu genetika modern. Ia lahir tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Meskipun selama berabad-abad para petani sudah mengetahui bahwa dari persilangan hewan dan tumbuhan dapat diketahui sifat tertentu seperti yang diinginkan, namun hasil percobaan Mendel pada kacang yang dilakukannya antara tahun 1856 dan 1863 menghasilkan banyak aturan keturunan yang sekarang disebut sebagai hukum keturunan/pewarisan Mendel.

Mendel bekerja dengan tujuh karakteristik tanaman kacang: tinggi tanaman, bentuk polong dan warna, bentuk biji dan warna, dan posisi bunga dan warna. Dengan warna biji, ia menunjukkan bahwa ketika kacang kuning dan kacang hijau dibiakkan bersama-sama maka keturunan mereka selalu kuning. Namun, pada generasi berikutnya kacang hijau muncul kembali pada rasio 1:3. Untuk menjelaskan fenomena ini, Mendel menciptakan istilah "resesif "dan" dominan "mengacu pada ciri-ciri tertentu. (Dalam contoh sebelumnya, kacang hijau adalah resesif dan kacang polong kuning yang dominan.) Ia menerbitkan karyanya pada tahun 1866, menunjukkan tindakan tak terlihat "faktor"-sekarang disebut gen sebagai faktor penentu sifat keturunan. Makna mendalam dari karya Mendel tidak diakui sampai abad ke-20. namun dengan ditemukannya kembali hukum-hukum Mendel oleh Erich von Tschermak, Hugo de Vries, Carl Correns, dan William Jasper Spillman yang berhasil memverifikasi beberapa temuan eksperimental Mendel, mengantarkan era genetika modern.

Johann Mendel lahir 20 Juli 1822, Heinzendorf bei Odrau, Kekaisaran Austria (sekarang Hynčice, Republik Ceko). Dia diberi nama Gregor ketika ia bergabung dengan para biarawan Augustinian. Ia merupakan putra dari Anton dan Rosine (Schwirtlich) Mendel, dan memiliki satu kakak, Veronika, dan satu yang lebih muda, Theresia. Mereka tinggal dan bekerja di sebuah peternakan yang telah dimiliki oleh keluarga Mendel selama 130 tahun. Sejak masa kecil Mendel bekerja sebagai tukang kebun dan belajar perlebahan . Saat usia muda ia menghadiri gimnasium di Opava, di sana dia sempat berhenti selama 4 bulan karena sakit. Dari 1840-1843, ia belajar filsafat praktis dan teoritis seerta fisika di Universitas Olomouc Fakultas Filsafat.

Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru, tetapi gagal dan mendapat angka terburuk dalam biologi. Selanjutnya Mendel belajar ke Universitas Wina, dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi, tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. Mendel memulai studinya pada keturunan menggunakan tikus. Dia berada di Abbey St Thomas tetapi uskupnya tidak suka salah satu biarawannya mempelajari hewan, sehingga Mendel beralih ke tanaman. Mendel juga dibesarkan di sebuah rumah lebah yang dibangun untuk dia. Ia juga mempelajari astronomi dan meteorologi, mendirikan 'Austria Meteorological Society' pada tahun 1865. Sebagian besar karya-karyanya diterbitkan terkait dengan meteorologi

Percobaan pada hibridisasi tanaman - Gregor Mendel, yang dikenal sebagai "bapak genetika modern", terinspirasi oleh kedua profesornya di Universitas Olomouc (Friedrich Franz & Johann Karl Nestler) dan rekan-rekannya di biara (misalnya, Franz Diebl) untuk mempelajari variasi dalam tanaman, dan dia melakukan penelitian di biara dengan 2 hektar (4,9 hektar) kebun percobaan. Dalam penelitiannya Mendel memfokuskan pada tanaman. Setelah percobaan awal dengan tanaman kacang polong, Mendel menetap pada mempelajari tujuh sifat yang tampaknya mewarisi sifat independen lainnya: bentuk biji, warna bunga, biji mantel warna, bentuk polong, warna polong mentah, lokasi bunga, dan tinggi tanaman. fokus awalnya pada bentuk benih yang baik. Antara 1856 dan 1863 Mendel membudidayakan dan menguji 29.000 tanaman kacang (yaitu, Pisum sativum). Studi ini menunjukkan bahwa satu dari empat tanaman kacang memiliki ras resesif alel, dua dari empat yang hybrid dan satu dari empat ras yang dominan. Eksperimen membawanya untuk membuat dua generalisasi, para Hukum Segregasi dan Hukum Independen Assortment, yang kemudian dikenal sebagai Hukum Warisan/keturunan Mendel.

