• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Pakaian. Show all posts
Showing posts with label Pakaian. Show all posts

Levi Strauss - Si Penemu Celana Blue Jeans

Levi Strauss - Penemu Celana JeansLevi Strauss lahir Lob Strauß, Jerman: 26 Februari 1829 - 26 September 1902 adalah seorang produsen pakaian Amerika Serikat kelahiran Jerman. Strauss adalah seorang yahudi mendirikan perusahaan pertama yang memproduksi celana jeans biru (blue jeans) . Perusahaannya, Levi Strauss & Co , dimulai pada tahun 1853 di San Francisco , California. Namanya menjadi merk jins Levi's. Ia terlahir sebagai Löb Strauß dan pada 1850 mengubah namanya menjadi Levi Strauss, dan pada tahun 1853 pindah ke San Francisco, California untuk membuka perusahaannya sendiri Levi Strauss & Co.

Awal kehidupan - Levi Strauss dilahirkan di Buttenheim, di wilayah Franconian dari Bavaria, Jerman pada tanggal 26 February 1829. Levi Strauss adalah anak dari Hirsch Strauss dan Rebecca Strauss. Untuk menyambung hidup, Levi Strauss bekerja serabutan, pada usia 15 tahun dia bekerja sebagai sales perjalanan, namun pekerjaan tersebut tidak membuat kehidupan ekonominya berubah lebih baik, suatu saat dia mendengar kabar tentang masyarakat barat, tentang keindahan suatu tanah baru dengan nama "The Wild West", Levi juga mendengar kabar tentang Cowboy, pistol, dan perkel4h!4n.

Pada usia 18, Levi Strauss beserta ibu dan dua saudara perempuannya berlayar ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan saudaranya Jonas dan Louis, yang telah memulai bisnis grosir. Adik Levi yaitu Fanny dan suaminya yaitu David Stern pindah ke St Louis, Missouri, sementara Levi pergi untuk tinggal di Louisville dan menjual produk bisnis milik saudara-saudaranya di Kentucky, Amerika Serikat. Pada bulan Januari 1853, Levi Strauss menjadi warga negara Amerika. Keluarganya kemudian memutuskan untuk membuka cabang di Pantai Barat San Francisco.

Levi Strauss yang berusia 20 tahun berniat mengadu nasib ke New York. Cerita yang sangat menarik bagi Levi adalah tentang pendulangan emas secara besar-besaran yang dikenal dengan nama "Gold Rush" yang terjadi pada tahun 1849. Dengan ketertarikannya tersebut akhirnya levi pergi dengan kapal laut, sesampainya di sana dia percaya bahwa ternyata benar apa yang telah dibicarakan banyak orang, di hadapannya banyak sekali orang berduyun-duyun untuk mendulang emas. Anehnya dia tidak tertarik dengan perburuan emas yang telah dilakukan banyak orang tetapi dia malah berfikir untuk membuat pakaian yang sesuai untuk para pekerja pendulang emas tersebut.

Pembuatan celana jeans pertama - Strauss berangkat ke California dengan hanya berbekal beberapa potong tekstil yang merupakan barang bisnis milik saudaranya yang akan dijuanya selama perjalanan ke barat. Karena memang hanya berbekal nekat, Levi Strauss akhirnya sampai di California dengan menjual semua barangnya kecuali yang tersisa adalah bahan kanvas.

Sebuah celanapun akhirnya dibuatnya hanya dengan bahan kanvas tersebut yakni sebuah celana kerja yang dicoba dijualnya kepada para pekerja tambang didaerah tersebut. Ternyata celana dengan bahan kanvas milik Strauss laku keras, banyak pekerja tambang yang membeli celana kanvas dari Strauss karena celana dari bahan canvas tidak mudah rusak atau sobek serta tahan lama.

Sesuai dengan cita-citanya akhirnya Levi sukses membuka toko yang menjual celana panjang berbahan kanvas juga denim. Pada celana buatan Levi terdapat lima buah saku yang terdiri dari dua saku di depan, dua saku di belakang, dan satu saku kecil yang terdapat diatas saku depan bagian kanan, konon saku kecil tersebut digunakan oleh pekerja pendulang emas untuk menyimpan emas mereka, pada saat ini saku tersebut masih ada tetapi gunanya bukan lagi untuk menyimpan butiran emas karena pemakainya bukan lagi para pekerja pendulang emas.

Pada bulan Desember tahun 1850 dia menulis surat kepada saudaranya, berikut petikan tulisannya:
"Saya mempunyai berita bagus, bisnis yang sangat baik. Akhirnya Saya mendapatkan uang dalam beberapa minggu. Saya membuka toko di sini namanya Sacramento Straus, apakah itu tidak menakjubkan? Saya sangat membutuhkan kanfas juga bahan baru campuran cotton buatan Perancis namanya Serge De Nimes, di sini kami menyebutnya dengan nama Denim."

