• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sjamsoe’oed Sadjad - Bapak Benih Indonesia

Sjamsoe’oed Sadjad - Bapak Benih IndonesiaProf. Dr. Sjamsoe’oed Sadjad (lahir 24 Juni 1931) atau yang sering dikenal sebagai Bapak Benih Indonesia merupakan peneliti dan akademisi dengan keahlian di bidang teknologi benih yang terkenal karena telah menulis 356 artikel di media massa tentang pertanian, sosial dan lingkungan. Dia merupakan mantan dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada periode 1965-1966 dan profesor emeritus IPB. Pada tahun 2010, ia mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie Award.

Sadjad lahir di Madiun pada tanggal 24 Juni 1931. Dia bersekolah di Sekolah Menengah Atas Budi Utomo Jakarta dan melanjutkan studi di Jurusan Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang lulus pada tahun 1961. Sadjad pernah mengikuti program pendidikan untuk staf pengajar pada tahun 1957 ke Universitas Kentucky yang merupakan program kerja sama dengan Universitas Indonesia yang bernama Kentucky Contract. Program ini juga mendapatkan bantuan dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Sadjad melanjutan studi magisternya di Mississippi State University dan lulus pada tahun 1963 di jurusan Teknologi Benih dengan gelar Master of Agronomy.[6] Sadjad meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dengan disertasinya berjudul Kertas merang untuk uji viabilitas benih beberapa penemuan dalam bidang teknologi benih dengan promotor Hari Suseno dan lulus pada tahun 1972 di IPB.

Sadjad menikah dengan Retno Winarni yang meninggal pada tahun 2000 dan memiliki empat orang anak, yaitu Dr. Ir. Rhiza S. Sadjad yang menjadi Doktor lulusan Universitas Wiconsin yang saat ini masih menjabat sebagai dosen di Universitas Hasanuddin, Mirza S Sadjad, Elza S Sadjad dan Roza S Sadjad yang merupakan lulusan Doktor dari Universitas Negeri Oregon.[8] Roza meninggal dalam peristiwa Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 bersama kedua anaknya, Maureen dan Tazkia. Namanya diabadikan menjadi sebuah nama ruang seminar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala.

Sadjad menjadi asisten dosen untuk Prof. Ir Gunawan Satari pada tahun 1957. Dia diangkat menjadi staf pengajar selama setahun pada tahun 1958 atas perintah Dekan Pertanian Thoyib Hadiwidjaja. Sadjad menjadi salah satu dosen yang selamat dari fenomena pemecatan dosen pada kejadian G30S yang mengenai rekan-rekannya di IPB. Sadjad menjadi Dekan Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1965 sampai tahun 1966 sekaligus menjadi Kepala Laboratorium ilmu Benih 1964 pada tahun 1996. Lalu, diangkat menjadi Guru Besar Ilmu pertanian pada tahun 1981 dan pensiun pada tahun 1996. Dia sempat menjabat sebagai Guru Besar tetap di Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi di Surakarta dari tahun 1997 sampai tahun 2005 dan mendapatkan gelar Profesor Emeritus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1997 sampai sekarang di Fakutas Pertanian IPB.

Sadjad menerima penghargaan Cendekiawan Berdedikasi dari Harian Kompas karena menjadi perintis ilmu dan teknologi benih di Indonesia yang pemikirannya mampu memuat berbagai aspek pertanian sosial, ekonomi, dan politik dalam bentuk tulisan yang dia tulis sejak tahun 1977 di Harian Kompas. Sadjad menerima penghargaan Achmad Bakrie Award pada tahun 2010 di bidang teknologi atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi benih dan pertanian di Indonesia.

Penerimaan penghargaan ini oleh Sadjad diikuti dengan komentarnya terhadap penolakan oleh Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef "Jangan sampai ada pemahaman sepertinya yang menerima selalu berada di bawahnya yang memberi, apalagi ditambahkan kata-kata 'yang memberi berlumpur". Dia juga menganggap penghargaan ini secara terpisah dari bisnis Bakrie. Sadjad menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi) yang bekerja sama dengan IPB pada tahun 2019 atas dedikasinya dalam pengembangan benih yang ada di Indonesia.