Mendel mempresentasikan makalahnya, Versuche über Pflanzenhybriden ( Percobaan pada Tanaman Hibridisasi ), pada dua pertemuan dari Natural History Society of Brno di Moravia pada 8 Februari dan 8 Maret 1865. Hal ini diterima baik dan menghasilkan laporan di beberapa surat kabar lokal. Ketika kertas Mendel diterbitkan pada tahun 1866 di Verhandlungen des naturforschenden Vereins Brünn, terlihat sebagai dasar dari hibridisasi daripada warisan dan memiliki dampak yang kecil dan dikutip sekitar tiga kali selama tiga puluh lima tahun ke depan. Menurut Jacob Bronowski (The Ascent of Man), peneliti terkenal seperti Charles Darwin tidak menyadari kertas Mendel. hasil penelitian Mendel yang saat itu banyak dikritik, sekarang dianggap sebagai sebuah karya.

Kehidupan setelah percobaan kacang - Setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan kacang polong, Mendel beralih ke bereksperimen dengan lebah madu untuk memperpanjang karyanya tentang hewan. Dia menghasilkan strain hibrida namun gagal untuk menghasilkan gambaran yang jelas tentang keturunan mereka karena kesulitan dalam mengendalikan perilaku lebah ratu. Dia juga menggambarkan spesies tanaman baru, yang dilambangkan dengan singkatan penulis botani "Mendel". Pada tahun 1868 ia diangkat sebagai kepala biara dan sebagian besar karya ilmiahnya berakhir, Mendel meninggal pada tanggal 6, 1884, pada usia 61 tahun, di Brno, Moravia, Austria-Hungaria (sekarang Republik Ceko), dari kronis nephritis. Setelah kematiannya, kepala biara berhasil membakar semua dokumen dalam koleksi Mendel, untuk menandai diakhirinya sengketa perpajakan.

Penemuan kembali karya Mendel - Pada awalnya komunitas ilmiah menolak Karya Mendel, dan tidak diterima hingga kematiannya. Namun Hasil penelitian Mendel diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda, Carl Correns dari Jerman dan Erich von Tschermak dari Austria. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel.

Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Pada tahun itu juga, William Bateson, ilmuwan berkebangsaan Inggris, menemukan kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan. Di penghujung tahun, Mendel mendapat sambutan meriah dan penghargaan atas karya-karya yang dilakukan selama masa hidupnya.

Percobaan Hibridisasi - Pada tahun 1854, Mendel memulai percobaan hibridisasi nya. Dia fokus pada asal-usul variabilitas tanaman. Dia menguji kemurnian varietas yang dipilih dari Pisum dan kemudian mulai percobaan dengan pembuahan buatan. Data eksperimen Mendel menggambarkan bahwa ia telah menguji 28.000 tanaman Pisum selama tahun 1856-1863.

Penemu Golongan Darah - Karl Landsteiner

Penemu Golongan Darah Manusia - Karl LandsteinerKarl Landsteiner (lahir 14 Juni 1868 – meninggal 26 Juni 1943 pada umur 75 tahun) ialah seorang ilmuwan Austria keturunan Yahudi. Ialah tokoh yang menemukan bahwa darah manusia terbagi menjadi 4 kelompok yang sekarang dikenal dengan golongan darah O, A, B, dan AB. Dengan penemuannya tersebut, orang dapat mentransfusi darahnya dengan aman dan tidak sembarangan untuk menstrafusi darah. Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Karl Landsteiner yang dilahirkan di Vienna, adalah ilmuwan dalam bidang bio pengobatan. Bahkan berkat jasanya, dia mendapatkan anugerah Nobel untuk bidang Fisologi atau Pengobatan pada tahun 1930. Ini semua karena penggolongan jenis-jenis darah menjadi empat yakni; A, B, AB, dan O pada tahun 1909. Dia yang pertama kali menemukan tiga golongan darah manusia, yang kemudian diberi nama golongan darah A, B, dan O. Selain menemukan golongan darah, Landsteiner juga menemukan Rh darah, maka orang dapat mentransfusi darahnya dengan aman. Golongan darah adalah ciri khusus darah atas suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah. Karl Landsteiner menemukan 3 dari 4 golongan darah (yang kemudian disebut sistem ABO) dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana itu dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasil percobaan itu menghasilkan dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B), dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya, ada dua macam antigen A dan B di dalam sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. Kemudian, Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli—kolega Landsteiner—menemukan golongan darah AB. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah, sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi. Landsteiner menikah dengan Helen Wlasto pada 1916. Sebelum menikah, dia adalah anak seorang hakim yang juga bekas wartawan terkenal. Dia mendapat pendidikan dalam bidang pengobatan di Universitas of Vienna. Minatnya terhadap pengobatan sudah dirasakannya sejak sekolah. Hingga tahun 1891, dia menerbitkan kertas kajiannya mengenai pengaruh diet terhadap komposisi darah. Untuk mendalami pengetahuannya dalam bidang kimia, Lansteiner melanjutkan pelajarannya di Zurich dan juga di Munich selama lima tahun.