Namun masih banyak juga mereka yang masih tidak suka dengan bahan kanvas olahan Strauss. Hal yang membuat dia mulai berimprovisasi dengan membuat dari bahan lain yang dipesan dari Genoa Italia. Para pemintal di sana menyebut bahan tersebut dengan “genes” dan Strauss mengubah namanya menjadi “Jeans” dan mulailah Strauss memproduksi celana jeans yang pertama dan diberi merk “Levi’s”. Produk desain mereka yg pertama adalah “Levi’s 501“. Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan.

Dalam waktu singkat celana ini sudah menjadi celana resmi para penambang, hal yang membuat Jacob Davis seorang pengusaha sukses kemudian mengajak kerjasama Strauss. Sebagai seorang businessman, naluri dagang Levi pun muncul, ia kemudian mengajak Davis partneran dan di tahun 1873 mereka berhasil mendapatkan hak paten. Setelah paten berhasil didapatkan, langsung saja para pekerja tambang di California memakai celana jeans ini sebagai seragam tidak resmi mereka selama bekerja. Karena populer di kalangan pekerja tambang inilah, jeans kemudian jadi simbol status ekonomi dan diasosiasikan dengan kelas pekerja. Di tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laku di bagian Selatan Amerika, dan walau sekarang bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.

Levi Strauss meninggal pada tanggal 26 September 1902, di San Francisco pada usia 73. Dia tidak pernah menikah, sehingga ia meninggalkan bisnisnya untuk empat keponakannya (Yakub, Sigmund, Louis, dan Abraham Stern) yang merupakan anak-anak adiknya yaitu Fanny dan suaminya David Stern. Dia juga meninggalkan warisan ke sejumlah badan amal seperti Pacific Ibrani Orphan Asylum dan Katolik Roma Orphan Asylum. Keberuntungan Levi diperkirakan sekitar 6 juta dolar, (sekitar $ 163.546.154 pada tahun 2014 dolar ) Dia dimakamkan di Colma, California.

Penemu Batik Nasional Indonesia Pertama

Hari Batik dan Penemu Batik Pertama Kali di IndonesiaHari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik. Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Perkembangan Batik di Indonesia - Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Hokky Situngkir, menemukan metode motif batik fraktal - Usianya masih relatif muda untuk seoarang ilmuwan yang telah memberikan sumbangsih dengan membuktikan batik bukan ornamen tetapi lukisan yang disejajarkan dengan karya Raphael, Leonardo da Vinci, atau Michelangelo. Karena banyak orang yang beranggapan kalau batik hanya sebuah rangkain ornamen yang biasa. Ini yang menjadikan ilmuwan muda ini tertarik untuk menelitinya dengan menggunakan ilmu pengetahuan. Ilmuwan ini bernama Hokky Situhung, yang dilahirkan di kota Pematangsiantar, Sumatra Utara pada tahun 7 Februari 1978. Masa kecilnya dihabiskan di kota kelahirannya ini, begitu juga dengan pendidikan sekolahnya hingga sekolah menengah atas (SMA). Kemudian dia melanjutkan pendidikan di pulau Jawa dan memilih di ITB dengan mengambil jurusan teknik elektro.

Pada awal ketertarikan dia itu dimulai dengan mempelajari teori kompleksitas yang dikembangkan Santa Fe Institue. Sebuah lembaga riset yang berada New Mexico, Amerika Serikat. Selanjtunya dia ingin mempelajari batik, alasannya batik itu sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia. Tahap kemudian, dia mengumpulkan berbagai motif batik yang sangat beraneka ragam di Indonesia. Setelah terkumpul batik itu diterjemahkan kedalam rumus fraktal dan matematika. Hasil dari penerjemahan itu dilanjutkan dengan dimodifikasi dengan komputer yang menghasilkan desain baru yang beragam. Keragaman ini terlihat dari beberapa hal mulai dari grafis, warna, ukuran, maupun sudut perulangannya. Dampaknya ini proses pembuatan motif batik fraktal dapat memecahkan masalah keterbatasan motif batik yang dapat menghasilkan banyak motif secara tepat.

Seperti yang dikemukakan oleh Hokky, bahwa pola frakal juga terlihat pigmentasi kerang, pola sulir cekang kerang, bentuk-bentuk rumit bunga salju, atau pertumbhan sel kanker. Pola pikir dengan geomtri frakal ini , juga digunakan untuk membuktikan pengukuran di setiap jengkal dari candi Borobudur. Penemuan ini telah banyak memberikan banyak sumbangsih terhadap rahasia-rahasia yang selama ini dianggap sebuah hal yang mitis dan tidak bisa di lihat oleh science. Kini dia menjabat sebagai presiden Bandung Fe Institute, sebuah lembaga penelitian. Selain menjabat di Bandung Fe Institute, dia juga aktif sebagai peneliti di Center for Complexities. Lewat penemuannya ini dia mendapat julukan sebagai “Bapak Kompleksitas Indonesia” gelar ini diberikan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