Profesor Rapee Sagarik Bapak Anggrekologi

Profesor Rapee Sagarik Bapak Anggrekologi ThailandRapee Sagarik ( Thailand : ระ ąøžี ąøŖąø² ąø„ ąø£ิก , 4 Desember 1922 - 17 Februari 2018) adalah seorang ahli hortikultura , ahli botani dan anggrek Thailand. Dia adalah seorang profesor di Universitas Kasetsart dan menjabat sebagai presidennya dari tahun 1972 hingga 1980. Selain mempelajari secara ilmiah dan membuat katalog anggrek, yang kemudian dikenal sebagai "Bapak Anggrekologi Thailand", dia juga bekerja dalam pengembangan kultivar padi dan penelitian pertanian , dan menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Koperasi.

Universitas Kasetsart ( Thailand : ดหาวิทยาคัąø¢ เกษตรศาสตร์ ; RTGS : Mahawitthayalai Kasetsat ) (KU) adalah universitas riset publik di Bangkok, Thailand . Itu adalah universitas pertanian pertama Thailand dan universitas tertua ketiga di Thailand. Ini didirikan pada 2 Februari 1943 untuk mempromosikan mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pertanian . Sejak itu, Universitas Kasetsart telah memperluas bidang studi untuk mencakup ilmu kehidupan , sains , teknik , ilmu sosial , dan humaniora . Kampus utama Universitas Kasetsart adalah di Bangkhen, utara Bangkok, dengan beberapa kampus lain di seluruh Thailand. Ini adalah universitas terbesar di Thailand.

MarĆ­a Ylagan Orosa - Ahli Teknologi Pangan

MarĆ­a Ylagan Orosa - Ahli Teknologi Pangan FilipinaMarĆ­a Orosa e Ylagan (1893–1945) adalah seorang teknolog makanan Filipina, ahli kimia farmasi, tokoh kemanusiaan dan pahlawan perang. Ia bereksperimen dengan makanan asli Filipina, dan selama Perang Dunia II mengembangkan Soyalac (dari kedelai) dan Darak (dari bekatul), yang ia juga membantu menyelundupkan ke kamp-kamp interniran yang dikelola Jepang dan yang membantu menyelamatkan nyawa ribuan orang. Filipina, Amerika, dan warga negara lainnya. Meskipun menawarkan pekerjaan sebagai asisten ahli kimia oleh pemerintah negara bagian Washington, Orosa kembali ke Filipina pada tahun 1922. Dia awalnya mengajar ekonomi rumah tangga di Universitas Escolar Centro , kemudian dipindahkan ke divisi pelestarian makanan Biro Ilmu Pengetahuan Filipina.

Orosa ingin membantu Filipina menjadi swasembada, serta untuk memberdayakan keluarga Filipina. Dia mengorganisasi klub 4-H di pulau-pulau (yang memiliki lebih dari 22.000 anggota pada tahun 1924), serta melakukan perjalanan ke barrios untuk mengajar para wanita cara memelihara ayam, melestarikan produk lokal dan merencanakan makanan sehat. Orosa menciptakan oven palayok untuk memungkinkan keluarga tanpa akses listrik untuk memanggang, serta mengembangkan resep untuk produk lokal, termasuk singkong, pisang, dan kelapa. Kecap pisangnya menjadi bumbu favorit dan bahan masakan di pulau-pulau itu. Dia juga mengembangkan anggur dan calamansi nip, bentuk kering dan bubuk dari buah jeruk yang juga digunakan untuk membuat jus calamansi, saus pisang, dan resep lainnya. Orosa akhirnya menjadi kepala Divisi Ekonomi Rumah Tangga dan mengorganisasi Divisi Pelestarian Makanannya. Menggunakan pengetahuan lokal dan teknisnya, Orosa juga membuat kontribusi kuliner dan mengajarkan metode pelestarian yang tepat untuk hidangan asli seperti adobo , dinuguan , kilawin , dan escabeche .