Dia bekerja dengan banyak ilmuwan seperti Prof. A. Weichcelbaum yang menemukan bakteri yang menyebabkan meningitis. Serta Fraenckel yang menemukan pneumokokosis (pneumococcosis). Hingga tahun 1919, setelah 20 tahun bekerja dalam bidang anatomi patologi, Landsteiner berhasil menerbitkan banyak penelitian. Terutama mengenai morbid anatomi dan imunisasi. Bahkan dia juga menemukan faktor imunisasi yang diberi nama "hapten". Dia juga berjasa atas penelitiannya tentang paroksismal hemoglobinuria (paroxysmal haemoglobinuria). Hasil kajiannya menunjukkan punca poliomielitis (poliomyelitis) boleh dipindahkan kepada monyet dengan cara menyuntik bahan yang disediakan daripada tulang belakang anak-anak yang mati akibat penyakit ini. Landsteiner sebenarnya banyak memberikan sumbangan dalam bidang anatomi patologi, histologi, dan imunologi. Beliau juga menjadi profesor emeritus di Intsitut Rockfeller pada 1939. Dia meninggal pada 24 Juni 1943 setelah diserang penyakit jantung.

Penemu Golongan Darah Manusia - Karl LandsteinerGolongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Eva Ekeblad - Penemu Tepung dari Kentang

Penemu Tepung Kentang dan Alkohol Eva EkebladEva De la Gardie lahir di negarawan menghitung Magnus Julius De la Gardie (1668-1741) dan politisi amatir dan salon Hedvig Catharina Lilje : saudara perempuan Kapten Carl Julius De la Gardie dan Hedvig Catharina De la Gardie dan bibi Axel von Fersen Yang lebih muda Kakaknya menikah dengan Cathérine Charlotte De la Gardie yang terkenal dan ipar favorit Hedvig Taube dari kerajaan. Pada tahun 1740, Eva menikah pada usia 16 sampai hitungan riksråd Claes Claesson Ekeblad , dan menjadi ibu tujuh anak; Satu putra dan enam putri. Di antara mereka menjadi Claes Julius Ekeblad ( 1742-1808 ) dan Hedda Piper . Pasangan mereka adalah anggota elite bangsawan Swedia. Setelah menikah, ayahnya memberinya perkebunan Mariedal Castle dan Lindholmen Castle, Västergötland.

Pasangannya, selain itu, memiliki properti Stola Manor dan juga tempat tinggal di ibu kota Stockholm. Pada 1746, Ekeblad menulis kepada Royal Swedish Academy of Sciences tentang penemuannya tentang bagaimana membuat tepung dan alkohol dari kentang. Kentang telah diperkenalkan ke Swedia pada tahun 1658, namun sampai saat itu hanya dibudidayakan di rumah kaca aristokrasi. Karya Ekeblad mengubah kentang menjadi makanan pokok di Swedia; Hal itu juga meningkatkan pasokan gandum, gandum hitam dan jelai yang tersedia untuk membuat roti, karena kentang dapat digunakan sebagai pengganti alkohol. Hal ini sangat meningkatkan kebiasaan makan negara dan mengurangi frekuensi kelaparan.

