• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Neil Alden Armstrong dan Edwin Eugene Aldrin

Buzz Aldrin atau Edwin Eugene Aldrin, JrBuzz Aldrin (lahir Edwin Eugene Aldrin, Jr. ;lahir di Amerika Serikat, 20 Januari 1930; umur 89 tahun) adalah seorang insinyur mesin, pensiunan pilot angkatan udara dan astronot Amerika Serikat. Aldrin merupakan orang kedua yang menjejakkan kaki di Bulan setelah Neil Armstrong. Pada tanggal 20 Juli 1969 (21 Juli waktu WIB) , dia dan Neil Armstrong mendarat di Bulan dengan kendaraan udara kecil, yang telah dikirim ke Bulan dengan roket Saturn V dalam misi Apollo 11. Setelah lulus dari Akademi Militer Amerika Serikat, ia masuk Angkatan Udara Amerika serikat. Ia pun ikut Perang Korea dan menjalankan tugas tempur hingga 66 kali, lalu ia dipindahkan ke Jerman barat. Tahun 1963, ia mendapat gelar doktor dari Institut Teknologi Massachusetts. pada tahun yang sama ia dipilih sebagai astronot group ketiga oleh Badan Antariksa Amerika Serikat(NASA). Penerbangannya yang pertama terjadi pada tahun 1966dengan wahana Gemini 12, bersama James A. Lovell.

Pada penerbangan pertama ini, ia berada di luar angkasa selama 5 1/2 jam. Selanjutnya ia mengikuti misi Apollo 11, bersama Neil Armstrong dan Michael Collins, pada tanggal 16 Juli 1969, dan 4 hari kemudian, ia mendarat di bulan. setelah selama dua jam berada di permukaan bulan, untuk mengumpulkan batu, membuat foto dan melakukan beberapa percobaan ilmiah, mereka mengangkasa kembali dengan modul Lunar. Misi Apollo 11 berakhir, setelah mereka mendarat di samudra pasifik pada tanggal 24 Juli 1969. Setelah pensiunan dari NASA, ia mendapat kepercayaan memimpin sekolah pilot Angkatan Udara Amerika serikat di Lapangan Udara Edwards Air Force Base, California. Tahun 1972, ia pensiun dari tugas aktif militer. Ia juga sempat menulis beberapa buku, diantaranya: Return to Earth (1973), Men From Earth (1989), Magnificent Desolation (2009).

Neil Alden ArmstrongNeil Alden Armstrong (lahir di Ohio, Amerika Serikat, 5 Agustus 1930 – meninggal 25 Agustus 2012 pada umur 82 tahun) adalah seorang astronot, pilot uji coba, teknisi penerbangan, profesor universitas, dan Penerbang Laut Amerika Serikat. Ia merupakan orang pertama yang berjalan di Bulan. Sebelum menjadi astronot, Armstrong adalah perwira Angkatan Laut Amerika Serikat dan pernah berdinas di Perang Korea. Pascaperang, ia menjadi pilot uji coba di Stasiun Penerbangan Kecepatan Tinggi Komite Penasihat Penerbangan Nasional, sekarang Pusat Penelitian Penerbangan Dryden, tempat ia mencatatkan hampir 900 penerbangan. Ia lulus dari Universitas Purdue dan menyelesaikan studi sarjananya di Universitas California Selatan. Sebagai peserta program penerbangan antariksa manusia Man In Space Soonest Angkatan Udara Amerika Serikat dan X-20 Dyna-Soar, Armstrong bergabung dengan Korps Astronot NASA tahun 1962.

Penerbangan antariksa pertamanya adalah misi Gemini 8 NASA tahun 1966, yang saat itu ia menjadi pilot komandonya dan menjadi warga negara A.S. pertama di luar angkasa. Pada misi ini, ia melakukan perapatan dua wahana antariksa berawak pertama bersama pilot David Scott. Penerbangan antariksa kedua dan terakhir Armstrong adalah sebagai komandan misi pendaratan bulan Apollo 11 bulan Juli 1969. Pada misi ini, Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke permukaan bulan dan menghabiskan 2½ jam menjelajahi Bulan, sementara Michael Collins tetap di orbit di dalam Modul Komando. Armstrong dihadiahkan Medali Kebebasan Presiden oleh Presiden Richard Nixon bersama Collins dan Aldrin, Medali Kehormatan Antariksa Kongres oleh Presiden Jimmy Carter tahun 1978, dan Medali Emas Kongres tahun 2009. Pada tanggal 25 Agustus 2012, Armstrong meninggal dunia di Cincinnati, Ohio, pada usia 82 tahun akibat komplikasi dari penyumbatan arteri koroner.

