Sistem Pemosisi Global ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.
Roger L. Easton - Ilmuwan
Lahir: 30 April 1921, Craftsbury, Vermont, Amerika
Meninggal: 8 Mei 2014, Hanover, New Hampshire, Amerika
Pendidikan: Middlebury College
Penghargaan: National Medal of Technology and Innovation
Ivan A. Getting - Fisikawan
Lahir: 18 Januari 1912, Kota New York, New York, Amerika
Meninggal: 11 Oktober 2003, Coronado, California, Amerika
Pendidikan: Institut Teknologi Massachusetts
Penghargaan: Charles Stark Draper Prize, Medali John Fritz
Bradford Parkinson - Insinyur
Lahir: 16 Februari 1935 (81 tahun), Madison, Wisconsin, Amerika
Pendidikan: Universitas Stanford (1966), Breck School, lainnya
Penghargaan: Charles Stark Draper Prize, Medali ASME
Orang lain juga menelusuri: Ivan A. Getting, Roger L. Easton, Andrew K. Rekow, David M. Bevly, Robert Mayfield
Sistem Pemosisi Global - GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah objek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital. Sistem ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap oleh sebuah alat penerima. Ada tiga bagian penting dari sistem ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna.
Assisted-Global Positioning System (A-GPS) merupakan penyempurnaan dari GPS sebagai satelit penentu posisi di belahan bumi.Satelit GPS yang dimiliki bumi mempunyai rasi bintang 24 satelit dalam enam orbit yang mendekati lingkaran, setiap orbit ditempati oleh 4 buah satelit dengan interval antara yang tidak sama. Orbit satelit GPS berinklinasi 550° terhadap bidang equator dengan ketinggian rata-rata dari permukaan bumi sekitar 20.200 km. Metode Advanced Positioning yang terdapat pada A-GPS merupakan metode penentuan posisi yang paling tinggi akurasinya dibandingkan metode deteksi posisi lainnya sehingga A-GPS jauh lebih efisien dan efektif dalam mengakses informasi dari satelit karena tidak perlu mencari data satu persatu dari ke-24 satelit yang ada, namun A-GPS telah mengetahui sasaran (satelit) mana yang dibutuhkan atau dituju.