Penemu Tepung Kentang dan Alkohol Eva EkebladDia juga menemukan metode pemutihan tekstil dan benang katun dengan sabun pada tahun 1751, dan mengganti bahan berbahaya pada kosmetik dengan menggunakan bunga kentang (1752); Dia dikatakan telah mengiklankan tanaman tersebut dengan menggunakan bunganya sebagai hiasan rambut. Pada tahun 1748, Eva Ekeblad menjadi wanita pertama yang terpilih menjadi anggota Royal Swedish Academy of Sciences . Tidak ada catatan tentang dia yang pernah berpartisipasi dalam pertemuan Akademi.

Pada tahun 1751, Akademi tersebut menunjuknya sebagai anggota kehormatan dan bukan anggota penuh, karena undang-undang tersebut membatasi keanggotaan pada laki-laki. Pada tahun 1775, anaknya Claes Julius Ekeblad (1742-1808), menikah dengan Brita Horn , dan tiga tahun kemudian, Stola manor diberikan kepada menantunya sebagai seorang anak kuda. Pada bulan November 1778, Eva Ekeblad hadir sebagai saksi saat kelahiran Gustav IV Adolf dari Swedia di masa depan.

Penemu Tepung Kentang dan Alkohol Eva EkebladDia tinggal di ibukota selama dua tahun, di mana dia banyak dirayakan dan menawarkan beberapa posisi di pengadilan: sebagai seorang wanita yang menunggu ratu, sebagai överhovmästarinna ( Nyonya Jubah ) berturut-turut ke Ulrika Strömfelt , dan sebagai Raja kerajaan untuk putra mahkota. Dia terpaksa menolak, namun; Pada tahun yang sama, dia sampai saat itu kesehatan yang baik dipengaruhi oleh penyakit yang membuat dia sangat lemah dan membuatnya terbaring secara berkala selama delapan tahun yang tersisa. Dia menghabiskan enam tahun terakhirnya di Kastil Mariedal, apakah dia terus dirayakan oleh bangsawan lokal sampai kematiannya.

Robert Hooke - Penemu Sel Pertama Kali

Robert Hooke - Penemu Sel Pertama KaliRobert Hooke adalah seorang penemu, ahli kimia dan matematika, arsitek, dan filsuf Inggris. Ia merupakan Penemu Sel pertama kali yang ia amati menggunakan mikroskop. Robert HookeIa lahir pada 28 Juli [K.J.: 18 Juli] 1635 di Freshwater. Ayahnya bernama John Hooke seorang kurator. Pada masa kecilnya, Hooke belajar kepada ayahnya. Dia tertarik dengan seni dan ia dikirim ke London untuk belajar pada seorang pelukis bernama Peter Lely.

Minatnya berubah, lalu belajar karya-karya klasik dan matematika di sekolah Westminter. Selanjutnya ia belajar di Universitas Oxford selama dua tahun, kemudian ia ditunjuk sebagai asisten Robert Boyle berkat rekomendasi Profesor Kimia Thomas Willis yang membimbing Hooke. Robert Boyle ketika itu baru datang dari Oxford dan sedang mencari asisten untuk membantu dalam pembuatan pompa udara. Robert Hooke menghabiskan waktu dengan Boyle selama dua dekade dan menghasilkan kemajuan luar biasa pada bidang mesin.

Pada tahun 1662, Hooke diterima sebagai anggota Curator Royal Society yang tugas utamanya adalah mengusulkan dan membuat beberapa macam percobaan untuk diajukan pada pertemuan mingguan kelompok itu. Dua tahun berikutnya, Hooke menduduki posisi sebagai profesor bidang geometri pada Gresham Collage, menggantikan posisi Issac Borrow yang mundur dari jabatan itu. Di tengah kesibukannya sebagai kurator di Curator Royal Society pada tahun 1665, Hooke menerbitkan buku yang diberi judul Micrographia, buku yang merupakan buku bidang biologi disebut-sebut sebagai buku yang hanya dibuatnya, tetapi juga berisi sejumlah gambar yang indah dan tidak lazim dari seorang yang memiliki keahlian menggambar.