Selama Perang Dunia II, Orosa menggunakan latar belakang ilmu makanannya untuk menciptakan Soyalac (produk kedelai bubuk kaya protein) dan Darak (bubuk bekatul yang kaya thiamine dan vitamin lain yang juga bisa mengobati beri-beri ). Ia juga menjadi kapten di Gerilyawan Marking , pasukan lokal Filipina yang diorganisir oleh Marcos V. Augustin Marking [5] yang membantu pasukan AS melawan pasukan pendudukan Jepang, termasuk dengan menggunakan tukang kayu yang telah memasukkan Soyalac dan Darak ke batang bambu berlubang yang mereka dibawa ke warga sipil yang dipenjara di Universitas Santo Tomas di ibu kota serta tahanan kamp-kamp perang yang dikelola Jepang di Capas dan Corregigor. Bubuk menyelamatkan nyawa banyak gerilyawan dan tentara AS yang kelaparan. Kue "Tiki-Tiki" -nya (dibuat menggunakan Darak) juga menyelamatkan banyak nyawa warga sipil selama kekurangan makanan selama masa perang.

Meskipun keluarga dan teman-teman mendesak "Tia Maria" untuk meninggalkan Manila ke kampung halamannya ketika pasukan Amerika dan Jepang berjuang untuk menguasai kota, Orosa menolak, bersikeras bahwa sebagai seorang prajurit ia harus tetap di posnya. Pada 13 Februari 1945, Orosa meninggal karena luka-luka pecahan peluru setelah dipukul pertama kali di kantor pemerintahnya selama serangan bom Amerika, kemudian rumah sakit tempat dia dibawa dibom dan pecahan pecahan peluru lain menusuk jantungnya, membunuhnya secara instan. Palang Merah Amerika memberi Orosa penghargaan kemanusiaan atas upaya penyelundupan makanannya. Keponakannya Helen Orosa del Rosario pada tahun 1970 menerbitkan Maria Orosa: kehidupan dan pekerjaannya , yang juga termasuk 700 resep Orosa.

Filipina telah secara resmi mengakui kontribusi Orosa. Rumahnya, provinsi Batangas, memasang patung dan tanda sejarah (gambar). Sebuah jalan di Ermita, Manila (di mana Pengadilan Banding Filipina berada), dinamai menurut namanya, seperti juga bangunan di Biro Tanaman dan Industri. Selama peringatan 65 tahun Institut Sains dan Teknologi, ia menjadi salah satu dari 19 ilmuwan yang menerima pengakuan khusus. Pada 29 November 1983, National Historical Institute memasang spanduk untuk menghormatinya di Biro Industri Tanaman di San AndrƩs, Manila. Untuk memperingati ulang tahun keseratusnya, Perusahaan Pos Filipina mengeluarkan perangko untuk menghormatinya. Kampung halamannya di Taal, Batangas juga merayakan ulang tahun ke 125 kelahirannya pada tanggal 29 November 2018.

Francesco Redi - Anti Generatio Spontanea

Francesco Redi - Penentang Teori AbiogenesisFrancesco Redi (1626 -1697) adalah seorang dokter, ahli bedah, dan ilmuwan yang terkenal dengan eksperimennya yang menentang teori generasi spontan (Spontaneous Generation). Ia juga dikenal sebagai seorang penulis soneta, salah satu karyanya yang terkenal berjudul Bacco in Toscano (1685). Francesco Red lahir 18 Februari 1626 di Arezzo, Italia dari pasangan bangsawan Cecelia de'Ghinci dan Gregorio Redi. Ayahnya adalah dokter yang bekerja untuk Adipati (Grand Duke) Ferdinand II dan putranya, Casimo III. Di masa mudanya, Redi dididik oleh imam Yesuit yang ajarannya berpegangan pada filosofi Aristoteles. Setelah dewasa, Redi menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Pisa dan juga menjadi dokter di pengadilan setelah mendapatkan panggilan dari Adipati.

Setelah mengunjungi Roma, Naples, Bologna, Padua, dan Venice, Redi memulai praktik sebagai dokter di Florence. Dari tahun 1657 hingga 1667, Redi menjadi anggota dari Akademi Eksperimen (Accademia del Cimento). Selanjutnya, dia juga menjadi anggota aktif "Trusca", "Arcadia", membantu penyusunan kamus Tuscan, mengajar bahasa Tuscan di Florence (1666). Beberapa karya sastra yang ditulis oleh Redi selama hidupnya adalah Letters, puji-pujian Bacco in Toscana, dan Arianna Inferma. Karya sastranya yang paling puitis, Bacco in Toscana dianggap sebagai salah satu karya sastra terbaik pada abad ke-17. Mendekati akhir hidupnya, kondisi kesehatan Redi semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada 1 Maret 1967 di Pisa.