Katherine Johnson Astrodinamik Mekanika Orbital

Katherine Johnson Astrodinamik Mekanika OrbitalKatherine Coleman Goble Johnson (lahir 26 Agustus 1918; umur 100 tahun) adalah seorang matematikawan Afrika-Amerika yang menghitung mekanika orbital sebagai karyawan NASA. Pada kariernya selama 35 tahun di NASA dan pendahulunya, ia meraih reputasi karena memimpin penghitungan manual kompleks dan membantu mempelopori pemakaian komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Mekanika orbital atau astrodinamik adalah sebuah aplikasi balistik dan mekanika langit untuk masalah-masalah praktis tentang gerak roket dan pesawat ruang angkasa lainnya. Gerakan benda-benda ini biasanya dihitung dari hukum Newton tentang gerak dan hukum gravitasi universal Newton.

Ini adalah disiplin inti dalam desain misi ruang dan kontrol. Mekanika langit memperlakukan dinamika orbital lebih luas dari sistem di bawah pengaruh gravitasi, termasuk pesawat ruang angkasa dan badan-badan astronomi alam seperti sistem bintang, planet, bulan, dan komet. Mekanika orbital berfokus pada lintasan pesawat ruang angkasa, termasuk manuver orbital, orbit perubahan pesawat, dan transfer antar planet, dan digunakan oleh perencana misi untuk memprediksi hasil dari manuver pendorong. Relativitas umum adalah teori yang lebih tepat daripada hukum Newton untuk menghitung orbit, dan kadang-kadang diperlukan untuk akurasi yang lebih besar atau dalam situasi high-gravitasi (seperti orbit dekat dengan Matahari).

Badan Penerbangan dan Antariksa (bahasa Inggris: National Aeronautics and Space Administration, disingkat NASA) adalah lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa Amerika Serikat dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang. Organisasi ini bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa bagi masyarakat sipil, aeronautika, dan program kedirgantaraan. Presiden Eisenhower mendirikan NASA pada tahun 1958 dengan tujuan untuk mementingkan kebutuhan masyarakat sipil dibandingkan dengan militer, dan digunakan sebagai program perdamaian dalam ilmu keluar-angkasaan. Undang-Undang Aeronautika dan Keluarangkasaan Nasional disahkan pada 29 Juli 1958, menggantikan organisasi sebelumnya, Komite Penasehat Aeronautika Nasional. Badan ini resmi beroperasi pada 1 Oktober 1958.

Penemu Teleskop Pertama - Galileo Galilei

Penemu Teleskop Pertama Galileo GalileiGalileo Galilei tercatat sebagai Penemu teleskop yang pertama, lahir di Pisa, tahun 1564. Selagi muda belajar di Universitas Pisa tetapi mandek karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu dapat posisi pengajar di universitas itu. Beberapa tahun kemudian dia bergabung dengan Universitas Padua dan menetap di sana hingga tahun 1610. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah. Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika.

Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. (Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar).

Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.

Penemuan teleskop dan serentetan penemuan ini melempar Galileo ke atas tangga kemasyhuran. Sementara itu, dukungannya terhadap teori Copernicus menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya habis-habisan. Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616: dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa Copernicus. Galileo merasa tergencet dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah Paus meninggal tahun 1623, dia digantikan oleh orang yang mengagumi Galileo. Tahun berikutnya, Paus baru ini –Urban VIII– memberi pertanda walau samar-samar bahwa larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan.

Galileo, dapat dianggap orang yang taat beragama. Lepas dari hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak menolak baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan pembesar-pembesar gereja untuk menekan usaha penyelidikan ilmu pengetahuannya. Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Gahleo sebagai lambang pemberontak terhadap dogma dan terhadap kekuasaan otoriter yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya yang lebih menonjol lagi adalah peranan yang dimainkannya dalam hal meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.

Georges Lemaître - Teori Perluasan Jagat Raya

Biography Georges Lemaître - Teori Perluasan Jagat RayaMonsignor Georges Henri Joseph Édouard Lemaître yang lahir 17 Juli 1894 – meninggal 20 Juni 1966 pada umur 71 tahun adalah seorang imam, astronom dan profesor fisika di Universitas Katolik Leuven. Ia adalah orang pertama yang mengusulkan teori perluasan jagat raya yang seringkali disalahhubungkan dengan Edwin Hubble. Selain itu, ia juga merupakan orang pertama yang menemukan hukum Hubble dan membuat perkiraan konstanta Hubble pertama pada tahun 1927, dua tahun sebelum artikel Hubble diterbitkan. Lemaître juga mengusulkan teori ledakan dahsyat sebagai penjelasan mengenai asal usul alam semesta, yang ia sebut 'hipotesis atom primeval'. Ia adalah seorang imam yang sekuler, sehingga ia dijuluku Abbé. Setelah menjadi seorang kanon, ia dijuluki Monseigneur.