Kepiawaian Hooke sebaga ilmuan yang serba bisa ditunjukkan pada tahun 1666, ketika terjadi kebakaran besar di kota London. Hooke yang memiliki kemampuan menggambar seperti layaknya seorang arsitek membuat perencanaan kembali gedung-gedung yang telah rusak karena terbakar. Dewan kota kemudian memilih Hooke untuk menjadi perencana pembangunan kota di bawah pengawsan Sir Cristopher Wren, salah seorang yang kemudian menjadi sahabat dekat Hooke menemukan peran oksigen dalam sistem pernapasan. Robert Hooke memiliki perhatian yang sangat luas di bidang keilmuan, mulai dari astronomi sampai geologi, hukum kekekalan (elastisitas) masih memakai namanya. Ia memberikan kontribusi besar ke arah menerangkan gerakan dengan mengatakan bahwa orbit planet-planet itu akibat dari gabungan inersia menuruni garis lurus dan gaya tarik matahari.

novasi Robert Hooke berlanjut dengan kegiatannya yang mengamati potongan kecil gabus dengan mikroskop. Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya. Robert Hooke menyebut ruang ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae, dari bahasa latin yang berarti rongga/ruangan. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel gabus yang telah mati.

Pada tahun 1665 Hooke menerbitkan sebuat buku yang berjuudul Micrographia, sebuah buku yang menggambarkan pengamatan mikroskopis dan teleskopik, dan beberapa karya asli dalam biologi. Hooke menciptakan istilah sel pertama kali untuk menggambarkan organisme biologis, istilah yang disarankan oleh kemiripan sel tumbuhan ke sel kulit para biarawan. Mikroskop emas tooled dia digunakan untuk membuat pengamatan untuk Micrographia, awalnya dibangun oleh Christopher White di London, yang dipamerkan di Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran di Washington, DC.

Ilmuwan Peneliti Burung Amerika Serikat

Phoebe Snetsinger Ilmuwan Peneliti Burung Amerika Serikat 포브 스네친거Phoebe Snetsinger adalah seorang peneliti burung terkenal Amerika yang telah meneliti lebih 8.398 spesies. Hingga pada saat dia kematian tiada yang bisa melebihi dari dia dalam sejarah. Sebagai putri raja iklan Leo Burnett, dia mewarisi keberuntungan kecil yang ia digunakan untuk mendanai banyak perjalanan dalam mengejar hobinya. Terinspirasi untuk memulai meneliti burung setelah melihat warbler Blackburnian pada tahun 1965, Phoebe tidak mengikuti hobi rajin sampai dokter didiagnosis nya dengan terminal melanoma pada tahun 1981. Alih-alih pemulihan di rumah, dia mengambil perjalanan ke Alaska untuk menonton burung, dan kembali ke rumah untuk menemukan kanker dalam remisi. Memoar Snetsinger, berjudul Birding pada waktu Borrowed, diterbitkan secara anumerta pada tahun 2003 oleh Amerika Birding Association (ABA). ABA menjelaskan pekerjaan ini sebagai "Lebih dari sekedar cerita perjalanan, buku ini juga dokumen manusia mendalam bergerak, seperti rincian bagaimana obsesi Phoebe Snetsinger dengan burung menjadi cara mengatasi penyakit terminal."

Phoebe Snetsinger Ilmuwan Peneliti Burung Amerika Serikat 포브 스네친거Sejak saat itu, ia akan melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil sering, kadang-kadang di bawah kondisi lingkungan dan politik yang berbahaya, untuk menambahkan ke daftar hidupnya tumbuh. Sebagai seorang amatir ornitologi, ia mengambil catatan lapangan berlebihan, khususnya mengenai khas subspesies, banyak yang telah sejak direklasifikasi sebagai spesies penuh. Sementara di perjalanan birding di Madagaskar pada tahun 1999, van dia mengendarai terbalik, membunuh dia langsung. Burung hidup terakhirnya, setelah hampir dua dekade sebagai "pasien kanker terminal," adalah Vanga merah memanggul, spesies yang telah digambarkan sebagai baru bagi ilmu pengetahuan hanya dua tahun sebelum tahun 1997.

Phoebe Snetsinger Ilmuwan Peneliti Burung Amerika Serikat 포브 스네친거Phoebe Snetsinger lahir di Danau Zurich, Illinois, Amerika Serikat 9 Juni 1931 dan meninggal 23 November 1999, Madagaskar warga Webster Groves, Missouri, Snetsinger menghadiri sekolah dasar kecil di Danau Zurich dengan hanya dua siswa lainnya. Pada usia 11, ia bertemu calon suaminya (yang 13) di 4-H klub. Dia melanjutkan studi di Universitas Swarthmore dan lulus sebagai Jerman utama. Setelah suaminya dinas militer di Korea, mereka berdua melanjutkan studi untuk gelar master, di mana ia memperoleh master di sastra Jerman. Tiga dari Snetsinger empat anak adalah peneliti burung di Amerika Serikat. Thomas J. Snetsinger, anaknya, mengkhususkan diri dalam terancam burung endemik Hawaii.






