Scoville bekerja di Parke Davis sepanjang musim-musim penting, seperti ketika mereka memasarkan beberapa jenis kokain halus dan ekstrak ganja. Pada saat yang sama, kompetitor besar mereka, yakni Bayer, perusahaan asal Jerman, berhasil mengembangkan produk unggulan berupa sirup obat batuk yang mengandung heroin (sampai sekarang Bayer dikenal sebagai salah satu produsen obat batuk terbesar di dunia). Sementara itu, kompetitor lainnya yakni Merck memproduksi kokain dalam jumlah besar. Persaingan terjadi bukan hanya antarperusahaan, tetapi di antara para ilmuwan juga terlibat perang gengsi. Sebagai ilmuwan yang diandalkan Parke Davis (AS), Scoville mendapat tantangan menghasilkan produk penting yang bisa jadi unggulan perusahaan, khususnya dalam bersaing dengan produk Bayer dan Merck. Tak ada yang bisa dilakukan oleh Scoville selain mengatakan ya dan menerima tantangan tersebut. Ia beranggapan, inilah saat yang tepat dan sempurna bagi orang-orang penting untuk menggunakan kapsaisin (capsaicin, senyawa yang menjadi biang rasa pedas pada cabai) sebagai penawar rasa sakit dan kemudian ia mempertanyakan kepada perusahaan tentang hal itu.
Unit Scoville diperoleh dari serangkaian tes menggunakan larutan air dan gula. Pengenceran ditingkatkan sampai cabai tidak lagi membakar mulut. Sebagai contoh, Blair`s After Death Sauce terukur pada 50.000 unit Scoville. Untuk mengencerkan panas atau pedas dalam satu botol saus Blair`s After Death, dibutuhkan lebih dari 3.000 unit air sehingga rasa panas/pedas yang ada tidak terasa lagi alias netral. Awalnya penilaian Scoville didasarkan respons manusia terhadap perkembangan pelemahan rasa pedas/panas, tetapi belakangan aplikasinya menggunakan mesin untuk mengukur langsung jumlah capsaicinoid, unsur kimia yang bertanggung jawab atas terjadinya sensani panas/pedas. Cabai lonceng (bell peppers) dianggap memiliki tingkatan nol pada skala Scoville karena tidak memiliki rasa pedas. Sedangkan cabai habanero menempati rating 300.000. Capsaicin murni tingkatannya paling tinggi, yakni 16 juta unit Scoville.

Scoville dengan sempurna menulis ulang buku Harry Becwith pada revisi keempat, How To Get Registered: Home Study for Pharmaceutical Students pada 1909. Scoville juga menulis buku Extract and Perfume (Ekstrak dan Parfum), yang berisi ratusan rumusan atau formula. Ia memenangi penghargaan dari the American Pharmaceutical Association (APhA). Sayang, buku-buku karangan Scoville termasuk kategori tak diminati. Tidaklah mengherankan jika kemudian Scoville, kurang dikenal dibandingkan dengan pakar dan penemu dalam bidang lain. Sangat mungkin, hasil kajian dan temuannya dianggap kurang penting. Orang lebih tertarik pada hasil-hasil temuan terbaru dan tentu saja urusan perang (kala itu).