Pada tahun 1951, Paus Pius XII menyatakan bahwa teori Lemaître memberikan validasi ilmiah untuk Katolik. Namun, Lemaître membenci pernyataan Paus, yang menyatakan bahwa teori itu netral dan tidak ada hubungan atau kontradiksi antara agamanya dan teorinya. Ketika Lemaître dan Daniel O'Connell, penasihat sains Paus, mencoba membujuk Paus untuk tidak menyebut Kreasionisme secara terbuka lagi, Paus setuju. Dia membujuk Paus untuk berhenti membuat proklamasi tentang kosmologi. Sementara seorang Katolik Roma yang taat, ia menentang pencampuran sains dengan agama, meskipun ia juga berpendapat bahwa dua bidang pengalaman manusia ini tidak bertentangan. Selama tahun 1950-an, ia secara bertahap menyerahkan sebagian dari beban kerja mengajarnya, mengakhirinya sepenuhnya ketika ia mengambil status emeritus pada tahun 1964.

Di akhir hayatnya, ia semakin dikhususkan untuk masalah perhitungan numerik. Dia sebenarnya seorang aljabar yang luar biasa dan kalkulator aritmatika. Sejak 1930, ia menggunakan mesin hitung yang paling kuat saat itu, Mercedes. Pada 1958 ia diperkenalkan ke Universitas Burroughs E 101, komputer elektronik pertamanya. Lemaître mempertahankan minat yang kuat dalam pengembangan komputer dan, bahkan lebih, dalam masalah bahasa dan pemrograman komputer. Dia meninggal pada 20 Juni 1966, tak lama setelah mengetahui penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik, yang memberikan bukti lebih lanjut untuk proposalnya tentang kelahiran alam semesta. Pada tahun 2005, Lemaître terpilih ke tempat ke-61 De Grootste Belg ("The Greatest Belgian"), program televisi Flemish di VRT . Pada tahun yang sama ia terpilih ke tempat ke-78 oleh penonton Les plus grands Belges ("The Greatest Belgians"), sebuah acara televisi dari RTBF .

S. Chandrasekhar - Struktur dan Evolusi Bintang

S. Chandrasekhar - Struktur dan Evolusi BintangSubrahmanyan Chandrasekhar adalah seorang astrofisikawan Amerika India yang dianugerahi Hadiah Nobel Fisika 1983. Ia menerima gelar B.A. dari Universitas Madras. Di Universitas Cambridge ia menerima gelar Ph.D. dan mengembangkan teori bintang kerdil putih, menunjukkan bahwa tekanan degenerasi mekanika kuantum tidak bisa menstabilkan bintang raksasa. Ia bekerja di Universitas Chicago dan Observatorium Yerkes dari 1937 hingga 1995. Chandrasekhar adalah pegawai di Ballistic Research Laboratory di Aberdeen Proving Ground, Maryland selama PD II.

Ia adalah keponakan Chandrasekhara Raman yang juga fisikawan dan merupakan guru besar fisika di Universitas Calcutta selama 15 tahun berikutnya. Di sinilah pekerjaannya pada optik mendapat pengakuan. Raman memenangkan Hadiah Nobel Fisika 1930 untuk pekerjaannya pada penyebaran cahaya dan untuk penemuan efek Raman. Spektroskopi Raman, yang berdasarkan pada efeknya juga dinamai menurut namanya. Merupakan pertama kali bahwa pelajar India yang belajar sama sekali di India menerima Hadiah Nobel.

S. Chandrasekhar - Struktur dan Evolusi BintangSementara itu keponakannya meneliti dan menulis sejumlah buku penting mengenai struktur dan evolusi bintang, sifat-sifat dinamis kluster dan galaksi bintang, transfer energi radiasi, stabilitas hidrodinamika dan hidromagnetika, stabilitas bilangan persamaan ellips, dan teori matematis lubang hitam. Ia juga bekerja pada astrofisika relativistik, dan buku terakhirnya adalah Newton's Principia for the Common Reader. Ia mengedit Astrophysical Journal selama hampir 20 tahun. Ia terkenal atas cintanya pada keanggunan dan presisi matematika.

Google Doodle hari ini, Kamis (19/10/2017), bernuansa galaksi dengan taburan ilustrasi bintang. Ada siluet lelaki yang tampak serius mengamati bintang. Lelaki dimaksud adalah Subrahmanyan Chandrasekhar atau lebih dikenal dengan sebutan “ S. Chandrasekhar”. Pria berdarah India-Amerika Serikat tersebut lahir pada hari ini di tahun 1910. Ia meninggal pada 21 Agustus 1995 di usia ke-84. S. Chandrasekhar meneliti dan menulis sejumlah buku yang hingga kini dijadikan rujukan untuk mengenal struktur dan evolusi bintang. Teorinya yang paling terkenal mengupas tentang bintang kerdil putih.