Tokoh Ilmuwan Penemu Bidang Ilmu Biologi

Tokoh Ilmuwan Penemu Bidang BiologiBiologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.

Alexander Fleming - Skotlandia - Penemu Penisilin
Alexander Oparin - Rusia - Teori Evolusi Biologi
Alfred Hershey - Amerika serikat - penemu struktur genetik virus
Archibald Vivian Hill - Inggris - Penemu Reaksi Biokimia dalam Otot
Aristoteles - Yunani - Klarifikasi makhluk hidup
August Weismann - Jerman - teori plasma nutfah
Camillo Golgi - Italia- Penemu Metode Pengotoran Jaringan Saraf
Carl Woese - Amerika - Pencetus Archaea
Carollus Linnaeus - Swedia - Hukum Dasar Taksonomi
Charles Darwin - Inggris - penemu teori evolusi
Charles Louis Alphonse Laveran - Prancis - Penemu parasit protozoa
Charles Robert Richet Perancis - karyanya tentang "anafilaksis"
Charles Scott Sherrington - Inggris - Peneliti reflek otot
Eduard Strasburger - Jerman - sitoplasma dan nukleoplasma
Elias Magnus Fries - Swedia - Pendiri Taksonomi Jamur Modern
Ernst Haeckel - Jerman - Pemberi nama spesies baru
Félix Dujardin - protozoa konsep protoplasma dan invertebrata
Francesco Redi - Italia - Penentang Teori Abiogenesis
Francis Crick - Inggris - Penemu Struktur DNA
George Emil Palade - Rumania - Bapak Biologi sel modern
Gregor Mendel - Penggagas teori genetika
Gregory Goodwin Pincus - AS - Penemu Pil KB
Hanstein - sel merupakan kantong yang berisi organel
Heinrich Anton de Bary - Pendiri Fitopatologi & Pendiri Mikologi Modern
Heinrich Wilhelm Schott - Austria - Pakar Aroids (Keluarga Araceae)
Hans Adolf Krebs - Penemu Daur Urea dan Daur Sitrat
Ibnu Al-Nafis Damishqui - Penemu peredaran darah paru
Ilya Ilyich Mechnikov - Rusia - Perintis Sistem Kekebalan Tubuh
Jacques Monod - Perancis - pelopor Genetika Molekuler
Jan Evangelista Purkyně - Penggagas Iistilah "Protoplasma"
Johannes Purkinje - Cekoslovakia - Penggagas Istilah Protoplasma
Karl Landsteiner - Austria- Penemu Golongan darah
Karl Nageli - Swiss - ahli botani Swiss
Lazzaro Spallanzani - Italia - membantah teori generasi spontan
Louis Pasteur - Perancis - penemu vaksinasi, pasteurisasi
Lynn Margulis - Amerika - terdapat simbiosis di dalam evolusi sel
Martinus Beijerinck - Belanda - Salah satu pendiri Virologi
Matthias Jakob Schleiden - Jerman - Penemu Teori Sel
Max Schultze - Jerman - sel merupakan kesatuan fungsional
Otto Fritz Meyerhof - Metabolisme Asam Laktat di Otot
Ronald Fisher - Inggris - Genetika, dan eugenicist
Rosalind Franklin - Inggris - Penemu DNA Heliks Ganda
Robert Brown - Skotlandia - gerakan isi sel zig zag
Robert Hooke - Inggris - penemu sel
Robert Kerr - Skotlandia - - Penulis ilmiah dan Penerjemah
Robert Koch - Jerman - Mengembangkan kultur murni.
Rudolf Virchow - Jerman - Penemu Sel-Sel Leukemia
Selman Waksman - Penemu Streptomisin, Antibiotik Pertama Untuk TBC
Stephen Hales - Penemu Ventilator, Palung Pneumatik dan Bedah Forceps
Susumu Tonegawa - Jepang - Penemu keragaman antibodi
Theodor Schwann - Teori sel, penemuan sel Schwann, penemuan pepsin.
Thomas Stamford Raffles - Inggris - Ahli botani
Walther Flemming - Jerman - Penemu Mitosis dan Kromosom
Watson dan Crick - materi genetik diturunkan oleh sel