Percobaan biogeneis - Francesco Redi hidup di era yang penuh ajaran Aristoteles, namun pemikirannya dipengaruhi oleh teori Galileo serta Bruno dan Kepler. Ketertarikannya terhadap penelitian ilmiah terinspirasi setelah membaca tulisan Giuseppe Aromatari dari Assisi dan William Harvey yang membantah teori generasi spontan (abiogenesis). Aromatari dan Harvey mengemukakan teori yang menyatakan bahwa serangga, cacing, dan katak tumbuh dari benih atau telur yang terlalu kecil untuk dilihat. Pada masa itu, belatung dipercaya muncul dari daging busuk sesuai teori generasi sponatan yang dipengaruhi oleh ajaran Aristoteles. Redi tertarik untuk mencari tahu tentang kebenaran hal tersebut, dia menyimpan berbagai macam daging ke dalam tabung satu per satu dan mengamati belatung yang memakan daging busuk dan menemukan bahwa belatung tersebut berkembang menjadi lalat. Sebelum belatung muncul, dia mengamati bahwa lalat terlebih dahulu mengerumuni daging busuk tersebut dan dari sana, ditarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang menyebabkan terjadi produksi belatung.

Pada tahun 1688, Redi mempublikasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Percobaan pada asal usul serangga". Eksperimen dalam buku tersebut berhasil mematahkan teori abiogenesis (kehidupan berasal dari benda mati) dan memunculkan teori biogenesis.
Pernyataan Omne vivum ex ovo (Semua kehidupan berasal dari telur) dicetuskan berdasarkan percobaan yang dilakukan Redi. Teori biogenesis mengemukakan bahwa kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya. Dalam percobaanya, dia menggunakan dua wadah berisi daging, yang pertama dibiarkan terbuka, sedangkan yang lainnya ditutup. Pada wadah yang terbuka, belatung tumbuh pada daging sedangkan pada wadah lainnya tidak ada pertumbuhan belatung. Konsep biogenesis tersebut belum sepenuhnya dapat diterima hingga muncul percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur pada tahun 1859.

Semasa hidupnya, Redi juga mematahkan kesalahpahaman dan kepercayaan tentang ular berbisa. Eksperimen yang dilakukannya menunjukkan bahwa empedu ular berbisa tidak beracun, menelan bisa atau gigi ular tidak berbahaya, namun apabila bisa tersebut masuk melalui luka terbuka atau diinjeksikan ke bawah kulit maka akan berakibat fatal. Selain itu, redi juga menyatakan bahwa bisa ular adalah cairan kuning yang diproduksi oleh kelenjar pada bagian kepala ular dan diinjeksikan hanya melalui dua gigi, bukan diproduksi oleh roh liar. Dia juga mematahkan mitos yang menyatakan bahwa kekuatan bisa ular dipengaruhi oleh makanannya, ular meminum anggur, dan beberapa mitos yang salah lainnya. Namun, pemikirannya tidak sepenuhnya diterima hingga publikasi yang dilakukan oleh Felice Fontana pada tahun 1781, dimana kesimpulan Redi dapat diterima sepenuhnya.

Penemu IPA Sejarah Ilmu Pengetahuan Alam

Penemu IPA - Sejarah Ilmu Pengetahuan AlamIlmu alam (bahasa Inggris: natural science; atau ilmu pengetahuan alam) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11)

Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.

Archimedes hidup pada masa 287 SM sampai 212 SM bersal dari Syracusa. Ia belejar di kota Alexandria, Mesir. Menurut ukuran dunia lama ia bukan pintar sekedar pintar tetapi paling pintar di bidangnya yaitu bidang matematika. Dia kadangkala dianggap penemu prinsip pengungkit dan konsep gaya berat tertentu. Tetapi nyatanya pengungkit itu sudah dikenal dan digunakan orang berabad sebelum ada Archimedes. Tampaknya dia orang pertama yang jelas menerangkan formula hal-ihwal pengungkit meskipun insinyur-insinyur mesin sudah berulang kali dan mampu menggunakan pengungkit jauh sebelum Archimedes.