Penemu Batik Sutra - Di Pekalongan batik menjadi karya seni yang diproduksi secara massal dalam berbagai bentuk dan motif. Salah satu perkembangan seni batik yang sudah populer adalah batik sutra. Motif batik yang digoreskan di atas bahan yang terbuat dari serat ulat sutra, saat ini menjadi salah satu jenis batik yang banyak dicari, khususnya di kalangan menengah ke atas dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, meski menjadi salah satu produk yang terkenal di seantero negeri, tak banyak yang tahu siapa yang pertama kali menemukan ide pembuatan batik di atas kain sutra tersebut. Batik sutra yang sangat laris sejak tahun 1985, ternyata ditemukan pertama kali oleh H Soesilo (67), salah satu perajin batik dari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Perajin batik tulis beranak enam itu mengaku, pertama kali menemukan batik sutra sekitar tahun 1970. Waktu itu, dia sudah keliling ke berbagai daerah dan belum ada jenis batik yang dibuat dari kain sutra. Penemuan dan pengolahan batik sutra pertama kali, kata dia, sangat sulit. Dia mengaku harus melakukan uji coba sampai satu tahun, baru bisa berhasil membuat batik sutra yang layak untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Selain harus uji coba berulang-ulang, Soesilo mengaku, harus siap menerima ejekan banyak orang yang tahu bahwa dirinya membuat batik di atas kain sutra. Namun, dia tak memedulikan itu dan tetap melakukan uji coba, hingga kemudian berhasil membuat batik sutra, yang sekarang menjadi pakaian untuk acara resmi kalangan menengah ke atas.

Batik sutra temuannya mulai diperkenalkan dan diterima masyarakat sekitar tahun 1978 dan mulai laris sekitar tahun 1980-an. Hingga puncaknya pada 1985, batik sutra menjadi salah satu jenis batik yang banyak dicari, khususnya oleh kalangan menengah ke atas. Meledaknya produk batik sutra waktu itu, mendorong munculnya beberapa jenis batik yang meniru sutra. Jenis batik yang sepintas sama dengan sutra asli itu, bahkan ikut laris dan banyak dicari karena harganya jauh lebih murah dari sutra asli. Meski telah menemukan jenis batik yang sudah terkenal di seantero negeri dan banyak ditiru, tapi Soesilo mengaku tak akan mematenkan hak ciptanya. Penemu Teknik Batik di Atas Kain Likra - Carmanita berhasil memadukan batik dengan bahan likra (lycra) yang berserat renggang. Penghargaan MURI diserahkan pada bulan Mei 2009. Nomor Rekor MURI-0011-001 Pembuat Rekor Carmanita Tanggal Rekor Mei 2009 #Lihat pula : Profil dan Biodata Tokoh Nasional Batik Indonesia

Penemu Jas Hujan - Bahan Kain Tahan Air

Charles Macintosh Biography Penemu Jas Hujan - Bahan Kain Tahan AirCharles Macintosh FRS (29 Desember 1766 - 25 Juli 1843) adalah seorang Skotlandia ahli kimia dan penemu bahan kain tahan air. Mackintosh Raincoat jas hujan (varian ejaan sekarang standar) adalah nama untuk dirinya. Macintosh lahir di Glasgow , putra dari George Macintosh dan Mary Moore, dan pertama kali digunakan sebagai pegawai. Dia mencurahkan seluruh waktu luangnya untuk ilmu pengetahuan , khususnya kimia , dan sebelum ia berumur dua puluh mengundurkan diri jabatan juru tulis untuk mengambil pembuatan bahan kimia.

Dalam hal ini ia sangat sukses, menciptakan berbagai proses baru. Eksperimen dengan salah satu oleh-produk dari tar , nafta , menyebabkan penemuan kain tahan air, esensi dari patennya menjadi cementing dari dua ketebalan kain bersama-sama dengan alam (India) karet , karet yang dibuat larut oleh aksi nafta. Untuk berbagai penemuan kimia nya dia, pada tahun 1823, dipilih sesama dari Royal Society .

Pada tahun 1828, ia menjadi mitra dengan James Beaumont Neilson di perusahaan untuk melaksanakan Paten yang terakhir untuk ledakan panas bertiup dari blast furnace, yang menyelamatkan jauh pada konsumsi bahan bakar mereka. Macintosh menikah, pada tahun 1790, Mary Fisher, putri Alexander Fisher seorang pedagang dari Glasgow. Mereka punya satu anak, George Macintosh (1791-1848).

Charles Macintosh meninggal pada 1843 di Dunchattan , Skotlandia, dan dimakamkan di gereja Katedral Glasgow . Ia dimakamkan bersama orang tuanya di dasar kakek buyutnya, John Anderson dari Douhill, Tuhan Provost Glasgow . Namanya ditambahkan ke monumen abad ke-17 yang mengesankan yang berdiri di dinding batas timur. Sebuah peringatan sekunder juga ada (di granit merah dipoles, berasal dari akhir abad ke-19) sedikit ke utara, di mana Charles kembali disebutkan di makam anaknya George.