Konsep tentang kepadatan (berat per volume unit) dari sesuatu benda sebagai lawan berat keseluruhan sesuatu obyek tampaknya sudah diketahui sebelum Archimedes dan mahkota (cerita tentang dia melompat dari tempat mandinya dan berlari-lari sepanjang jalan sambil teriak "Eureka" artinya "aku sudah menemukannya"), apa yang ditemukan Archimedes bukanlah barang baru melainkan sekedar pemakaian terang-terangan dari konsep yang sudah dikenal terhadap sesuatu masalah spesifik.

Selaku matematikus tak syak lagi Archimedes memang terkemuka. Buktinya dia hampir sampai pada memformulasikan "kalkulus integral" lebih dari delapan belas abad sebelum Isaac Newton berhasil melaksanakannya. Malangnya sistem yang mudah untuk melukiskan lambang-lambang jumlah masih kurang di masa Archimedes. Begitu pula malangnya tak ada pelanjut-pelanjutnya yang cukup bermutu selaku matematikus. Akibatnya kebrilianan pandangan matematika Archimedes menjadi semakin berkurang daya cekamnya seperti sebelumnya.

Archimedes meninggal dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari Jendral Romawi Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah. Ia mendasarkan penemuannya dengan eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak Ilmu Pengetahuan Alam Eksperimental.

Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik dan nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni. Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam, akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah, berbeda dengan filsafat alam. Di sekolah, ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA).

Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti. Di samping penggunaan secara tradisional di atas, saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. Dari sudut ini, "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi, terlibat dalam proses-proses biologis, dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta). Cabang-cabang utama dari ilmu alam adalah: Astronomi, Biologi, Ekologi, Fisika, Geologi, Geografi fisik berbasis ilmu, Ilmu bumi dan Kimia.

Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA) - Ilmu berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Ilmu-ilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences) (Jujun. S. 2003). Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi), kimia (mempelajari substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth sciences) yang mempelajari bumi kita.

Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar - Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisika) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.

IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).

IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen. Mata pelajaran ini pula digunakan dalam UN dan UASBN. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.

Sejarah alam adalah penelitian ilmiah tentang tumbuhan maupun hewan, lebih menuju ke metode belajar pengamatan daripada eksperimental, dan mencakup lebih banyak penelitian yang diterbitkan di majalah daripada jurnal akademik, sehingga istilah ini dianggap kuno di kalangan masyarakat ilmiah akibat revolusi ilmiah. Seseorang yang ahli di bidang sejarah alam disebut sebagai naturalis. Akar sejarah alam dapat dilacak dari masa Aristoteles dan filsuf klasik lainnya yang menganalisis keragaman dunia alam. Ketika Eropa memasuki Abad Pertengahan, sejarah alam dikembangkan di dunia Islam oleh ilmuwan seperti al-Jahizh, ad-Dinawari, Ibnu al-Baithar, dll. Di masa Renaisans, banyaknya organisme yang mulai diketahui mulai membuka jalan bagi taksonomi, yang berpuncak pada sistem yang dikembangkan Carolus Linnaeus dari Swedia.

Filsafat alam (dari bahasa Latin philosophia naturalis) adalah istilah yang melekat pada pengkajian alam dan semesta fisika yang pernah dominan sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Filsafat alam dipandang sebagai pendahulu ilmu alam semisal fisika. Bentuk-bentuk ilmu pengetahuan per sejarahnya berkembang di luar filsafat, atau lebih khususnya filsafat alam. Di universitas-universitas yang lebih tua, Kursi-Kursi Filsafat Alam yang sudah mapan kini sebagian besar dikuasai oleh para guru besar fisika. Catatan modern ilmu pengetahuan dan ilmuwan merujuk pada abad ke-19 (Webster's Ninth New Collegiate Dictionary menuliskan bahwa asal mula kata "ilmuwan" adalah dari tahun 1834). Sebelumnya, kata "ilmu pengetahuan" sekadar berarti pengetahuan dan gelar ilmuwan belumlah wujud. Karya ilmiah Isaac Newton dari tahun 1687 dikenal sebagai PhilosophiƦ Naturalis Principia Mathematica.

Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Penemuannya - Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah tanpa berpakaian. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnya dihukum mati. Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan rasi bintang di langit. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai pi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.